Siswi SMP Negeri di Surabaya Diperkosa 2 Pemuda Hingga Hamil 5 Bulan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Baru Diketahui Keluarga Saat Lebaran 2023 Kemarin

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP Negeri di Kota Surabaya, sebut saja namanya, Intan (15 tahun). Siswi SMPN tersebut dikabarkan hamil lima bulan usai diperkosa dua orang pemuda berandal sambil dicekoki minuman keras (miras).

Intan, diduga mengalami pemerkosaan sejak bulan Desember 2022 lalu. Namun, peristiwa itu baru diakui korban kepada orang tuanya saat momen Lebaran 2023 kemarin.

Peristiwa tersebut terbongkar usai Ibu kandung korban mencurigai gerak-gerik putri sulungnya yang menyerupai orang hamil. Setelah ditanya pelan-pelan, Dewi akhirnya mengakuinya.

Kasus ini pun dilaporkan ke Polrestabes Surabaya pada Selasa (25/4/2023) malam. Korban juga sudah melakukan visum di RS Bhayangkara Polda Jatim. Setelah itu, siswi tersebut menjalani perawatan di RSUD dr Soewandhie karena kesehatannya menurun.

Hal ini dibenarkan Dirut RSUD dr Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh. Ia menyebut, sang siswi tengah dirawat di RS milik pemkot. "Sedang dirawat, belum melahirkan," kata dr Billy, Kamis (27/4/2023).

Sementara dari hasil pemeriksaan, dr. Nurlaella spesialis obstetri ginekologi (obgyn) RSUD Dr. Mohamad Soewandhie menyebut tidak ada kondisi mengkhawatirkan dari korban.

 

Ada Benjolan di Alat Vital

Benjolan yang muncul diduga tidak berkaitan dengan peristiwa pemerkosaan, melainkan karena infeksi kecil dan sudah tertangani. Janin yang sudah berusia sekitar lima bulan juga terpantau baik.

“Dia datang ke sini, memang dengan keluhannya, benjolan (pada alat vitalnya) kecil empat hari terakhir. Itu yang ditangani. Kondisi janinnya baik dan untuk lukanya itu (pada alat vitalnya) sudah kita bersihkan, sudah dirawat dan rencananya pulang hari ini. Benjolannya ini karena infeksi ada penyumbatan dan (terkait) higienisnya,” beber Nurlaella.

Untuk kondisi psikis pasien, sambung Nurlaela, terlihat sudah lebih tenang dan bisa diajak komunikasi. Namun, asesmen lebih detil menunggu hasil pemantauan psikolog. “Janin sekarang masih baik, selamjutnya diminta kontrol rutin,” tambahnya.

 

Dikawal Anggota Dewan

Kasus ini juga telah diketahui Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i. Ia langsung melakukan koordinasi dengan RSUD dr Soewandhie dan DP3A Surabaya.

"Saya harap Pemkot untuk segera mengobati fisik dan psikis korban. Selain itu, polisi juga harus cepat menangkap pelakunya," kata Imam.

Dalam kasus ini, Imam menegaskan Intan adalah korban bukan salah pergaulan. Selama ini, ia lebih banyak beraktivitas di rumahnya yang berada di Kecamatan Bubutan.

 

Pesta Miras

Sementara kronologi kejadian, Intan diajak oleh tetangganya membeli makanan. Namun, saat dalam perjalanan pulang ke rumah, Intan diajak mampir di rumah salah satu pemuda kampung dekat rumahnya.

Di dalam, sudah ada pesta miras dan Intan dipaksa ikut minum sebelum akhirnya diperkosa. “Di dalam rumah sudah ada tiga pemuda sedang pesta miras. Intan Dipaksa ikut minum. Karena tidak pernah minum, kepala Intan langsung pusing. Saat itulah, dua dari tiga pemuda tersebut menistakan korban,” tuturnya.

 

Keluarga Pas-pasan

Sontak kejadian tersebut tak hanya memukul batin Intan, tapu juga keluarganya yang pas-pasan. Bapaknya hanya pekerja serabutan, sementara ibunya pengamen yang harus menghidupi Intan putri sulungnya dan kedua adik Intan.

Imam berharap, Pemkot Surabaya ikut turun tangan dalam penangganan fisik dan psikis Intan.

"Polisi juga harus secepat cepatnya menangkap pelakunya. Lalu, Polisi dan Satpol PP harus lebih serius memberantas peredaran minuman beralkohol ilegal. Terutama di perkampungan," tandasnya.

Sementara secara terpisah, Ipda Tri Wulandari Kasubnit PPA Polrestabes Surabaya membenarkan kasus itu sudah dilaporkan. “Ini baru saya ambil di urbin. Kita butuh waktu lidik,” jawabnya. rl/ham/rmc

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…