SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto yang telah dilaksanakan tahun 2022 diresmikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Kamis (4/5) pagi.
Ada lima proyek yang diresmikan secara simbolis, mewakili kegiatan proyek tahun anggaran 2022, diantaranya yakni Ruas Jalan Jatikulon Desa Kepuhanyar Kecamatan Mojoanyar, PSU Perum Wikarsa Kecamatan Puri, Rumah Aman Desa Brangkal Kecamatan Sooko, Jembatan Dinoyo Kecamatan Jatirejo dan RTH Geylan Kecamatan Puri.
Kegiatan peresmian lima proyek secara simbolis ini merupakan kegiatan rutin dalam rangkaian Hari Jadi ke-730 Kabupaten Mojokerto pada 9 Mei dengan motto 'Bersatu dan Berkarya'.
Yakni bersatu untuk membangun Mojokerto yang lebih baik dan berkarya berbagai program yang sudah disusun secara bersama dengan memajukan Kabupaten Mojokerto, maju dengan lebih cepat.
Bupati Ikfina menjelaskan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto sudah banyak dilakukan di tahun 2022 kemarin. Semuanya ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto.
"Salah satunya pembangunan ruas jalan jatikulon Desa Kepuhanyar Kecamatan Mojoanyar. Proyek jalan beton sepanjang 1 kilometer dan selebar 6 meter ini menelan anggaran sebesar Rp. 3,1 milyar," jelasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto menuturkan dengan telah diresmikannya jalan tersebut diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19.
"Saya menyadari pentingnya pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, apalagi jalan merupakan akses terpenting untuk mendongkrak perekonomian masyarakat," tuturnya.
Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Muhammad Albarraa, Ikfina menargetkan pembangunan infrastruktur di segala bidang selesai sebelum tahun 2024.
“Tahun lalu kita masih menghadapi pandemi Omicron. Maka tahun 2023 kita berharap infrastruktur bisa diselesaikan dengan baik karena tahun 2024 merupakan tahun politik,” ujarnya.
Untuk itu lanjut Ikfina, Pemerintah Kabupaten Mojokerto harus benar-benar efesiensi dalam menerapkan kebijakan anggarannya. Anggaran yang bisa dikurangi harus dikurangi. Utamakan menyelesaikan pembangunan infrastruktur karena pembangunan infrastruktur memberikan multi efek.
“Mohon doa restu dan dukungannya untuk mewujudkan masyarakat Mojokerto lebih maju dan lebih sejahtera lagi,” pintanya.
Selain pembangunan infrastruktur, Ikfina menyampaikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang tak kalah prioritas. Sebab, tanpa SDM yang mumpuni, pembangunan infrastruktur itu juga tidak akan bisa digunakan secara maksimal.
"Maka itu peningkatan sumber daya manusia ini harus berjalan selaras dengan pembangunan infrastruktur. Kita juga butuh infrastruktur digital, karena untuk menuju Indonesia maju kita tidak cukup dengan infrastruktur jembatan, gedung dan lain sebagainya, tapi kita juga butuh infrastruktur digital," pungkas Ikfina. Dwi
Editor : Moch Ilham