Situs Petilasan Prabu Tawangalun Dan Keturunannya Yang Menjadi Bupati Banyuwangi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Situs Petilasan Prabu Tawangalun di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat.
Situs Petilasan Prabu Tawangalun di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat.

i

 SURABAYAPAGI.Com, Banyuwangi- Prabu Tawangalun adalah seorang penguasa besar Kerajaan Blambangan di Kedawung. Namun karena politik adu domba yang dilakukan Belanda, membuat adiknya, Mas Wila, kemudian berambisi untuk menduduki tahta kerajaan. Sebagai penguasa yang bijaksana dan menghindari perang saudara,

Selanjutnya, Prabu Tawangalun kemudian menyerahkan tahta kerajaan di Kedawung kepada Mas Wila. Prabu Tawangalun kemudian menyingkir ke daerah Bayu, Songgon untuk nyepi dan bersemedi.

Beberapa jejak peninggalannya di kawasan Rowo Bayu masih dapat ditemui hingga saat ini. Alkisah, stelah melakukan persemedian Prabu Tawangalun kemudian mendapatkan petunjuk (wangsit) agar berjalan kearah timur dan bertemu dengan seekor Macan Putih yang akan mengantarnya ke sebuah tempat di Hutan Sudimara.

Ditempat yang baru itulah, tepatnya di Dusun Malar, Desa Macan Putih (saat ini), penguasa besar Blambangan itu kemudian mendirikan istana Kerjaan Macanputih. Maka selain di Rowo Bayu, sisa-sisa peninggalan dan petilasan Prabu Tawangalun ini juga banyak ditemui di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat. Salah satunya adalah ‘Makuto Romo’ petilasan tempat Prabu Tawangalun bersemedi.

Selain itu, juga ditemukan peninggalan yang disebut ‘Sanggar Pamujan’, yang dipercaya sebagai tempat persembahyangan para kerabat Kerajaan. Lokasi ‘Sanggar Pamujan’ ini berada ditengah-tengah perkebunan tebu yang agak jauh dari situs pertama dan cukup terpencil dari perkampungan warga.

Untuk mencapai tempat ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat hingga ke lokasi. Meski tergolong situs, namun ‘Sanggar Pamujan’ ini berada diatas lahan yang berstatus tanah pribadi. Luasnya sekitar 30 m2. Petilasan-petilasan Prabu Tawangalun di Desa Macan Putih ini pertama kali ditemukan pada masa penjajahan Belanda.

Diantara situs-situs peninggalan sejarah tersebut, situs ‘Mangkuto Romo’ dan ‘Sanggar Pamujan’ yang paling sering didatangi warga dan pengunjung dari daerah lain. Mereka kebanyakan adalah para pengikut aliran Kejawen.

Dua lokasi ini dipercaya masih memiliki kekuatan supranatural yang tinggi. Hari-hari tertentu, dua lokasi ini banyak diserbu warga. Menurut Sejarawan Belanda H.J de Graaf dan Th. G. Th. Pigeaud dalam “Kerajaan Islam Pertama di Jawa” mencatat, dari sinilah (Kerajaan Macanputih) tempat asal banyak Bupati Banyuwangi dari abad ke 18 hingga abad ke 19.

Beberapa Bupati Banyuwangi yang masih keturunan dari Prabu Tawangalun ini situs makamnya berada di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Komplek pemakaman kuno yang lokasinya persis berada dibelakang “Masjid Agung Baiturrahman”, Kota Banyuwangi ini terdapat beberapa makam Bupati Banyuwangi yang masih keturunan dari Prabu Tawangalun. Sesuai daftar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi yang terpampang didepan pintu masuk makam, ada lima orang Bupati yang dimakamkan di area tersebut.

Kelima Bupati tersebut adalah, Tumenggung Wiroguno II (Mas Thalib) Bupati Banyuwangi periode 1782-1818, Tumenggung Suronegoro, Bupati Banyuwangi periode 1818-1832, Raden Tumenggung Wiryoadi Danuningrat, Bupati Banyuwangi periode 1832-1867, Raden Tumenggung Pringgokusumo, Bupati Banyuwangi periode 1867-1881 dan Reden Tumenggung Aryo Sugondo, Bupati Banyuwangi periode 1881-1888. Selain para Bupati diatas, juga terdapat beberapa makam lain di area pemakaman kuno tersebut.

Mereka antara lain adalah para kerabat Bupati, mulai anak sampai keponakan. Menariknya, juga ada seorang dokter yang dimakamkan di area tersebut. Dia adalah Dokter Raden Bintang, dokter para Bupati yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. “Makam yang ini adalah makam Dokter Raden Bintang, dokternya para Bupati disini,” tutur Sukriyanto, juru kunci makam yang mengaku sudah bertugas sebagai juru kunci sejak tahun 1972.

Sukriyanto yang akrab dipanggil Sukur ini juga mengaku memiliki garis keturunan dari Bupati Banyuwangi ke 5, Raden Tumenggung Pringgokusumo. "Saya adalah generasi ke-4 dari Tumenggung Pringgokusumo. Jadi Pringgokusumo ini adalah canggah saya. Keluarga kami sudah turun temurun menjaga pemakaman ini. Sebelum saya, dulu bapak saya yang menjadi juru kunci disini,” tambahnya. bud/adv

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…