SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus mematangkan perencanaan revitalisasi pasar induk Tanjung Anyar. Diantaranya dengan melakukan konsultasi dan koordinasi ke Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Selasa (1/8/2023).
Rombongan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Bappeda Litbang Agung MS serta Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya disambut langsung oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Drs. Isy Karim MSi.
Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, revitalisasi pasar Tanjung Anyar ini cukup mendesak. Apalagi, kondisi pasar induk satu-satunya yang dimiliki Pemkot Mojokerto sudah memprihatinkan. Bangunan dan fasilitasnya sudah termakan usia karena dibangun sejak 1994.
"Kondisi Pasar Tanjung Anyar saat ini juga sudah overload karena jumlah pedagang jauh melebihi kapasitas. Yakni, jumlah kios sebanyak 1.325 unit, dengan jumlah pedagang sebanyak 2.345. Sedangkan sebanyak 1.108 orang merupakan pedagang di pelataran pasar,'' ungkap Ning Ita.
Tak sekadar melebihi kapasitas. Ning Ita menegaskan, kondisi kios yang layak sekarang ini hanya sebesar 60 persen. Praktisnya 40 persen pedagang meluber di area sekitar pasar. Sehingga, membuat pasar kurang nyaman.
Apalagi, Pasar Tanjung Anyar ini sebagai pasar induk utama yang berperan penting dalam kegiatan distribusi bahan pangan ke pasar kecil-kecil di daerah sekitar. Meliputi, pasar milik Kabupaten Mojokerto yang ada di wilayah Utara Sungai dan pasar di kawasan Jombang, serta Sidoarjo.
’’Oleh karena itu saya mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih sekali karena pengajuan revitalisasi pasar Tanjung Anyar disetujui oleh Kemendag RI," bangganya.
Karena selain menjadi salah satu penggerak ekonomi, kondisi pasar ini juga sudah overload dan memprihatinkan.
"Dengan adanya revitalisasi, saya optimistis akan mampu semakin bangkitkan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,,’’ jelasnya. Dwi
Editor : Moch Ilham