Kesaksian Istri Mantan Kapolres Bukittinggi

Urusan Kasus, Istri Jenderal Telepon Dini Hari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AKBP Doddy Prawiranegara saat memeluk istri saat menjadi saksi di kasus narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa, di PN Jakarta Barat, Rabu (15/3/2023).
AKBP Doddy Prawiranegara saat memeluk istri saat menjadi saksi di kasus narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa, di PN Jakarta Barat, Rabu (15/3/2023).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Baru terungkap dalam kasus narkoba terdakwa AKBP Dody Prawiranegara dan Irjen Teddy Minahasa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (15/3/2023).

Ada saksi fakta yang meringankan Doddy yaitu ustri mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Rakhma Darma Putri dan Ayah Dody, Maman Supratman.

 Teddy Minahasa didakwa memperjualbelikan barang bukti sabu hasil sitaan Polres Bukittinggi sebanyak 5 kilogram (kg). Tindak pidana tersebut turut melibatkan AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto P. Situmorang, Linda Pujiastuti, Muhammad Nasir, dan Syamsul Maarif.

Kasus ini terjadi ketika Polres Bukittinggi mengungkap peredaran narkoba dan menyita barang bukti jenis sabu seberat 41,387 kg pada 14 Mei 2022. Dody yang kala itu menjabat sebagai Kapolres Bukittinggi melaporkan kasus tersebut kepada Teddy Minahasa yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumatra Barat.

Saat itu, Teddy memerintahkan Doddy untuk dibulatkan menjadi seberat 41,4 kg. Selain itu, Teddy juga meminta agar Dody menukar sabu barang bukti itu sebanyak 10 kg.

 

Di WhatsApp Istri Irjen

Istri mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Rakhma Darma Putri mengatakan mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa kesal karena Dody menyebut namanya dalam pemeriksaan.

Saksi tahu Irjen Teddy kesal, awalnya saksi Rakhma mengaku dihubungi oleh istri Teddy, Merthy melalui WhatsApp pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Saat itu, Merthy bertanya apakah Rakhma sudah tidur. Rakhma baru menjawab pesan itu pada pagi harinya karena dia telah tidur.

Rakhma lalu diminta untuk datang ke kediaman Merthy pada pukul 08.00 WIB pagi. Rakhma pun mengiyakan permintaan itu dan mengantar anaknya ke sekolah terlebih dahulu.

Di perjalanan, Rakhma sempat menghubungi Dody lewat WA dan telepon untuk bertanya alasan dirinya dipanggil ke kediaman Irjen Teddy, atasan suaminya. Namun Dody tidak dapat dihubungi.

Rakhma mengatakan dirinya awalnya bertemu Merthy di ruang tamu terlebih dahulu. Kala itu, Merthy menginformasikan bahwa Dody tengah mengalami masalah. Namun, detail masalah itu akan dijelaskan langsung oleh Irjen Teddy.

Tak berselang lama, Teddy ikut duduk dan bertanya ke Rakhma. Tetapi Merthy menjelaskan posisi Rakhma tidak tahu apa-apa. Teddy lantas bertanya apakah Dody ada bercerita kepada Rakhma. Kemudian, Rakhma menjawab suaminya tidak bercerita apapun.

 

Teddy Sampaikan Posisi Doddy

Setelah itu, Teddy bertanya siapa sosok senior atau junior yang akrab dengan Dody. Rakhma menjawab tidak ada. Teddy kemudian menyampaikan bahwa Dody sedang diperiksa di bagian narkoba di Polda Metro Jaya.

"Kemudian pak TM menyampaikan saat itu 'Saya memang pernah memerintahkan Dody untuk menyisihkan sabu 5 kg dengan tujuan menjebak Linda. Karena saya punya kenalan bernama Linda, itu sudah menipu saya dua kali. Sekarang saya mau menjebak dia, nanti sabu itu dikirim Dody ke Linda setelah sampai ke tangan Linda, Dody juga yang menangkap Linda'. Itu pernyataan beliau," ujar Rakhma.

Rakhma bercerita banyak hal yang disampaikan Teddy kala itu. Lalu, Teddy pamit pergi untuk operasi gigi.

"Pak Teddy menyampaikan ada yang dikatakan seperti ini 'Kenapa Dody harus menyebut nama saya' itu yang membuat pak TM kesal. 'Harusnya kalau Dody tidak menyebut nama saya, saya bisa bantu untuk Dody keluar. Kalau dua-duanya masuk, siapa yang bisa nolong?' Itu yang disampaikan pak TM," jelas Rakhma.

 

Irjen (Purn) Maman Menangis

Sementara itu, ayah AKBP Dody, Irjen Pol (Purn.) Maman Supratman menangis kala bersaksi di persidangan kasus narkoba yang menyeret anaknya. Mulanya, Hakim Ketua Jon Sarman Saragih bertanya kepada Maman soal intervensi yang dilakukan mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa dalam kasus ini.

Maman bercerita, waktu itu sekitar 19 Oktober 2022, pukul 14.30 WIB. Anak Maman mendapat informasi soal Teddy akan menelpon. Tak lama, ada telepon dari nomor tak dikenal masuk. Maman pun meminta anaknya untuk merekam percakapan tersebut. Lalu, ia mengangkat telepon itu.

Maman mengatakan orang yang menelpon itu mengaku sebagai Teddy Minahasa yang tengah ada masalah dengan Dody. Sosok di telepon itu kemudian meminta Dody untuk bergabung bersamanya. Adapun seluruh biaya akan dia tanggung. Mendengar penjelasan itu, Maman menjelaskan bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Sehingga perkara ini ditangani oleh istri Dody, Rakhma.

Sosok yang di telepon itu, jelas Maman, juga mengaku sebagai anak dari salah satu temannya semasa di kepolisian dulu.

"Setelah tutup telepon, saya bilang ke anak saya tolong sampaikan sama Dody, jangan mau bergabung, ungkap seluruhnya saya bilang, sejujur-jujurnya dia harus bilang, ungkapkan. Kata-kata saya, saya bilang 'Jangan mau bergabung, lawan dia'," ujar Maman.

Hakim Jon lalu bertanya siapa anak yang dimaksud Maman. Kemudian dijawab, anak Maman yang bernama Desi Kusuma Dewi. Hakim Jon kembali bertanya apakah momen itu pertama kalinya Maman dihubungi sosok yang telah diceritakan. Maman menyebut itu pertama kalinya.

"Apakah ada disebutkan saya Kapolda Sumatra Barat?" tanya Hakim Jon.

"Tidak, dia hanya mengatakan, saya Teddy Minahasa, ada urusan sama Dody," jawab Maman.

Hakim Jon kembali memastikan apakah ada pihak lain yang menghubungi Maman. Lantas Maman menjawab tidak ada. Setelah itu, Maman memberikan pernyataan di muka persidangan dengan suara bergetar.

"Mohon izin yang mulia, sejak kejadian itu, istri dan anak anak saya melarang saya baca koran, untuk mendengar berita dan untuk buka YouTube, begitu Yang Mulia," tutur Maman dengan suara bergetar.

 

Nikah Siri di Pelabuhan Ratu

Kuasa hukum Linda Pujiastuti alias Anita, Adriel Viari Purba menyebut kliennya menikah siri dengan mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Hal itu merespons kuasa hukum Teddy, Anthony Djono yang menantang Linda menunjukkan foto pernikahan keduanya pada beberapa hari lalu.

Menurut Adriel, suatu hal yang tidak bisa dibuktikan bukan berarti peristiwanya tidak terjadi.

"Mereka nikah di Pelabuhan Ratu, nikahnya di Sukabumi. Dan itu terjadi setelah mereka pulang dari Laut Cina Selatan. Karena mereka selalu berhubungan badan yang disampaikan bu Linda di kapal Baladewa itu, ibu Linda tuh gak mau katanya. Karena itu berdosa. Saya mau nikah dulu secara agama," sambung Adriel.

 

Linda Ucapkan Kalimat Syahadat

Tak hanya itu, Adriel juga menanggapi pernyataan kuasa hukum Teddy soal perbedaan agama yang dipeluk Linda dan Teddy.

Adriel mengatakan Linda telah mengucapkan kalimat syahadat dan masuk Islam. Ia menyebut terdapat orang masjid yang diambil sebagai wali di pernikahan Linda dan Teddy.

Ia pun tidak memaksa orang lain untuk percaya dengan hal tersebut atau tidak. Yang jelas, sebagai kuasa hukum, Adriel menyakini keterangan yang disampaikan oleh kliennya.

Sebelumnya, kuasa hukum Teddy menantang Linda menunjukkan foto pernikahan keduanya setelah klaim nikah siri yang disampaikan. Anthony mengatakan agar Linda jangan terlalu percaya diri.

Linda mengaku pernah berprofesi sebagai mucikari. Tamunya menyebut Mami Linda yang pernah bekerja di Hotel Classic, Pecenongan, Jakarta Rp sebagai Guest Relation Officer (GRO).n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…