Pasokan Kebutuhan Pokok Stabil Pasca Lebaran

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 23 Apr 2024 19:28 WIB

Pasokan Kebutuhan Pokok Stabil Pasca Lebaran

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Pasokan kebutuhan pokok di Kota Malang masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat pasca Lebaran.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang menjelaskan, belum ada laporan adanya kelangkaan dan ketidakterjangkauan harga terhadap kebutuhan pokok.

Baca Juga: TNBTS Siapkan Penambahan Kuota Kunjungan Wisata ke bromo

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang menyatakan, harga-harga kebutuhan pokok cenderung stabil pasca Lebaran. Kondisi tersebut berbeda ketika jelang Lebaran lalu.

Ia juga tidak menerima adanya kelangkaan bahan pokok. Dari 26 pasar tradisional yang ada di Kota Malang, semuanya telah mendapatkan pasokan kebutuhan yang cukup.

Meski kebutuhan masih aman, Slamet mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu tetap menjaga kebutuhan yang tersedia.

"Kalau sebenarnya, semua perlu kita jaga, pasokan dan ketersediannya di Kota Malang. Dari 26 pasar rakyat, di sana alur masuk barang tercukupi," kata Slamet. 

Biasanya harga berpengaruh pada waktu-waktu tertentu seperti hari besar keagamaan atau hari besar lainnya. Stabilitas yang terjadi saat ini diperkirakan karena daya beli masyarakat sudah kembali normal.

Slamet menjelaskan, pihaknya masih melangsungkan survey di pasar tradisional mengenai kondisi pasokan dan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Tahun 2024, Target Pendapatan Parkir di Malang RP 17 M

"Saat ini relatif menurun harga komoditi di Kota Malang. Ini saya mohon waku masih mengumpulkan data dulu di bidang ketahanan pangan yang melaksanakan survey di pasar untuk mengetahui ketersediaan stok. Sejauh ini tidak sampai ada kelangkaan. Ketersediaan dan keterjangkauan relatif aman," katanya. 

Pelaksanaan pangan murah beberapa waktu lalu juga dianggap telah memengaruhi kebutuhan masyarakat. Dengan harga yang lebih murah, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi di program pangan murah. 

Di sisi lain, Slamet menjelaskan adanya program urban farming yang telah dilaksanakan di 57 kelurahan dan 400 kelompok tani di Kota Malang.

Program urban farming telah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya, terutama terhadap kebutuhan sayur mayur, lombok atau tomat.

Baca Juga: Warga Malang Temukan 9 Mortir Aktif

"Urban farming lebih ke ketahanan pangan tingkat keluarga, kelompok tani, RT/RW. Minimal komoditi seperti sayur, tomat dan cabai bisa terpenuhi. Seperti kemarin cabai, kami menyalurkan 5.000 bibit cabai. Saat harga tinggi mereka panen. Sehingga harganya tidak bergejolak. Panennya sama antara urban farming dan hamparan," paparnya.

Setiap kelompok uraban farming terdiri atas 25 orang. Urban farming dilakukan di komplek tinggal warga yang memanfaatkan lahan sempit.

Sementara itu, petani cabai di Kota Malang berada di Kecamatan Kedungkandang dan Lowokwaru. Di Kedungkangan, Slamet menyatakan ada 40 hektare lahan petani cabai. Sedangkan di Lowokwaru ada 30 hektare. Ml-02/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU