Ahli: Cara Simpan Makanan di Kulkas Agar tak Cepat Basi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Untuk membatasi pertumbuhan bakteri, makanan yang berpotensi cepat basi harus disimpan suhu yang tepat agar tidak membahayakan kesehatan. Artinya, makanan dingin harus dijaga tetap dingin (kurang dari 5 derajat Celsius) dan makanan hangat tetap hangat (di atas 60 derajat Celsius).

Hal itu juga berarti setelah dimasak, makanan yang berpotensi cepat rusak harus didinginkan hingga kurang dari 5 derajat Celsius secepat mungkin. Ini juga berlaku untuk makanan yang dipanaskan ulang yang ingin disimpan untuk nanti.

Saat mendinginkan makanan, Food Standards Australia-New Zealand merekomendasikan agar suhu turun dari 60 derajat Celsius menjadi 21 derajat Celsius dalam waktu kurang dari dua jam. Turunkan suhunya menjadi 5 derajat Celsius atau lebih dingin dalam empat jam berikutnya.

Dalam praktiknya, ini berarti memindahkan makanan panas ke wadah dangkal untuk didinginkan hingga suhu ruangan, lalu memindahkan wadah tertutup ke lemari es untuk melanjutkan pendinginan. Bukan ide yang baik untuk memasukkan makanan panas langsung ke lemari es.

Hal ini dapat menyebabkan suhu lemari es meningkat di atas 5 derajat Celsius yang dapat memengaruhi keamanan makanan lain di dalamnya. Profesor Mikrobiologi dari Swinburne University of Technology Australia, Enzo Palombo, mengatakan jika makanan telah disiapkan secara higienis, didinginkan dengan cepat setelah dimasak (atau dipanaskan kembali), dan disimpan dalam keadaan dingin, memanaskan kembali lebih dari satu kali seharusnya tidak meningkatkan risiko penyakit.

"Namun, penyimpanan yang terlalu lama dan pemanasan ulang yang berulang akan memengaruhi rasa, tekstur, dan terkadang kualitas gizi makanan," kata dia, dilansir dalam sebuah makalah Yes You Can Reheat Food More Than Once dari laman kampus tersebut.

Limbah makanan adalah masalah utama di seluruh dunia. Di seluruh dunia, orang membuang hingga 1,3 miliar ton makanan setiap tahunnya. Menurut The World Counts, itu sekitar sepertiga dari pasokan makanan tahunan seluruh dunia.

Amerika Serikat menempati urutan kelima dalam daftar negara dengan limbah makanan terbanyak, membuang 19,36 juta ton per tahun, menurut Statista. Cina menempati urutan tertinggi dengan hampir 92 juta metrik ton per tahun.

Namun, bagaimana jika salah satu alasan begitu banyak makanan terbuang percuma adalah karena tidak ada proses pemanasan ulang yang baik untuk hidangan tertentu? Ternyata ada trik untuk memanaskan sisa makanan dengan sempurna.

Biasanya, banyak orang memilih memanaskan makanan dengan microwave, tetapi ada cara yang jauh lebih unggul untuk memanaskan kembali hampir semua jenis makanan. Namun, tidak semua jenis makanan bisa dipanaskan dengan microwave.hlt/na

Tag :

Berita Terbaru

Berkah Bendungan Mengering, Petani di Ngawi Panen Padi hingga Jagung

Berkah Bendungan Mengering, Petani di Ngawi Panen Padi hingga Jagung

Senin, 14 Sep 2026 13:20 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Momentum musim kemarau justru membawa berkah bagi petani setempat, salah satunya Bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan…

Perkuat Integrasi LP2B, Pemkab Tuban Jaga Lahan Pertanian Tetap Produktif

Perkuat Integrasi LP2B, Pemkab Tuban Jaga Lahan Pertanian Tetap Produktif

Senin, 14 Sep 2026 13:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus memperkuat komitmen perlindungan lahan pertanian melalui pengintegrasian Lahan Pertanian…

Pemkab Jember Matangkan Skema Parkir Berlangganan Terintegrasi Samsat

Pemkab Jember Matangkan Skema Parkir Berlangganan Terintegrasi Samsat

Senin, 14 Sep 2026 13:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Demi menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dan menekan potensi kebocoran retribusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember…

Hanguskan 478 Hektare, Karhutla Gunung Butak Meluas ke Gunung Kawinajang

Hanguskan 478 Hektare, Karhutla Gunung Butak Meluas ke Gunung Kawinajang

Senin, 14 Sep 2026 13:17 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Hingga Minggu (13/9/2026) malam, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Butak hingga Gunung Kawinajang di…

Viral Bikin Geli, Ditemukan Ulat Hidup di Menu MBG Siswa SMA Jombang

Viral Bikin Geli, Ditemukan Ulat Hidup di Menu MBG Siswa SMA Jombang

Senin, 14 Sep 2026 13:15 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang kerap dikeluhkan sejumlah siswa. Namun, kali ini ada yang membuat geli hingga viral…

Lewat Pengembangan Ekowisata Mangrove, Pemkot Probolinggo Dongkrak Ekonomi Daerah

Lewat Pengembangan Ekowisata Mangrove, Pemkot Probolinggo Dongkrak Ekonomi Daerah

Senin, 14 Sep 2026 13:14 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya dalam mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo Aminuddin berencana untuk…