Menurut KPK, Saat Menjabat di Ditjen Pajak, Suami Ernie Meike Torondek, Ditakuti Banyak Pengusaha. Maklum, Rafael Alun Trisambodo, Suami Ernie Ditugaskan Buru dan Usut Wajib Pajak yang Bandel Bayar Pajak
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ernie Meike Torondek, istri Rafael Alun Trisambodo, kini dibidik dugaan pencucian uang suaminya selama menjabat. Rafael saat ini menjabat eselon III Kabag Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan II.
Rafael Alun Trisambodo selama berkarir di Ditjen Pajak telah menempati posisi penting periode tahun 2011-2023. Selama menjabat di Ditjen Pajak, Rafael banyak ditakuti pengusaha. Maklum, ia bertugas memburu dan mengusut wajib pajak yang bandel membayar pajak.
Pada 2015, Rafael, menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Rafael sampai Februari 2023 masih menjabat eselon III Kabag Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan II. Lalu dicopot Menkeu Sri Mulyani.
KPK sebelum menahan Rafael, memberikan pernyataan bahwa harta Rafael mencapai Rp 56 miliar. Ini seseuai dengan Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2021. Ternyata, LHKPN Rafael tak sesuai dengan profil kekayaannya.
Beberapa harta kekayaan milik Rafael ternyata dimiliki dari hasil pemberian orang atau gratifikasi. Istrinya diduga tahu.
Kini besaran nilai dugaan pencucian uang oleh Rafael mendekati Rp100 miliar.
KPK menduga Rafael pernah menerima uang gratifikasi sebesar USD 90.000 atau setara Rp 1,35 milar dengan kurs Rp 15.000/USD . Gratifikasi itu diterima lewat perusahaannya yaitu PT Artha Mega Ekadhana (AME).
Dari sejumlah uang itu Rafael gunakan untuk membeli barang-barang mewah seperti tas, dompet, ikat pinggang, dan lainnya. Kekinian barang mewah itu telah disita KPK sebagai alat bukti.
Barang-barang mewah itu juga merupakan hasil penggeledahan di rumah Rafael, Simprug, Jakarta Selatan.
68 Tas Bermerek Dunia
Dugaan keterlibatan Ernie terus didalami dari sejumlah aset yang disita KPK dari Rafael Alun, termasuk 68 tas bermerek dunia yang di antaranya tas wanita.
Selain barang mewah, KPK telah menyita uang senilai Rp 32,2 miliar yang berada di safe deposit box di salah satu bank dalam bentuk pecahan mata uang dollar Amerika, dollar Singapura, dan mata uang Euro. Ernie Meike Torondek, diduga tahu dan ikut menyamarkan.
KPK nyatakan kemungkinan Ernie Meike Torondek jadi tersangka.
"Kita lihat seperti apa perbuatan perbuatannya ya di dalam rangkaian TPPU itu. Kan di Pasal 3 TPPU ada aktif, Pasal 4 dan 5 kan TPPU pasif," kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur di KPK, Jakarta Selatan, Jumat (7/7/2023).
Ernie Masih Saksi
Istri mantan pejabat eselon III kabag umum Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan II ini telah memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, (4/7/ 2023). Ernie Meike Torondek, diperiksa sebagai saksi dimintai keterangan untuk tersangka Rafael Alun Trisambodo, dalam dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi sebesar USvDollar 90.000.
KPK memeriksa Ernie soa sumber pendapatan suaminya dan berbagai aset yang diduga dimilikinya.
KPK membuka peluang menaikkan status Ernie jika terbukti terlibat dalam menyembunyikan atau mengalihkan aset korupsi milik Rafael.
"Apakah dia memang turut serta misalkan menyembunyikan, mengalihkan, mengubah bentuk dan lain-lain, atau tidak tahu, nggak ngerti gitu saja," jelas dia.
Istri Rafael tak Ber-NIK
"Itu kan berbeda-beda. Jadi nanti kita akan pilah-pilah terhadap setiap saksi yang berpotensi terkait TPPU itu. Kita akan melihat, kita akan pertimbangkan perbuatannya seperti apa," imbuh dia.
Istri Rafael Alun Trisambodo, Ernie Meike Torondek selama ini tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ernie Meike Torondek diduga tak memiliki NIK agar dapat menyembunyikan hartanya agar tak terlacak.
Hal tersebut sengaja dilakukan untuk menghilanhkan jejak soal harta kekayaan milik Rafael Alun Trisambodo. "NIK itu kan connect dengan perbankan, Connect juga dengan perpajakan, saya menduga tujuannya adalah biar dia tidak terdeteksi.
Kalau cash dalam TPPU itu disebut sebagai anonim, atau anonymous itu paling sulit untuk melacak," ujar seorang pakar.
Pakar ini mengatakan cara tak berNIK dilakukan agar membuat PPATK sulit untuk melakukan penyelidikan soal harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo lewat sang istri.
Apalagi hal tersebut sengaja dibuat tersebar dengan nama orang lain lantaran sang istri tak memiliki NIK. "PPATK ga akan bisa menganalisis ini arahnya kemana kalau dia ga ada disitu, jadi dibuat lebih tersebar," tambahnya.
Hal tersebut karena Rafael Alun Trisambodo mengetahui jika hartanya berupa uang cash sulit diperiksa. Sehingga Rafael Alun Trisambodo sengaja menyimpan uang cash di deposit box.
Rafael Sangat Rapih
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengakui bahwa tindakan Rafael sangat rapih dan canggih. Dia melakukan pembelian aset dengan menggunakan nama orang lain atau memakai nominee. Dengan cara ini, kata Pahala, maka hartanya tidak akan dapat dilacak dari LHKPN.
Selain itu, canggihnya, Rafael menaruh uangnya dalam saham perusahaan. Dalam LHKPN, pencatatan saham hanya dicantumkan dalam bentuk nominal.
"Pola silatnya canggih. Pakai nominee. Salah nggak? Nggak salah. Gue beli atas nama lu, nggak salah kan di LHKPN? Kenapa nggak masuk? Orang nama lu masak gue masukin tapi sebenarnya gue yakin lu yang beli," tegas Pahala.
Rafael Piawai Kelola Harta
"Udah gitu pakai PT. LHKPN kalau PT itu cuma nominal saham. Urusan PT berkembang transaksinya apa dan lain-lain. Gue enggak bisa lihat. Canggih nggak? Itu antara lain yang gue pelajari. Nanti kalau gue sudah makin paham jurusnya gue kasih tahu," imbuh Pahala.
KPK menilai Rafael piawai mengelola hartanya, karena latar belakangnya di pajak. Dengan demikian, Pahala melihat proses klarifikasi harta Rafael Alun bisa memakan waktu yang cukup panjang.
Dari laporan terakhir, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir sebanyak 40 rekening yang terkait Rafael. Di dalam 40 rekening ini, PPATK mencatat adanya nilai mutasi hingga Rp 500 miliar untuk transaksi periode 2019-2023.
Dicerca Asal Usul Harta
40 rekening yang diblokir tersebut adalah rekening milik istri, anaknya Mario Dandy, serta badan usaha atau perusahaan dan individu lainnya. Penyidik juga mencecar Ernie soal asal-usul kekayaan Rafael Alun.
Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, mengatakan penyidik juga mendalami mengenai adanya dugaan kepemilikan berbagi aset mewah. Aset tersebut diduga dibeli menggunakan identitas pihak lain.
"Termasuk pendalaman adanya dugaan kepemilikan berbagai aset mewah dan bernilai ekonomis dengan menggunakan identitas pihak-pihak lain yang dinilai tidak wajar," kata dia.
Selain istri Rafael,KPK juga memeriksa 4 orang wiraswasta, yakni Anak Agung Ngurah Mahendra, Happy Hermawati, Shielfy, dan Aulia Bismar. Mereka diperiksa terkait dengan adanya dugaan investasi yang dilakukan oleh Rafael di beberapa perusahaan.
KPK menetapkan Rafael Alun menjadi tersangka kasus penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang. n erc/jk/cr5/rmc
Editor : Moch Ilham