Dokter: Obesitas Picu Penyakit Berbahaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Berat badan berlebih bahkan obesitas membuat Anda berisiko mengalami penyakit tidak menular (PTM). Dokter spesialis gizi klinik, konsultan, Dr dr Inge Permadhi MS SpGK (K) mengatakan, obesitas memicu berbagai macam penyakit tidak menular seperti diabetes atau kencing manis, hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan sakit jantung. Obesitas juga bisa menyebabkan Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Dikutip dari situs web Kementerian Kesehatan RI, OSA adalah kelainan yang merupakan bagian dari sleep disorder breathing syndrome yang kompleks. Sebenarnya gejala OSA sering terjadi namun sulit untuk dideteksi. Penyakit ini dapat terjadi 3 sampai 7 persen pria dan 2 sampai 5 persen wanita pada populasi umum.

OSA merupakan gangguan tidur yang ditandai oleh gangguan pola napas selama tidur di mana terjadi henti napas selama tidur yang berlangsung selama lebih dari 10 detik. Episode berhenti bernapas disebabkan oleh obstruksi parsial maupun menyeluruh pada saluran nafas bagian atas.

Inge mengatakan, penyakit lain yang disebabkan oleh obesitas adalah sakit pada bagian kaki karena beban yang berat. Hal ini sesuai dengan apa yang dijelaskan ahli dari Departments of Orthopaedic Surgery and Rheumatology, Virginia Commonwealth University, Amerika Serikat, semakin banyak seseorang kelebihan berat badan, maka semakin tinggi juga risiko terserang masalah kaki ini. Tak hanya itu, beban yang berat juga memicu sakit atau nyeri lutut, hati berlemak, batu empedu, bahkan yang paling fatal adalah kematian.

Untuk menghindari penyakit tersebut, dokter Inge menyarankan untuk melakukan pencegahan. Menurut Inge jika ada keluarga baik ayah, ibu, kakek maupun nenek yang memiliki badan gemuk, sebaiknya kita "sadar diri". Karena keluarga yang obesitas kemungkinan memiliki kebiasaan makan banyak. "Di rumah bahasanya disediakan makan yang bikin gemuk seperti makanan manis," ujarnya.

Selain itu, keluarga yang obesitas biasanya kurang melakukan aktivitas fisik. Hanya dua jempolnya saja yang aktif bermain telepon genggam. "Oleh karena itu harus sadar diri," ujar Inge.

Inge mengingatkan, Anda harus bisa mengendalikan jumlah asupan dengan mengonsumsi makanan sehat dengan jumlah yang cukup tidak berlebihan. Begitu pula dengan aktivitas fisik atau olahraga sebaiknya disesuaikan dengan asupan tubuh Anda. "Kendalikan jumlah asupan dengan makan sehat dan olahraga cukup, niscaya tidak jadi gemuk," ujar Inge.hlt/na

Tag :

Berita Terbaru

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyuguhkan banyak destinasi wisata favorit alam yang wajib dikunjungi, salah satunya Pantai…

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Madiun mulai menunjukkan tren positif dan dipenuhi…

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menyusul kebijakan penertiban besar-besaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap praktik jual beli yang memakan badan…

Keberhasilan Pembatasan Jam Malam, Pemkot: Kenakalan Remaja di Surabaya Turun 80 Persen

Keberhasilan Pembatasan Jam Malam, Pemkot: Kenakalan Remaja di Surabaya Turun 80 Persen

Kamis, 07 Mei 2026 12:42 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerapan kebijakan sweeping jam malam bagi anak-anak (remaja) yang masih berada di luar rumah setelah pukul 22.00…

Harga Naik Ugal-ugalan, Pemkab Ponorogo Genjot Diversifikasi Tanaman Kedelai Lokal

Harga Naik Ugal-ugalan, Pemkab Ponorogo Genjot Diversifikasi Tanaman Kedelai Lokal

Kamis, 07 Mei 2026 12:32 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena mahalnya harga komoditas kedelai impor baru-baru ini, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo,…

Lewat Agenda Kontes dan Bursa Ternak, Pemkab Banyuwangi Kenalkan Potensi Peternakan

Lewat Agenda Kontes dan Bursa Ternak, Pemkab Banyuwangi Kenalkan Potensi Peternakan

Kamis, 07 Mei 2026 12:22 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar agenda Kontes, Pameran dan Bursa Ternak…