Usai Demo di Polresta Mojokerto, Sebagian Pesilat Malah Serang Rumah Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Ribuan pesilat geruduk Polresta Mojokerto di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto, Kamis (9/3/2023) malam. Massa yang datang dari sejumlah daerah tersebut menuntut Kepolisian menyelesaikan empat kasus pengeroyokan.

Massa datang dari Mojokerto baik Kota maupun Kabupaten Mojokerto hingga luar daerah seperti Jombang, Lamongan, Nganjuk hingga Madiun. Kedatangan para pesilat dari berbagai daerah tersebut mulai pukul 21.00 WIB dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Massa menutup akses depan Mapolresta Mojokerto. Akses jalan kedua arah pun tertutup oleh ribuan pesilat yang menduduki depan Mapolresta Mojokerto.

Untuk kesekian kalinya, massa yang datang menuntut kejelasan kasus pengeroyokan yang dialami rekan mereka setahun belakangan.

Ada empat kasus penganiayaan yang menimpa anggota PSHT di empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda. Yakni di Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Gedeg, dan Jetis. Dari empat kasus tersebut hingga saat ini, pelaku dugaan pengeroyokan belum tertangkap.

Sehingga massa menuntut pihak kepolisian mampu menuntaskan kasus tersebut hingga muncul tersangka. Aksi tersebut dikawal ketat anggota TNI/polri, satu kompi Brimob Polda Jatim dan Kodim 0815 juga turut disiagakan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara, sejumlah kendaraan taktis turut disiagakan di dalam halaman Mako Polresta Mojokerto. Dengan penjagaan ketat, para pesilat ini pun diterima guna menyampaikan aspirasinya. Massa ditemui Kasat Sabhara, Polresta Mojokerto AKP Anang Leo dan Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Bambang Tri Sutrisno.

Perwakilan pesilat dari Rayon Jetis, Yanto mengatakan, jika tujuan kedatangan para pesilat tersebut untuk menanyakan empat kasus yang belum terselesaikan. “Kasus Dawarblandong, kasus Kemlagi, kasus Gedeg dan terakhir kasus Jetis juga belum terselesaikan. Empat kasus belum terselesaikan,” ungkapnya.

 

Masih Menyelidiki Kasus Pengeroyokan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Bambang Tri Sutrisno mengatakan, jika pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus pengeroyokan yang menimpa rekan mereka tersebut.

Namun sampai saat ini pihak penyidik masih kesulitan dalam menemukan saksi sebagai kelengkapan bukti untuk menentukan pelakunya.

”Kami sudah memeriksa saksi-saksi sebanyak enam orang. Kendala kami adalah, tidak ada saksi yang melihat jelas siapa pelakunya, seperti apa ciri-ciri pelakunya. Kalau tidak percaya, kami tunjukkan berkas pemeriksaannya di dalam,” tegasnya.

Setelah hampir dua jam menyuarakan tuntutan dan mendengar jawaban dari pihak Polresta Mojokerto, massa berangsur-angsur membubarkan diri. Dengan didampingi dua kompi pasukan dari Satsabhara Polresta Mojokerto, para pesilat digiring pulang menuju daerah asal masing-masing.

 

Serang Permukiman Warga

Namun, ada sebagian massa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menyerang permukiman setelah berunjuk rasa di depan Mapolres Mojokerto Kota. Penyerangan tersebut melukai 1 anggota perguruan silat lain dan 4 warga.

Seorang pesilat berinisial RD (17) mengatakan ia bersama 4 muridnya berniat menyambut rombongan konvoi PSHT yang melintas di Jalan Brawijaya. Ketika itu, kebetulan ia sedang berlatih silat di halaman rumah warga Sinoman gang 5, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

"Saya dan anak-anak keluar (di depan Sinoman gang 5) memberi salam persaudaraan. Bukannya menantang," kata RD kepada wartawan di lokasi, Jumat (10/3/2023).

Tak ia sangka, salam penghormatan tersebut justru disambut berbeda oleh massa PSHT. Menurut RD, ketika itu sudah ada oknum PSHT yang berupaya menenangkan massa. Namun, penyerangan tetap saja terjadi. Para pesilat itu menyerang anggotanya maupun warga di Sinoman gang 5.

"Ternyata ada oknum lain menyerang, melempari bata dan batu. Dari jalan (Brawijaya) menyerang masuk Sinoman gang 5. Yang diserang ada warga, ada siswa. Kami lari masuk ke timur," terangnya.

Penyerangan tersebut menyebabkan temannya, Arpin, pesilat asal Kelurahan Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto menderita luka di kening. Menurut RD, Arpin terkena lemparan batu dari massa PSHT. Ketika itu, korban kebetulan sedang berkunjung ke tempatnya melatih. "Korban lainnya masyarakat sini, Sinoman gang 5," ungkapnya.

Warga Sinoman gang 5 menjelaskan ketika massa PSHT menyerang anggota perguruan silat lain, suaminya berusaha melerai. Namun, massa justru memukuli suaminya.

Bahkan dirinya juga dipukuli para pesilat ketika berusaha menyelamatkan suaminya. Sontak saja ia menjerit histeris sehingga membuat warga keluar rumah.

"Suami saya melerai tawuran antara massa dengan anak yang latihan. Suami saya dipukuli, saya pisah, saya ikut dipukuli, entah pakai kayu atau apa. Tidak tahu berapa kali kena pukul," terang perempuan ini sambil menunjukkan kepalanya bagian atas yang kena pukul.

 

Rusak Kamera CCTV

Tidak hanya itu, massa PSHT juga merusak kamera CCTV di Sinoman gang 5. Lemparan batu dari para pesilat nampak berserakan di jalan maupun beberapa halaman rumah warga.

"Yang terluka 4 orang, 5 orang termasuk saya," jelas wanita yang enggan menyebutkan namanya itu. dwy/ham

Berita Terbaru

DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

Minggu, 22 Feb 2026 17:24 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 17:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan momentum Car Free Day (CFD) alun alun Sidoarjo ke lapangan Mall Pelayanan Publik…

Hilang Sejak Rabu, Nenek di Blitar Ditemukan Membusuk di Sungai

Hilang Sejak Rabu, Nenek di Blitar Ditemukan Membusuk di Sungai

Minggu, 22 Feb 2026 16:39 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Ks (40) warga Desa Bululawang Kec Bakung Kabupaten Blitar dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad wanita yang mengambang di alirang…

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Pentingnya Aspirasi Bottom-Up

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Pentingnya Aspirasi Bottom-Up

Minggu, 22 Feb 2026 16:18 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun…

Ayo Ramaikan! Pasar Takjil Ramadhan 2026 Kembali Hadir di Pasar Ketidur Kota Mojokerto

Ayo Ramaikan! Pasar Takjil Ramadhan 2026 Kembali Hadir di Pasar Ketidur Kota Mojokerto

Minggu, 22 Feb 2026 16:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pasar Takjil Ramadhan kembali hadir menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 di Pasar Rakyat Ketidur, Kecamatan Prajurit…

Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau

Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau

Minggu, 22 Feb 2026 15:03 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Destinasi wisata Sumber Takir, yang merupakan sebuah pemandian alami yang terletak di Dusun Krajan Barat, Desa Jokarto, Kecamatan…

Suasana Sejuk Pemandian Selokambang di Lumajang Jadi Spot Favorit Liburan Keluarga

Suasana Sejuk Pemandian Selokambang di Lumajang Jadi Spot Favorit Liburan Keluarga

Minggu, 22 Feb 2026 14:54 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemandian Selokambang yang terletak di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyimpan keindahan…