Virus Marburg (MVD) Mulai Mengintai Indonesia, Ini Ciri-Ciri dan Pencegahannya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi penyakit virus marburg (MVD). SP/ SBY
Illustrasi penyakit virus marburg (MVD). SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara di dunia mewaspadai virus Marburg. Adapun virus marburg merupakan salah satu virus paling mematikan. Gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tifus, dan demam berdarah yang banyak ditemukan di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penularan penyakit virus marburg yang terus berlanjut di Guinea Khatulistiwa pada 22 Maret 2023. Jumlah total kasus konfirmasi dan probable saat ini ada 29 kasus, termasuk 27 kematian.

Berita yang mengutip para ahli menginformasikan bahwa virus tersebut telah mencapai Ibukota Equatorial Guinea, dengan populasi sekitar 200 ribu jiwa.

Tiba-tiba, Myalgia menjadi tanda peringatan, waspada terhadap infeksi. Pada 29 Maret lalu, pejabat kesehatan mengumumkan Equatorial Guinea telah mengkonfirmasi 13 kasus virus Marburg.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

"Kendati belum ada laporan kasus penyakit virus Marburg di Indonesia, masyarakat tetap diminta untuk waspada karena fatalitas penyakit tinggi," demikian yang ditulis Kementerian Kesehatan via unggahan di akun Instagram resminya, Minggu (02/04/2023).

Apa Itu Virus Marburg

Penyakit virus marburg (MVD) merupakan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus marburg (termasuk dalam famili filovirus yang merupakan satu famili dengan virus Ebola) yang dapat ditularkan dari kelelawar dan antar manusia.

Kelelawar host alami virus marburg adalah Rousettus aegyptiacus. Meski hewan tersebut bukan merupakan spesies asli dan belum ditemukan di Indonesia, namun negara +62 ini masuk jalur mobilisasi kelelawar tersebut.

Virus marburg pertama kali dikenali pada tahun 1967, ketika wabah demam berdarah terjadi secara bersamaan di laboratorium di Marburg dan Frankfurt, Jerman dan di Beograd, Yugoslavia (sekarang Serbia).

Tiga puluh satu orang jatuh sakit, awalnya menginfeksi petugas laboratorium yang kemudian diikuti beberapa tenaga medis dan anggota keluarga yang merawat mereka. Dari total kasus tersebut, sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia.

Gejala Virus Marburg

Dikutip dari laman resmi WHO, gejala virus marburg bisa muncul secara tiba-tiba, seperti:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Rasa tidak enak badan yang parah
  • Diare berair yang parah
  • Sakit perut dan kram
  • Mual dan muntah dapat dimulai pada hari ketiga

Manifestasi perdarahan yang parah bisa muncul antara 5-7 hari sejak timbulnya gejala. Pada kasus yang fatal, biasanya memiliki beberapa bentuk perdarahan, seringkali dari berbagai area. Juga, kematian paling sering terjadi antara 8 hingga 9 hari setelah timbulnya gejala, biasanya didahului oleh kehilangan banyak darah dan syok.

Cara Penularan Virus Marburg

Virus marburg memiliki masa inkubasi yang bervariasi, mulai dari 2 hingga 21 hari. Adapun cara penularannya bisa menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia, melalui:

  • Kontak langsung, seperti kulit yang luka atau selaput lendir
  • Darah
  • Sekresi
  • Organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi
  • Permukaan atau bahan yang terkontaminasi cairan tersebut, seperti selimut atau pakaian

Dampak fatal atau kematian bisa terjadi di hari ke-8 dan 9 setelah didahului syok dan kehilangan darah parah.

Meski dampaknya fatal, penyakit virus Marburg bisa dicegah. Kemenkes memberikan langkah pencegahan sebagai berikut.

  • Mengurangi kontak dengan kelelawar buah pembawa virus.
  • Konsumsi daging yang sudah dimasak sampai matang.
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi.
  • Petugas kesehatan wajib menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI).
  • Rutin mencuci tangan.
  • Menunda perjalanan ke wilayah endemis.

Menurut  juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril, sampai saat ini belum ada laporan terkait kasus atau suspek penyakit marburg di Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Kita perlu tetap melakukan kewaspadaan dini dan antisipasi terhadap penyakit virus Marburg," katanya, dikutip dari laman Kemenkes RIdsy/dc/cnn/rpb/ald

Berita Terbaru

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Iran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Bahrain. Dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/6/2026), media Iran…

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejagung menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi penyimpangan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Badan Gizi Nasional…