Okupansi Hotel di Jatim Semester I/2023 Makin Bergairah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono. Foto: PHRI Jatim.
Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono. Foto: PHRI Jatim.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur (Jatim) mengungkapkan bahwa tren hunian kamar hotel atau okupansi di daerah wisata di wilayah setempat pada semester I/2023 menunjukkan kinerja yang cukup bagus.

Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono mengatakan bahwa kenaikan okupansi hotel di Jatim pada semester pertama di tahun 2023 ini mencapai 90 persen.

"Tahun lalu okupansi 60-70 persen, sekarang 90 persen. Tinggi sekali sekarang," kata Dwi, Senin (3/7/2023).

Dwi menjelaskan, peningkatan persentase okupansi hotel di Jatim dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni berakhirnya pandemi COVID-19 dan sejumlah perayaan hari raya umat beragama. Salah satunya Idul Adha 1444 Hijriah yang jumlah liburnya ditambah menjadi tiga hari, mulai tanggal 28-30 Juni 2023.

"Kemarin juga ada libur Idul Adha, di akhir bulan Juni. Kalau yang tinggi di daerah wisata itu, pertama Batu, kemudian Malang, Banyuwangi, dan Pasuruan," ujarnya.

Ia menyebut, okupansi hotel di Jatim tahun ini memang masih mengandalkan adanya momen-momen tertentu seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di segmen leisure, maupun di segmen bisnis yang telah mendorong kinerja MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Untuk semester II/2023 nanti, lanjutnya, sektor perhotelan Jatim masih memiliki prospek yang cukup besar baik dari sisi leisure seperti masih berlanjutnya musim liburan sekolah hingga pertengahan Juli, serta sektor MICE karena Indonesia kini sudah berstatus endemi Covid-19.

“Setelah pemerintah mengumumkan status endemi Covid-19 di Indonesia, orang yang melakukan perjalanan menjadi lebih stabil bahkan cenderung meningkat, kemudian dari sisi MICE ada prospek dari momen persiapan Pemilu. Asalkan tidak ada gejolak maka tahun politik justru bisa menjadi potensi,” jelasnya.

Sementara, pada daerah non pariwisata angka okupansi hingga akhir semester pertama di tahun 2023 masih cenderung tak mengalami perubahan.

"Di daerah non-destinasi landai, okupansi sekitar 30-40 persen," ungkapnya.

Sedangkan khusus untuk Kota Surabaya tingkat okupansi sebesar 50 persen. Jumlah itu tak mengalami perubahan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dwi menuturkan, sebagai Ibu Kota Provinsi Jatim, Surabaya lebih berkutat sebagai basis kegiatan MICE. Sehingga ketika memasuki momen libur nasional, kegiatan tersebut cenderung menurun dan mayoritas warga di kota setempat cenderung memanfaatkan waktu menjalankan masa liburan menuju daerah pariwisata.

"Jadi, kalau pas liburan orang Surabaya malah pergi kemana-mana. Kalau sekarang ini 50 persen, rata-rata di Surabaya," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk memaksimalkan capaian okupansi hotel hingga akhir tahun ini, PHRI Jatim telah menyusun sejumlah langkah untuk meningkatkan jumlah okupansi hotel. Salah satunya dengan promosi ke daerah luar Jatim yang menjadi kantong event Indonesia.

“Selain buat arahan kami buat kegiatan, promosi bersama secara sama-sama dengan pihak hotel dan restoran. Mencarikan solusi juga, seperti paket wisata. Strategi di internal, kami lakukan di tingkat kota masing-masing, sedangkan eksternalnya, kami membuat promosi ke luar kota seperti di Jakarta, Bandung. Kami juga berkolaborasi dengan pemda-pemda,” pungkasnya. sb

Berita Terbaru

Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg

Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg

Minggu, 12 Jul 2026 15:37 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dipicu meningkatnya harga gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) di tingkat petani, membuat harga beras premium…

Viral dan Unik! Peternak Magetan Tolak Tawaran Rp1 Miliar demi Sapi Bermata Tiga

Viral dan Unik! Peternak Magetan Tolak Tawaran Rp1 Miliar demi Sapi Bermata Tiga

Minggu, 12 Jul 2026 15:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini warga di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dihebohkan dengan lahirnya seekor anak sapi…

Terancam Gulung Tikar, Biaya Produksi Naik Tapi Harga Ayam Broiler Merosot di Ngawi

Terancam Gulung Tikar, Biaya Produksi Naik Tapi Harga Ayam Broiler Merosot di Ngawi

Minggu, 12 Jul 2026 15:25 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pasca anjloknya harga telur, kini giliran peternak ayam pedaging (broiler) di Ngawi juga bernasib sama dan terancam gulung tikar.…

Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Minggu, 12 Jul 2026 14:37 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Para pedagang alat tulis kian sumringah menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Pasalnya, di momen tersebut para orang tua bersama…

Lindungi Data dan Layanan Publik, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Siber

Lindungi Data dan Layanan Publik, Pemkab Sidoarjo Perkuat Keamanan Siber

Minggu, 12 Jul 2026 14:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai salah satu langkah strategis untuk perlindungan sistem layanan digital pemerintah di tengah meningkatnya ancaman serangan…

GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun  ‎

GERTAK: Kegagalan Raih WTP Cerminan Amburadulnya Pengelolaan Keuangan Pemkot Madiun ‎

Minggu, 12 Jul 2026 14:16 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegagalan Pemerintah Kota Madiun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai menjadi sin…