Cek Fakta: PT Kapal Api PHK Massal Karyawan dan Datangkan Mobil Pengawal Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PT Kapal Api. SP/ SBY
PT Kapal Api. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT Kapal Api dikabarkan melakukan penutupan atas salah satu pabriknya dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran tak membayar pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR), ditambah banyak mobil pengawal polisi di sekitar rumah bos Kapal Api tersebut.

Dalam sebuah video yang viral itu, menunjukkan sekelompok buruh melakukan aksi protes menuntut pesangon dan THR. Mereka disebutkan korban PHK oleh pabrik Kapal Api. Dalam video juga ditampilkan rumah yang diduga milik bos PT Kapal Api dikawal oleh polisi.

 

Meski begitu, sudah dijelaskan bahwa PHK tersebut sebenarnya terjadi di salah satu pabrik milik PT Agel Langgeng, bukan Kapal Api. Meski berkedudukan sebagai anak usaha, ditegaskan bahwa PT Agel Langgeng merupakan entitas usaha yang berbeda.

Karyawan yang terdampak PHK bukan di PT Kapal Api, tapi dari PT Agel Langgeng di Beji, Pasuruan yang telah ditutup permanen. 

Manajemen PT Langgeng menjelaskan, pihaknya menghargai karyawan yang adalah aset penting dalam perusahaan.

Namun dengan kinerja dan performance tidak baik, Manajemen mengaku harus menutup salah satu pabrik yang berada di Pasuruan. Menurut Manajemen, penutupan pabrik dilakukan untuk menyelamatkan dan kelanjutan operasional PT Agel Langgeng secara keseluruhan.

"AL adalah anak usaha dari PT Kapal Global yang masing-masing merupakan manajemen yang terpisah," tulis Manajemen, dikutip Jumat (14/04/2023).

"Pabrik PT Agel Langgeng yang di Pasuruan hanya memproduksi permen jahe untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Untuk produk lainnya tetap berada di Bekasi dan berjalan normal," lanjut Manajemen.

Manajemen kemudian meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang ada serta tidak menyebarkan berita-berita tidak benar ke media sosial.

"Karena kami akan menindaklanjuti media atau akun-akun yang menyebarkan berita-berita yang tidak benar," lanjut Manajemen.

Dalam keterangan tersebut, juga tercantum pernyataan pihak Marketing perusahaan.

"Bahwa perusahaan tidak bangkrut seperti yang diisukan di media sosial. Bahwa produk Kapal Api Group masih tersedia di pasaran," demikian dikutip dari keterangan tersebut.

Lebih lanjut disebutkan, perusahaan siap membayar secara tunai pesangon 150 pekerja sesuai ketentuan perundangan berlaku.

Manajemen juga menyertakan pernyataan Apindo agar semua pihak menghormati proses hukum dan meminta aparat keamanan mengawal dan menjaga kondisi lingkungan.

"Kami berharap kepada Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur dan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya duduk bersama dengan PT Agel Langgeng duduk menyelesaikan, mencari solusi terbaik," demikian tercantum pada butir keempat penjelasan dari Pihak Apindo pada keterangan tersebut.

"Sebab demo berkepanjangan apalagi dengan melibatkan PT Santos Jaya Abadi yang sebenarnya tidak memiliki persoalan apapun akan mengakibatkan dampak negatif terhadap investasi dan dunia usaha di Jawa Timur."

Siapa Sosok Pemilik Kapal Api ?

Diketahui bahwa Kapal Api merupakan perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat asal Surabaya, Soedomo Mergonoto.

Adapun bisnis kopi ini berawal dari bisnis keluarga yang dilakukan oleh ayah Soedomo, Go Soe Loet pada tahun 1927. Pada masa itu, ayah Soedomo masih menjajakan kopi dengan cara di panggul.

Lokasi jualannya berada di antara Jalan Panggung, tempat tinggal Soedomo hingga Pelabuhan Tanjung Perak. Karena hanya berupa usaha kecil, orang tua Soedomo memintanya untuk mencari penghasilan lain.

Penghasilannya didapat dengan cara mengerok ban-ban bekas di salah satu perusahaan vulkanisir ban di sana. Selain pernah menjadi pengerok ban bekas, pendiri kopi Kapal Api ini juga pernah bekerja sebagai kernet bemo. Usaha ini ia jalani sekitar satu tahun sebelum Soedomo kembali membantu usaha orang tuanya lagi.

Pengalaman hidup Soedomo memang tidak bisa dibilang mudah, tapi dari hal tersebut ia belajar bagaimana bekerja keras untuk meraih kesuksesan.

Pada 1979, Soedomo mendirikan Perseroan Terbatas dengan nama PT Santos Jaya Abadi. Lalu pada tahun 1980, Soedomo memasarkan Kapal Api dengan memasang iklan di saluran tv TVRI. Pada saat itu, belum banyak orang yang mengerti soal iklan sehingga hal ini tidak banyak dilirik pelaku usaha.

Pada tahun 1985, Soedomo mulai melakukan ekspor Kapal Api. Negara pertama yang dituju adalah Arab Saudi, disusul dengan Taiwan dan Malaysia. Selain Kapal Api, PT Santos Jaya Abadi juga memiliki produk kopi lainnya seperti Good Day, Kopi ABC, Fresco, Kopi Ya!, Ceremix, dan Excelso.

Perlahan tapi pasti, Soedomo mulai mengembangkan usahanya ke produk lain seperti permen, sereal, hingga kedai kopi. Soedomo mendirikan PT Sulotco Jaya Abadi pada tahun 1986. Perusahaan ini menghasilkan Kopi Kalosi Toraja. Lalu, pada tahun 1991 Soedomo mendirikan PT Excelso Multirasa yang mengelola bisnis kedai kopi Excelso dengan gerai pertama di Plaza Indonesia.

Tak berhenti sampai di situ, pada tahun 1991 ia juga mendirikan PT Agel Langgeng yang memproduksi permen Relaxa pada tahun 1993. Soedomo juga menggarap bisnis distribusi consumer goods melalui PT Fastrata Buana dan mengakuisisi PT Inasentra Unisatya produsen aneka permen, seperti Pindy dan Morello. Bisnis klinik kecantikan pun ia miliki melalui Miracle dan Melliderma.

Dengan bisnisnya yang semakin berkembang luas, produk-produk yang dihasilkan tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia tetapi juga mancanegara, salah satunya kopi Kapal Api yang telah mendunia. dsy/cnbc/dc/fin

Berita Terbaru

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi perdagangan buah impor yang menjerat Dimas Helmi Achmad …

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kabupaten Madiun meminta Pemkab Madiun tidak menjadikan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli D…

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang warga Kabupaten Ponorogo melaporkan kehilangan sepeda motor setelah menghadiri konser JOSJIS Fest 2026 di Stadion Batoro…

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga sekitar Sekolahan SDN Malirsn 3 Kecamatan Ponggok Kab.Blitar di kejutkan suara benturan keras dari depan SDN Maliran, setelah…

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 , Desa Kalipecabean kecamatan Candi menggelar acara…

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi perubahan zaman. Melalui…