Bahas KUA PPAS 2024, Fraksi Gerindra Perjuangkan Anggaran Pengentasan Kemiskinan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Fawait Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. SP/RIKO
Gus Fawait Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. SP/RIKO

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -Persoalan Kemiskinan Masih menjadi perhatian utama DPRD Jawa Timur saat membahas anggaran Bersama Pemprov Jatim. Salah satunya dari Fraksi Gerindra DPRD Jatim yang terus memperjuangkan APBD tahun 2024 berpihak pada upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur yang Masih tinggi.

 Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur Muhammad Fawait mengatakan dari rancangan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) anggaran belanja daerah direncanakan mencapai Rp 31 Triliun lebih dengan pendapatan daerah Rp 28 Triliun lebih. Defisit anggaran sekitar Rp 2,1 Triliun akan akan ditutup dengan pembiayaan netto.

Anggota Banggar ini mengatakan Fraksi Gerindra memberikan perhatian khusus terhadap pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan arahan ketum partai Gerindra pak Prabowo Subianto, Bahwa Jawa Timur sudah banyak penghargaan dengan capaian yang melebihi nasional. Dari capaian kesuksesan tersebut perekenomian Jawa Timur selalu melebihi tingkat nasional. “Namun, ada pekerjaan rumah yang perlu digarap yaitu angka kemiskinan yang perlu terus dituntaskan,” jelas Gus Fawait , Selasa (1/8/2023).

Dalam rapat banggar, lanjut Gus Fawait, pihaknya menyampaikan akan membantu Gubernur dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Karena ketika membahas alokasi belanja daerah harus dibedakan mana anggaran untuk pengentasan kemiskinan dan mana anggaran untuk peningkatan perekonomian. daerah berbeda strategi dengan cara untuk pengentasan kemiskinan. “Perlu dibedakan terlebih dahulu. Mana kebijakan untuk peningkatan ekonomi dan mana untuk pengentasan kemiskinan. Ini beda cara yang harus dilakukan Pemprov,” jelasnya.

Bendahara PW Ansor Jatim ini mengatakan dalam pengentasan kemiskinan, perlu sebuah kekuatan belanja prioritas yang perlu dilakukan Pemprov Jatim. Pihaknya mencermati pendapatan asli daerah khususnya pajak daerah dimana salah satu sumber terbesarnya adalah pajak kendaraan bermotor, pihaknya menyoroti target eksekutif dianggap masih target pesimis. “Kenapa pesimis, karena target pendapatan asli daerah melalui Pajak Daerah di tahun 2024 sebesar Rp 16 Triliun, hampir sama dengan APBD tahun 2023 yang lalu,” jelasnya.

Tentunya, kata Fawait, target tersebut disebut target pesimis. Alasannya, dengan adanya pemulihan ekonomi nasional, Gaikindo (Gabungan Industi Kendaraan Bermotor Indonesia) merevisi target dimana awalnya merevisi ada 975 ribu kendaraan terjual secara nasional di tahun 2023 direvisi penjualan kendaraan mencapai 1 juta lebih. “Ditahun 2023 saja sudah ada perbaikan dengan target tersebut, dan tentunya di tahun 2024 akan lebih jauh besar lagi targetnya,” yakinnya.

Perputaran uang ditahun 2024, lanjut Gus Fawait, pihaknya yakin akan lebih besar dibandingkan ditahun 2023 ini. Apalagi tahun 2024 mendatang ada Pemilu baik pileg, pilpres maupun pilkada. Disitu tentunya perputaran uang akan lebih besar. “Tentunya pertumbuhan ekonomi akan naik dan kemampuan daya beli masyarakat meningkat. Ini sangat potensi pajak daerah untuk didapat,” sambungnya.

Oleh sebab itu, lanjut Gus Fawait, pihaknya berkomitmen akan membantu Gubernur agar bisa mendapatkan potensi pendapatan pajak daerah untuk dioptimalkan. ”Sehingga bisa menguatkan APBD Jawa Timur dengan harapan bisa membantu pengentasan kemiskinan lebih kuat lagi,” jelasnya.

Yang kedua, lanjutnya, ada pos-pos anggaran perlu dikalkulasi kembali untuk membantu pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. "Contohnya belanja pegawai dimana menghabiskan anggaran Rp 1 Triliun. Ini bisa dialihkan untuk belanja lainnya. Kemudian Efisiensi-efisiensi pos anggaran lainnya bisa dimaksimalkan untuk membantu pengentasan kemiskinan,” pungkas Gus Fawait. rko

Berita Terbaru

Realisasikan Program PTSL, Kades Klantingsari Wujudkan Impian Masyarakat

Realisasikan Program PTSL, Kades Klantingsari Wujudkan Impian Masyarakat

Senin, 10 Agu 2026 14:51 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo berupaya mewujudkan impian masyarakat. Salah satunya dengan…

Rahasia Kulit Kencang Alami, Ini yang Perlu Diketahui

Rahasia Kulit Kencang Alami, Ini yang Perlu Diketahui

Senin, 10 Agu 2026 14:23 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kulit kencang sering dianggap sebagai salah satu tanda kulit yang sehat, bukan sekadar soal penampilan. Seiring bertambahnya usia, produksi k…

Bali Bukan Cuma Pantai, Ini Aktivitas Sehat yang Wajib Dicoba

Bali Bukan Cuma Pantai, Ini Aktivitas Sehat yang Wajib Dicoba

Senin, 10 Agu 2026 14:20 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Selama ini Bali identik dengan pantai berpasir putih, sunset di Uluwatu, atau deretan beach club yang ramai pengunjung. Padahal, di balik c…

Freelancer Makin Eksis, Ini Cara Manfaatkan Peluangnya

Freelancer Makin Eksis, Ini Cara Manfaatkan Peluangnya

Senin, 10 Agu 2026 14:18 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com – Jumlah pekerja lepas di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Dari penulis, desainer grafis, hingga konsultan pemasaran, profesi freelance …

Tren Penggunaan Material Logam untuk Hunian Modern 2026

Tren Penggunaan Material Logam untuk Hunian Modern 2026

Senin, 10 Agu 2026 14:14 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – Rumah-rumah baru tahun ini punya satu kesamaan: logam tak lagi sekadar menjadi struktur yang tersembunyi di balik dinding. Besi, baja, h…

Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

Senin, 10 Agu 2026 13:34 WIB

Senin, 10 Agu 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04 dan pembangunan saluran drainase di RT 01, RW 01 Desa Gempolklutuk, Kecamatan…