Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Gelar Parenting Pendidikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Dalam rangka meningkatkan kualitas pengasuhan orang tua terhadap anak, Pemkab Mojokerto menggelar Parenting Pendidikan tahun 2023. Parenting pendidikan bertajuk 'Tantangan mendidik anak di era digital' ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Trowulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan Parenting Pendidikan yang diinisiasi Dinas pendidikan Kabupaten Mojokerto ini diawali dengan penyerahan bantuan hasil dari program Emas yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, serta peresmian masjid Al Ikhlas SMPN 2 Trowulan oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Kegiatan tersebut diikuti puluhan wali murid SMPN 2 Trowulan.

Kegiatan Parenting Pendidikan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindik Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Trowulan, Kepala Desa Bejijong, Kepala Puskesmas Trowulan, TP PKK Trowulan, Kepala Sekolah dan Komite SMPN 2 Trowulan.

Bupati Ikfina mengatakan, Parenting Pendidikan merupakan metode yang paling baik bagi orang tua dalam mengajar dan membentuk karakter anak. Karena sebagai orang tua, juga dituntut untuk terus belajar dan membekali diri dengan beragam informasi tentang pendidikan anak.

"Jadi para orang tua nanti bisa menentukan pola didik dan pola asuh yang tepat sasaran.  Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi anak. Dan kemudian anak-anak tumbuh dengan nilai-nilai yang baik untuk bekal mereka dewasa kelak," jelasnya, Selasa, (11/7) pagi.

Bupati Ikfina juga menyinggung terkait pentingnya penerapan pola asuh yang baik dan benar di era digitalisasi saat ini. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi mempunyai efek negatif yang patut diwaspadai para orang tua. Salah satunya yakni pernikahan dini yang memicu lahirnya bayi-bayi stunting.

"Ini adalah kelompok yang paling sulit untuk diperbaiki. Makannya bagaimana kita nanti yang menjaga supaya mereka tidak melakukan hubungan yang belum boleh dilakukan," terangnya.

Untuk mencegah berbagai dampak negatif era digital itu, lanjut Ikfina, para orang tua harus mempunyai pola asuh yang benar terhadap anak dan remaja. Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga menegaskan agar para orang tua bisa menerima semua kelebihan dan kekurangan anak. Selain itu, juga tidak membandingkan anaknya dengan anak yang lain dan wajib menghargai anak.

"Karena dihargai itu tidak harus nunggu anak berprestasi. Anak berbuat sesuatu yang sederhana pun itu butuh dihargai. Sehingga anak merasa berarti untuk orang tuanya," ujarnya.

Bupati Ikfina juga meminta para orang tua untuk mengasuh, menjaga dan melindungi anaknya secara fisik maupun di media sosial. Sebab saat anak tumbuh menjadi remaja, mereka mulai mencari identitas dan pengakuan di mata teman sebayanya.

"Sehingga para orang tua juga harus mengarahkan anak untuk menemukan kelompok yang baik agar mereka menemukan jati diri yang positif," terangnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini mengungkapkan jika di era digitalisasi telah memasuki era 5.0. Hal ini menuntut masyarakat harus melek 4 pilar literasi digital, yakni Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital dan Keamanan Digital.

"Ini yang perlu kita sadari untuk menjadi rambu-rambu aturan di era digital. Karena sekarang semuanya sudah pakai artificial intelligence (AI). Jadi sudah serba otomatis. AI ini bisa ngetik sendiri dan otomatis memperbaiki tanpa kita menekan,"pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…