Terowongan Makam di Mojokerto, Jalur Misterius Menuju Kerajaan Majapahit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terowongan Makam di Mojokerto. SP/ MJK
Terowongan Makam di Mojokerto. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Peradaban kerajaan Majapahit yang berpusat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur memang penuh dengan misteri para ilmuwan arkeologi hingga saat ini, dikutip Minggu (13/08/2023).

Salah satu jejak peninggalan kerajaan Majapahit yakni ditemukannya makam di desa Mojokerto dimana dibawahnya terdapat sebuah lorong panjang. Konon, jalur tersebut merupakan jalur yang digunakan Putri Cempo untuk melarikan diri.

Putri Cempo sendiri merupakan istri dari Raja Majapahit yang berasal dari Negeri Campa (Vietnam). Warga mempercayai bahwa goa lurus memanjang tersebut bisa membawa kita langsung ke istana Majapahit.

Bahkan, lubang terowongan tersebut dipercaya merupakan terowongan rahasia yang digunakan oleh keluarga raja beserta selir-selirnya untuk menyelamatkan diri saat terjadi perang besar di Kerajaan Majapahit.

Di sekitar lokasi tersebut juga ditemukan sebuah batu besar yang dipercaya sebagai peninggalan kerajaan. Adanya berbagai penemuan-penemuan di sana, masyarakat percaya bahwa lubang tersebut merupakan jalur lain untuk sampai ke istana Kerajaan Majapahit.

Lorong panjang tersebut ditemukan di Desa Urung, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang kerap menjadi tempat perburuan emas-emas peninggalan Kerajaan Majapahit. Uniknya sekarang lubang atau terowongan tersebut berada di bawah pemakaman warga

Di dalam makam di Desa Urung tersebut banyak nisan kayu yang sudah usang dan tidak memiliki badan pusara dan sudah tergolong tua. Terowongan ini memiliki tinggi sekitar 50 centimeter (cm), sehingga jika nekat memasuki terowongan, pengunjung harus jalan menunduk.

Kini, lorong tersebut menjadi rumah bagi kelelawar. Di sepanjang terowongan ini juga kadang ditemui batu nisan, kain kafan, hingga tulang-belulang dari makam. Sisa-sisa makam yang ada di terowongan kemungkinan adalah bekas longsoran makam yang ada di atas. mj-01/dsy

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan langkah tegas untuk mengawal keberhasilan program Kampung Pancasila. Perangkat daerah…