Siswi SMP Negeri di Surabaya Diperkosa 2 Pemuda Hingga Hamil 5 Bulan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 27 Apr 2023 20:49 WIB

Siswi SMP Negeri di Surabaya Diperkosa 2 Pemuda Hingga Hamil 5 Bulan

Baru Diketahui Keluarga Saat Lebaran 2023 Kemarin

 

Baca Juga: Kerap Cekoki Istri dengan Miras, Narkoba dan Seks dengan Gaya Ekstrem

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP Negeri di Kota Surabaya, sebut saja namanya, Intan (15 tahun). Siswi SMPN tersebut dikabarkan hamil lima bulan usai diperkosa dua orang pemuda berandal sambil dicekoki minuman keras (miras).

Intan, diduga mengalami pemerkosaan sejak bulan Desember 2022 lalu. Namun, peristiwa itu baru diakui korban kepada orang tuanya saat momen Lebaran 2023 kemarin.

Peristiwa tersebut terbongkar usai Ibu kandung korban mencurigai gerak-gerik putri sulungnya yang menyerupai orang hamil. Setelah ditanya pelan-pelan, Dewi akhirnya mengakuinya.

Kasus ini pun dilaporkan ke Polrestabes Surabaya pada Selasa (25/4/2023) malam. Korban juga sudah melakukan visum di RS Bhayangkara Polda Jatim. Setelah itu, siswi tersebut menjalani perawatan di RSUD dr Soewandhie karena kesehatannya menurun.

Hal ini dibenarkan Dirut RSUD dr Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh. Ia menyebut, sang siswi tengah dirawat di RS milik pemkot. "Sedang dirawat, belum melahirkan," kata dr Billy, Kamis (27/4/2023).

Sementara dari hasil pemeriksaan, dr. Nurlaella spesialis obstetri ginekologi (obgyn) RSUD Dr. Mohamad Soewandhie menyebut tidak ada kondisi mengkhawatirkan dari korban.

 

Ada Benjolan di Alat Vital

Benjolan yang muncul diduga tidak berkaitan dengan peristiwa pemerkosaan, melainkan karena infeksi kecil dan sudah tertangani. Janin yang sudah berusia sekitar lima bulan juga terpantau baik.

“Dia datang ke sini, memang dengan keluhannya, benjolan (pada alat vitalnya) kecil empat hari terakhir. Itu yang ditangani. Kondisi janinnya baik dan untuk lukanya itu (pada alat vitalnya) sudah kita bersihkan, sudah dirawat dan rencananya pulang hari ini. Benjolannya ini karena infeksi ada penyumbatan dan (terkait) higienisnya,” beber Nurlaella.

Untuk kondisi psikis pasien, sambung Nurlaela, terlihat sudah lebih tenang dan bisa diajak komunikasi. Namun, asesmen lebih detil menunggu hasil pemantauan psikolog. “Janin sekarang masih baik, selamjutnya diminta kontrol rutin,” tambahnya.

 

Baca Juga: 7 Tersangka Pemerkosa di Probolinggo Terancam Penjara 15 Tahun

Dikawal Anggota Dewan

Kasus ini juga telah diketahui Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i. Ia langsung melakukan koordinasi dengan RSUD dr Soewandhie dan DP3A Surabaya.

"Saya harap Pemkot untuk segera mengobati fisik dan psikis korban. Selain itu, polisi juga harus cepat menangkap pelakunya," kata Imam.

Dalam kasus ini, Imam menegaskan Intan adalah korban bukan salah pergaulan. Selama ini, ia lebih banyak beraktivitas di rumahnya yang berada di Kecamatan Bubutan.

 

Pesta Miras

Sementara kronologi kejadian, Intan diajak oleh tetangganya membeli makanan. Namun, saat dalam perjalanan pulang ke rumah, Intan diajak mampir di rumah salah satu pemuda kampung dekat rumahnya.

Baca Juga: Gadis 13 Tahun di Lumajang, Disetubuhi Setelah Dicekoki Miras

Di dalam, sudah ada pesta miras dan Intan dipaksa ikut minum sebelum akhirnya diperkosa. “Di dalam rumah sudah ada tiga pemuda sedang pesta miras. Intan Dipaksa ikut minum. Karena tidak pernah minum, kepala Intan langsung pusing. Saat itulah, dua dari tiga pemuda tersebut menistakan korban,” tuturnya.

 

Keluarga Pas-pasan

Sontak kejadian tersebut tak hanya memukul batin Intan, tapu juga keluarganya yang pas-pasan. Bapaknya hanya pekerja serabutan, sementara ibunya pengamen yang harus menghidupi Intan putri sulungnya dan kedua adik Intan.

Imam berharap, Pemkot Surabaya ikut turun tangan dalam penangganan fisik dan psikis Intan.

"Polisi juga harus secepat cepatnya menangkap pelakunya. Lalu, Polisi dan Satpol PP harus lebih serius memberantas peredaran minuman beralkohol ilegal. Terutama di perkampungan," tandasnya.

Sementara secara terpisah, Ipda Tri Wulandari Kasubnit PPA Polrestabes Surabaya membenarkan kasus itu sudah dilaporkan. “Ini baru saya ambil di urbin. Kita butuh waktu lidik,” jawabnya. rl/ham/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU