Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani Trenggalek Turun 484 ton Tahun Ini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi. Foto: Antara.
Foto ilustrasi. Foto: Antara.

i

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Didik Susanto mengatakan bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Trenggalek tahun 2023 ini hanya sebanyak 22.811 ton. Jumlah tersebut turun sebanyak 484 ton jika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 23.295 ton.

Didik menyampaikan, turunnya alokasi pupuk tersebut terjadi karena kuota pupuk yang diberikan oleh pemerintah pusat memang berkurang.

"Kuota yang diberikan dari pusat memang berkurang. Kami terima dengan lapang dada. Tidak usah meratapi nasib, kondisinya memang sedang tidak baik-baik saja," kata Didik di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (13/3/2023).

Kendati demikian, ia tetap memastikn bahwa pengurangan jatah pupuk bersubsidi tidak mengganggu target produksi pertanian di wilayahnya.

Ia menerangkan, saat ini tengah digalakkan langkah kemandirian dengan mengembangkan pupuk organik yang jauh lebih murah dan dapat dikembangkan setiap petani.

"Ya, kami sedang kembangkan pupuk organik dan biosaka, dengan input terbatas diharapkan hasilnya maksimal," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan pupuk organik dan biosaka itu untuk menambah daya tunjang penggunaan pupuk kimia. Pasalnya, manfaat penggunaan pupuk organik perlu jangka panjang sehingga masih dilakukan perpaduan.

"Kalau dulu petani kita imbau tambah pupuk non subsidi meskipun mahal, tapi kalau sekarang dapatnya alokasi berapa, kemudian dimaksimalkan pupuk organik dan biosaka. Blitar sudah membuktikan, dengan input terbatas produksi tinggi. Kita mengarah ke sana," terangnya.

Didik optimistis, pemanfaatan pupuk organik dan biosaka yang terus dikembangkan akan meningkatkan produktivitas pertanian di tengah kuota pupuk subsidi yang terbatas.

Berdasarkan data alokasi pupuk subsidi yang didapat, yakni sebanyak 8.277 ton NPK, 13.974 ton urea dan 565 ton NPK formula dinilai masih kurang dengan kebutuhan para petani di Trenggalek.

Maka dari itu, lanjut Didik, pemerintah daerah setempat tengah menggencarkan pemberian berbagai pelatihan kepada para petani tentang pembuatan pupuk organik, pestisida organik dan biosaka. Dimana hasil yang tak kalah saing dengan biaya murah dan mudah dijumpai sehingga para petani berangsur-angsur meninggalkan penggunaan pupuk kimia.

Adapun hingga saat ini lebih dari 50 petani di Kabupaten Trenggalek telah menggunakan pupuk organik sebagai alternatif. trg

Berita Terbaru

Kebutuhan Lapangan Kerja Mewarnai Aspirasi Warga,  Pimpinan Dewan Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Investasi ya

Kebutuhan Lapangan Kerja Mewarnai Aspirasi Warga, Pimpinan Dewan Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Investasi ya

Rabu, 10 Jun 2026 06:05 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 06:05 WIB

Surabaya Pagi.com – Pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Surabaya tahun ini memunculkan fenomena baru yang menarik. Jika selama bertahun-tahun aspirasi warga d…

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Reses Bukan Seremoni, Melainkan Kewajiban Konstitusional untuk Menyerap Aspirasi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Reses Bukan Seremoni, Melainkan Kewajiban Konstitusional untuk Menyerap Aspirasi

Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB

Surabaya Pagi.com  –Reses merupakan instrumen penting untuk memastikan suara masyarakat masuk dalam proses pembangunan daerah.kegiatan tersebut merupakan am…

Raffi Ahmad Terseret Dugaan Suap Importasi Barang

Raffi Ahmad Terseret Dugaan Suap Importasi Barang

Rabu, 10 Jun 2026 05:58 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Raffi Ahmad selebritas, pembawa acara, dan pengusaha berjuluk "Sultan Andara" , menggandeng pengacara Hotman Paris. Ini terkait dugaan suap…

Kementan Keluarkan Rp 40 triliun untuk Riset dan Pembinaan Petani

Kementan Keluarkan Rp 40 triliun untuk Riset dan Pembinaan Petani

Rabu, 10 Jun 2026 05:57 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menambah produksi sektor pertanian dan…

Revisi UU Nomor 2 Tahun 2002, Jenderal Polri Bisa Berusia 63 Tahun

Revisi UU Nomor 2 Tahun 2002, Jenderal Polri Bisa Berusia 63 Tahun

Rabu, 10 Jun 2026 05:52 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM : DPR RI mengesahkan revisi Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia…

Kinerja Bank Himbara Sangat Bagus

Kinerja Bank Himbara Sangat Bagus

Rabu, 10 Jun 2026 05:50 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.com : Kemarin, para direktur bank pelat merah (Himbara), membahas terkait fenomena pasar saham yang saat ini sedang bergejolak termasuk anjloknya…