Kota Malang Alami Defisit Beras 50.000 Ton Per Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi. Foto: Kementan.
Foto ilustrasi. Foto: Kementan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) /malang selalu melakukan sejumlah upaya untuk memenuhi kebutuhan beras masayarakat di wilayahnya setiap tahunnya. Pasalnya, Kota Malang mengalami defisit beras sebanyak 50.000 ton per tahun.

Hasil produksi padi di Kota Malang dalam setahun hanya berkisar 15.000 ton. Sementara kebutuhan dari masyarakat sendiri mencapai 65.000 ton. Maka dari itu, diperlukan sejumlah langkah untuk menangani permasalahan tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, untuk sementara waktu, upaya memenuhi kebutuhan ini dilakukan dengan menggandeng Bulog dan menjalin kerja sama antar daerah.

“Dalam hal ini kami menggandeng Bulog. Yang kedua, kerja sama antar daerah, terutama kabupaten-kabupaten yang berada di sekitar kota Malang,” kata Slamet, Selasa (25/4/2023).

Menurutnya, faktor utama penyebab tidak terpenuhinya kebutuhan beras adalah karena adanya keterbatasan lahan. Ia menuturkan, saat ini Kota Malang hanya memiliki 803 hektare sawah yang ditanami padi. Adapun sawah di Kota Malang bisa dua kali panen dalam satu tahun.

“Dengan produksi yang mencapai 15.000 ton ini akan terus kami pertahankan. Alhamdulillah, sejak 2021 produksi kami tetap stabil di angka tersebut,” ujarnya.

Slamet menerangkan, langkah yang dilakukan untuk mempertahankan hasil produksi yakni dengan membatasi alih fungsi persawahan menjadi permukiman penduduk. Melalui penetapan 400 hektare Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Selain itu, guna meningkatkan produktivitas pertanian, lanjut Slamet, Dispangtan memberikan bantuan kepada petani secara rutin. Mulai dari hand traktor, cultivator, pupuk bersubsidi, hingga benih-benih yang dibutuhkan.

“Ke depan kami akan mencoba menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi. Perlu juga dengan bantuan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya sering mendapatkan keluhan dari petani terkait harga padi yang turun ketika musim panen. Ia menilai, hal tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh kualitas hasil pertanian.

“Produk pertanian itu cirinya saat panen raya, harganya fluktuatif. Kedua, produk pertanian dan perikanan itu cepat rusak, sehingga perlu ada teknologi pertanian,” tutupnya. mlg

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457 serta Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, PSLB (Paguyuban Scooterist Lamongan…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …