Recall Besar-besaran di AS, Nasib Tesla di Indonesia Bikin Ketar-ketir

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 02 Mei 2024 11:08 WIB

Recall Besar-besaran di AS, Nasib Tesla di Indonesia Bikin Ketar-ketir

i

Ilustrasi. Perusahaan Tesla Inc. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Belum lama ini terdapat kendala dari unit yang dipasarkan seiring adanya penarikan kembali unit atau recall yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada Desember 2023 lalu. 

Pada Desember 2023, Tesla Inc. mengumumkan recall hingga lebih dari 2 juta kendaraan setelah regulator keselamatan otomotif teratas AS, lantaran sistem bantuan pengemudi autopilot mereka tidak cukup melakukan upaya untuk mencegah penyalahgunaan. 

Baca Juga: Santer Isu Mobil FWD Tak Kuat Menanjak, Kuncinya Jaga Momentum

Berbeda dengan Indonesia, yang kini masih terus mengedukasi konsumen terkait fitur autopilot yang disematkan pada mobil listrik Tesla. Agar tidak terjadi kesalahan hingga mengakibatkan kejadian yang fatal di kemudian hari. Jika terjadi, tentu hal itu bakal membuat pihak seller hingga Tesla Inc pun ketar-ketir.

Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim mengungkap, sejauh ini tidak ada masalah untuk unit Tesla yang dipasarkan oleh Prestige Motors karena fitur yang tersedia bukan bersifat autonomous.

“Autopilot memang restricted, sehingga tidak full autopilot. Bahkan fitur summon di Indonesia juga tidak bisa,” katanya, Kamis (02/05/2024).

Baca Juga: Berpenampilan Hedon, VND Luncurkan Pelek Six Star V2

Adapun, diketahui, Prestige Image Motorcars menjual unit Tesla secara daring melalui aplikasi Tokopedia. Dalam aplikasi tersebut harga OTR Tesla Model 3 dipatok Rp 1,75 miliar dengan booking fee sebesar Rp 99,99 juta dan masa pre-order sekitar 6-7 bulan.

Berikutnya, Tesla Model Y dibanderol seharga Rp 2 miliar dengan booking fee mencapai Rp 99,99 juta, dan down payment sebesar Rp 500 juta. Masa pre-order model ini juga memakan waktu sekitar 6-7 bulan. 

Sebagai informasi yang dilansir dari Bloomberg, sebelumnya langkah recall Tesla di Amerika Serikat atau AS adalah hasil dari penyelidikan bertahun-tahun soal cacat pada kendaraan yang dilakukan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).  

Baca Juga: Kolaborasi Bareng Supreme, Ducati Streetfighter V4 Dijual Terbatas

Seorang juru bicara NHTSA mengatakan bahwa penyelidikan menemukan bahwa cara Tesla dalam menjaga keterlibatan pengemudi tidak memadai. Lebih lanjut, Tesla dalam laporannya berharap untuk mulai menerapkan perangkat lunak untuk menggabungkan kontrol dan peringatan tambahan pada atau segera setelah 12 Desember.

Kini, akibat recall besar-besaran di AS, mengakibatkan saham Tesla pun ikut turun 1,9% pada Kamis (14/12/2023) pukul 10 pagi waktu di New York. Sedangkan recall ini merupakan kali kedua tahun ini yang melibatkan sistem mengemudi otomatis Tesla, yang telah mendapat peningkatan pengawasan setelah ratusan kecelakaan, beberapa di antaranya mengakibatkan kematian. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU