SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kalangan muda yang masih berusia produktif sebagai pekerja kantoran, tentu sebagian besar waktunya dipakai untuk duduk di depan laptop. Disisi lain, gaya hidup mereka pun terbilang kurang sehat.
Kondisi tersebut lambat laun akan mempengaruhi kesehatan badan. Biasanya akan mengalami nyeri sendi. Padahal, nyeri sendi adalah masalah kesehatan yang umum terjadi di kalangan orang tua. Namun perlu diwaspadai apabila efek dan gejala tersebut semakin parah atau sering timbul hilang.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2017, prevalensi penyakit nyeri sendi di Indonesia berdasarkan diagnosa tenaga kesehatan adalah 11,9%, dan berdasarkan diagnosis atau gejala sebesar 24,7%.
Meskipun nyeri sendi pada usia 30 tahun tidak dianggap sebagai kondisi normal, namun beberapa faktor seperti gaya hidup dan olahraga high-impact (seperti lari, sepeda, basket, dll) dapat menyebabkan nyeri sendi pada usia tersebut.
“Demand-nya saya lihat meningkat ya (produk nyeri sendi), sejak pandemi banyak yang mulai rajin olahraga, bergerak bareng komunitas lari atau sepeda” ujar praktisi herbal, Fernando, yang ikut menyoroti meningkatnya prevalensi penyakit nyeri sendi di Indonesia, Jumat (11/08/2023).
Selain lansia dan orang dewasa, nyeri sendi juga bisa menyerang anak-anak, lho. Misalnya, Juvenile rheumatoid arthritis, penyakit sendi ini berbeda dengan rheumatoid arthritis pada orang dewasa. Dengan kata lain, juvenile rheumatoid arthritis merupakan arthritis yang terjadi pada anak-anak.
Sebaiknya ibu mesti waspada, sebab juvenile rheumatoid arthritis akan mempersulit Si Kecil untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari menulis, membawa barang, berjalan, bermain, berdiri, hingga berpakaian.
Jika mengalami nyeri sendi pada usia muda, penting untuk mencari penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Salah satu yang mengakibatkan nyeri sendi adalah beban tubuh berlebih yang membuat persendian terkikis selama menopang tubuh kita. Berikut cara menghitung BB ideal untuk laki-laki dan wanita:
- Pria: Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) - 100] - [(tinggi badan (cm) - 100) x 10%]
- Wanita: Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) - 100] - [(tinggi badan (cm) - 100) x 15%]
Selain menjaga berat badan seimbang, kita juga perlu melakukan peregangan dapat meningkatkan kesehatan sendi dan mengurangi ketegangan otot koordinasi saat melakukan berbagai kegiatan.
Sementara itu, jika rasa nyeri itu muncul, penyembuhan nyeri sendi itu membutuhkan waktu, sehingga sangat diperlukan untuk memilih asupan yang aman dikonsumsi dalam jangka relatif lama. Pengobatan radang sendi bertujuan untuk mengatasi penyebab, meringankan gejala, serta memperbaiki fungsi sendi agar penderita bisa tetap beraktivitas secara normal. Beberapa pilihan pengobatan yang akan diberikan oleh dokter untuk mengatasi radang sendi diantaranya:
- Obat obatan seperti anti nyeri dan anti peradangan
- Untuk mengatasi radang sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun, dokter dapat memberikan obat disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs).
- Fisioterapi
- Operasi (Arthrodesis, osteotomy, arthroplasty)
Sebagai informasi, bila rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh, maka konsultasikan pada dokter terkait. Sementara upaya pencegahan diatas dapat kamu lakukan di tengah-tengah kesibukan. Penting untuk melakukan penanganan yang tepat agar tidak terjadi nyeri sendi yang berkepanjangan atau semakin parah. s-04/dsy
Editor : Desy Ayu