SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Timur (Jatim) meyakini produksi gula Jatim pada tahun 2023 bakal meningkat. Bahkan, jumlahnya diprediksi mencapai sebanyaki 1,2 juta ton.
Hal itu berkaca dari produksi gula di wilayah Jatim yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selain itu, tingginya harga gula juga memacu semangat petani tebu untuk meningkatkan produktivitasnya.
"Saya yakin produksi gula di tahun 2023 bisa mencapai 1,2 juta ton," kata Kepala Disbun Jatim, Heru Suseno, Minggu (30/7/2023).
Berdasarkan data Disbun Jatim, jumlah produksi gula kristal putih selalu menanjak dalam 3 tahun terakhir. Bahkan, di tahun 2022, jumlahnya hampir separuh dari produksi nasional.
Heru merinci, sejak tahun 2020 hingga 2022, produksi gula di Jatim masing-masing sebesar 985,5 ribu ton, 1,087 juta ton dan 1,192 juta ton. Jumlah tersebut selalu menjadi yang tertinggi dibanding provinsi lain.
Guna mencapai target produksi hingga 1,2 juta ton, Disbun Jatim terus menggencarkan produktivitas tebu melalui sejumlah terobosan.
Salah satunya yakni inovasi timbangan tebu. Program tersebut mengintegrasikan ketersediaan bahan baku dan manajemen Tebang Angkut berdasarkan klaster Pabrik Gula (PG).
"Timbangan tebu ini fokusnya untuk membagi PG menjadi 6 klaster sesuai lokasinya," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa inovasi timbangan tebu bisa meningkatkan rendemen tebu petani karena mengurangi wira-wiri. Di samping itu, juga mampu memangkas waktu tunggu penggilingan tebu.
Tak hanya itu, Disbun Jatim juga memberikan bimbingan kepada para petani untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam meningkatkan bobot tebu. Mengingat mayoritas petani tebu Jatim merupakan petani rakyat.
"95 persen petani tebu di Jatim adalah petani rakyat. Petani rakyat bisa menjadi pengusaha di bidang bahan baku pergulaan," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. sb
Editor : Redaksi