Fenomena Aneh: Pohon di Jember Keluarkan Suara Anak Perempuan Menangis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu warga yang berusaha mendengarkan suara rintihan menangis pohon di Jember. SP/ JBR
Salah satu warga yang berusaha mendengarkan suara rintihan menangis pohon di Jember. SP/ JBR

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Fenomena aneh sebuah pohon akasia yang mengeluarkan suara mirip anak perempuan menangis terjadi di di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember

Diketahui, pemilik pohon tersebut adalah Abdul Aziz. Awalnya dirinya diberitahu oleh cucunya kalau pohon miliknya itu mengeluarkan suara. Namun, Aziz tak percaya begitu saja. 

Setelah itu, dirinya pun lantas membuktikan sendiri dengan menempelkan telinganya ke batang pohon akasia yang kala itu berusia 11 tahun.

"Memang terdengar suara anak perempuan," kata Aziz, dikutip Minggu (04/06/2023).

Aziz mengaku tidak tahu mengapa salah satu pohon akasia miliknya itu bisa menangis. Yang jelas, kabar tentang pohon milik Aziz yang bisa menangis itu langsung menyebar.

"Banyak yang berdatangan untuk membuktikannya dan mereka mengaku memang mendengar pohonnya menangis," tambahnya.

Lokasi pohon yang dipercaya bisa menangis itu ramai didatangi warga. Mereka antre untuk menempelkan telinga ke batang pohon agar mendengar suara tangisan pohon tersebut.

Salah seorang pengunjung, Sodiq, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan kabar tentang adanya pohon yang bisa menangis. Dan setelah membuktikannya, warga Puger ini mengaku memang mendengar suara tangisan.

"Suara perempuan," katanya.

Warga datang ke lokasi pohon menangis di Jember. Tak cuma ingin buktikan apakah pohon itu mengeluarkan suara, warga pun ramai-ramai selfie di sana. 

Adanya pohon menangis itu menimbulkan pro dan kontra. Ada yang percaya, tapi ada juga yang meyakini itu hanya ilusi. Pihak keluarga pemilik lahan memastikan bahwa pohon yang berada di Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger itu memang bisa mengeluarkan suara. Bahkan mirip dengan suara orang menangis.

"Awalnya saya juga tidak percaya. Masak sih ada pohon yang bisa mengeluarkan suara. Apalagi suara seperti orang menangis. Meskipun saat itu sudah banyak orang berbondong-bondong datang," ucap salah satu keluarga pemilik lahan, Mawardi.

Namun keraguan Mawardi akhirnya terjawab. Dia yang mencoba untuk membuktikan, mendengar sendiri pohon yang lokasinya ada di belakang rumah itu memang bisa mengeluarkan suara.

Belum puas, keesokan harinya Mawardi mencoba kembali mendatangi pohon Akasia itu. Kali ini pun dia berhasil mendengar suara dari batang pohon berdiameter sekitar 50 cm dengan tinggi 20 meter itu.

"Seperti tangisan anak remaja usia belasan tahun," tambahnya.

Saat itu, sambung Mawardi, banyak orang yang juga mengaku mendengar suara dari pohon berusia sekitar 11 tahun itu. Dia meyakini bahwa pohon itu memang bisa mengeluarkan suara seperti orang menangis.

"Insyaallah yakin saya. Hampir semua pengunjung saat itu juga mendengar," tandasnya.

Kala itu banyak warga yang percaya munculnya suara tangis di pohon akasia itu berkaitan dengan hal gaib. Bahkan, pohon tersebut sampai dirukyah. Hasilnya, ada sosok tak kasat mata yang menunggu pohon itu. Yakni seorang laki-laki dan anak perempuan.

"Nah yang menangis itu anak perempuannya karena mencari ibunya," terang Aziz.

Pohon Bersuara Menurut Pakar Ilmiah

Secara ilmiah, tumbuhan yang mengeluarkan suara merupakan suatu hal yang wajar. Hal tersebut dijelaskan oleh Dosen Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (Unej) Wachyu Subhan.

"Setiap makhluk hidup, termasuk tumbuhan, memiliki metabolisme. Secara alami setiap makhluk hidup ini akan berupaya agar metabolisme tetap terjaga," kata, dikutip Minggu (04/06/2023).

Menurut Wachyu saat metabolisme terganggu karena ada suatu yang berlebihan, maka akan dikeluarkan. Proses itu dalam ilmu biologi disebut sekresi.

"Ketika dia itu kelebihan air, maka ada mekanisme mengeluarkan air itu melalui beberapa organ. Bisa melalui daun atau pori-pori (celah) yang ada di batang. Demikian juga ketika kelebihan gas," kata Wachyu.

"Sekarang ini kan perubahan dari kemarau ke penghujan. Jadi secara alamiah, pasti ada materi-materi yang masuk ke dalam batang. Tekanan yang ada di luar dan dalam batang juga akan mengalami perbedaan. Nah, tumbuhan akan melakukan stabilisasi terhadap tekanan ini," sambung Wachyu kala itu.

Proses ini, lanjut Wachyu, disebut sekresi metabolik. Ketika tekanannya besar, maka proses sekresi bisa mengeluarkan dengung.

"Besar kecilnya suara dengung yang ditimbulkan, tergantung besar kecilnya pori yang ada di batang pohon. Ketika tekanannya di dalam besar sementara porinya kecil, maka suara yang ditimbulkan juga besar. Inilah mungkin yang diasumsikan seperti orang menangis," terang Wachyu.

Jadi, sambung Wachyu, batang pohon mengeluarkan suara merupakan hal yang lazim. Sebab hal itu merupakan suatu proses alamiah.

"Kayak kita aja, kalau tekanan di perut kita besar, maka akan muncul kompensasi harus dikeluarkan dalam bentuk gas. Nah itu juga menimbulkan suara berdesing. Pada manusia bisa dalam bentuk kentut atau yang lain," terang Wachyu.

"Proses mengeluarkan ini disebut sekresi, yakni mengeluarkan substansi yang ada di dalam tubuh untuk menjaga metabolisme agar tetap seimbang. Itu proses alamiah yang dilakukan makhluk hidup," tukasnya. dsy/dc

Berita Terbaru

Ribuan Warga Girang, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD Jelang Puasa

Ribuan Warga Girang, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD Jelang Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 21:33 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 21:33 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -Pemerintah Kota Mojokerto mencatat percepatan yang signifikan dalam proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) APBD …

Reses di Bojonegoro, Ony Setiawan Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kesenian dan Digital

Reses di Bojonegoro, Ony Setiawan Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kesenian dan Digital

Jumat, 13 Feb 2026 20:46 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro – Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi B, Ony Setiawan, menggelar reses atau kegiatan serap aspirasi bersama warga Bojonegoro, d…

Pedagang Pasar Kota Madiun Tuduh Ada Maladministrasi, Siap Gugat ke PTUN

Pedagang Pasar Kota Madiun Tuduh Ada Maladministrasi, Siap Gugat ke PTUN

Jumat, 13 Feb 2026 19:26 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 19:26 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun gugat Pemkot Madiun ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas dugaan maladministrasi dan pem…

UKT Dipangkas Mahasiswa Terancam Putus Kuliah, Ajeng: Saya Akan Kawal Warga Tak Mampu Mendapatkan Pendidikan

UKT Dipangkas Mahasiswa Terancam Putus Kuliah, Ajeng: Saya Akan Kawal Warga Tak Mampu Mendapatkan Pendidikan

Jumat, 13 Feb 2026 19:00 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 19:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya  - Pemotongan bantuan UKT (Uang Kuliah Tunggal) Beasiswa Pemuda Tangguh yang disamaratakan menjadi Rp 2,5 juta memicu kegelisahan di …

Perkuat Ekonomi Desa, Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Perkuat Ekonomi Desa, Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Jumat, 13 Feb 2026 18:57 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Surbaya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan…

Forum Roundtable 2026, IHH Healthcare Malaysia Dorong Akses Layanan Lintas Negara

Forum Roundtable 2026, IHH Healthcare Malaysia Dorong Akses Layanan Lintas Negara

Jumat, 13 Feb 2026 18:47 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – IHH Healthcare Malaysia terus memperluas kolaborasinya dengan Indonesia melalui Indonesia Partners Roundtable Sessions 2026. Forum i…