Harun Masiku, Buron KPK Diduga Licik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wajah Harun Masiku yang dipasang dalam status buronan KPK dan Polri. SP/ JKT
Wajah Harun Masiku yang dipasang dalam status buronan KPK dan Polri. SP/ JKT

i

 

Kadiv Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti Yakin Kader PDIP itu Ada di Dalam Negeri, Meski Jadi DPO sejak 850 Hari Lalu

 

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tak terasa lama pencarian buron kasus korupsi mantan caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku, sudah 850 hari. Harun diduga buron licik, karena keluar masuk Indonesia sebelum red notice diterbitkan. Berdasarkan data perlintasan, Harun hanya satu hari ke luar negeri.

Senin (7/8/2023) pencarian Harun Masiku, dibahas dalam pertemuan pimpinan KPK dengan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Krishna Murti.

"Betul ada kunjungan dimaksud dalam rangka koordinasi dan memperkuat kerja sama terkait isu-isu kejahatan transnasional khususnya korupsi, termasuk upaya pencarian para buronan," ujar Ali melalui pesan tertulis, Senin (7/8/2023).

Ini terkait kedatangan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Krishna Murti. Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter Polri) Irjen Krishna Murti beserta jajaran menyambangi markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/8/2023).

Krishna mengenakan jas hitam tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Ia langsung memasuki lobi KPK.

Sebelum Red Notice Terbit

Irjen Krishna Murti, mengatakan Harun Masiku bisa masuk ke Indonesia sebelum Interpol menerbitkan red notice. "Dia keluar masuk sebelum red notice diterbitkan," ujar Krishna.

Khusus untuk Harun Masiku, buron KPK ini terdeteksi masih berada di Indonesia. Hal itu didapat dari data perlintasan yang dilewati oleh Harun Masiku.

"Ada data perlintasannya yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan ada di dalam negeri. Jadi rumor-rumor yang beredar seperti itu ya kami sampaikan. Tapi kami tidak menghentikan pencarian terhadap yang bersangkutan di luar negeri," kata Krishna di gedung KPK.

Temuan data perlintasan itu mengungkap Harun Masiku hanya sehari pergi ke luar negeri. Harun kembali ke Indonesia tak lama setelah ke luar negeri.

"Bukan keluar masuk. Pernah keluar dan langsung kembali," katanya.

"Setelah dia ke luar (negeri) dia balik lagi ke dalam. Jadi dia sebenarnya bersembunyi di dalam, tidak seperti rumor," sambung Krishna.

Masih di Indonesia

Kadiv Hubinter mengungkapkan bahwa buronan Harun Masiku berada di Indonesia. Dia menyebut, hal ini diketahui berdasarkan data perlintasan yang dilakukan oleh Harun Masiku.

"Ada data perlintasannya yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan ada di dalam negeri,” kata Krishna usai melakukan pertemuan dengan jajaran struktural KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2023).

"Jadi dia (Harun Masiku) sebenarnya bersembunyi di dalam, tidak seperti rumor. Tapi kita juga tidak menghentikan pencarian dari yang bersangkutan di luar,” ungkap Khrisna. 

Keberadaan di Kamboja

"Dugaan kami berdasarkan data perlintasan seperti itu (Harun Masiku di Indonesia). Tapi kita tidak menghentikan pencarian dari yang bersangkutan di luar negeri," tambah Krishna di gedung KPK, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Krishna sempat melontarkan keterangan pers yang menyatakan Hubinter Polri bakal mendalami dugaan keberadaan Harun Masiku di Kamboja. "Kami akan tindak lanjuti kerja sama dengan KPK dan Interpol serta otoritas Kamboja.

Sementara itu, KPK telah mengirim tim ke negara tetangga yang tak disebut secara jelas setelah mendapat informasi mengenai keberadaan Harun. Tim KPK sempat bergerak ke masjid dan gereja negara tetangga dimaksud. Upaya itu tak membuahkan hasil.

Harun Suap Komisioner KPU

Harun harus berhadapan dengan hukum lantaran diduga menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.

Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan.

Terhitung sudah lebih dari 850 hari KPK tidak mampu menangkap Harun. Mantan penyidik KPK Novel Baswedan sempat menyampaikan keraguannya Harun bakal ditangkap di masa kepemimpinan Firli Bahuri Cs. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai terkuak setelah b…

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Satu unit handphone dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi dari hasil penggeledahan di rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman d…

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya baru-baru ini mencatat terjadi lonjakan kasus terhadap suspek penyakit campak yang mana…

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Perihal rencana dua koridor baru Bus Trans Jatim Malang Raya, saat ini masih menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan…

Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar

Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar

Kamis, 09 Apr 2026 14:32 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral terkait penipuan berkedok open pre-order (PO) sembako murah. Akibat fenomena tersebut, sebanyak belasan ibu…