Hemat dan Panjang Umur, PLN Dukung Konversi Motor Listrik di Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 55 Jakarta sedang memodifikasi motor berbahan bakan minyak (BBM) menjadi motor berbahan bakar listrik. Foto/Humas PLN
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 55 Jakarta sedang memodifikasi motor berbahan bakan minyak (BBM) menjadi motor berbahan bakar listrik. Foto/Humas PLN

i

SurabayaPagi Jakarta - PT PLN (Persero) mendukung penuh program ’Konversi Sepeda Motor Listrik’ yang digagas pemerintah sebagai upaya akselerasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga sangat ramah di kantong.

Ketua Komunitas Sepeda dan Motor Listrik Indonesia (Kosmik Indonesia), Dermawan menyatakan, salah satu keunggulan konversi listrik adalah pemilik bisa menentukan spek kualitas terbaik yang diinginkan dan memperpanjang umur motor kesayangan. 

”Kalau konversi kita bisa menentukan spek khusus motor kita, kalau dari pabrikan kita gak bisa. Motor kesayangan kita juga bisa lebih panjang usianya,” ujar Dermawan.

Selain itu, Erwan salah seorang pengguna kendaraan listrik menjelaskan dirinya sudah sejak lama menggunakan motor listrik sebagai transportasi utama. Erwan mengakui sejak menggunakan motor listrik, biaya yang dikeluarkannya jauh lebih hemat dengan perawatan yang juga lebih gampang.

”Motor listrik lebih nyaman digunakan, perawatan lebih gampang, lebih irit, dan gak perlu kalau mau isi bahan bakar ke SPBU. Satu kali isi daya bisa menempuh jarak 50 km, dan itu sangatlah cukup untuk dipakai sehari-hari, belum pernah saya menggunakan molis habis daya di jalanan,” ujar Erwan. 

Ia juga berterima kasih kepada PLN yang telah menyediakan pasokan dan infrastruktur listrik andal sehingga ia dan para pengguna kendaraan listrik (motor listrik) lain bisa mengisi daya dengan mudah. 

”Kami berterima kasih kepada PLN selaku perusahaan BUMN yang telah menyediakan pasokan dan infrastruktur listrik yang andal sehingga kami para pengguna molis bisa mengisi daya dengan mudah,” lanjut Erwan.

Di saat yang sama, jumlah kendaraan motor BBM di Indonesia saat ini ditaksir mencapai 120 juta kendaraan, dengan trend pertumbuhan 5 persen hingga 6 persen per tahun. Oleh sebab itu, pemerintah memandang, konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) merupakan langkah yang strategis. 

Melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3 Tahun 2023, pemerintah secara resmi mendorong konversi kendaraan listrik dengan memberikan insentif bagi masyarakat yang ingin melakukan konversi motor BBM-nya ke KLBB. 

Pengajuannya bisa dilakukan secara online melaui laman www.ebtke.esdm.go.id/konversi. Ada pun alurnya sebagai berikut;

1. Pemohon dapat mengisi formulir pendaftaran secara online atau datang langsung ke bengkel konversi untuk mendaftar

2. Bengkel konversi melakukan pengecekan teknis kondisi sepeda motor dan kelengkapan surat-surat kendaraan (kesesuaian KTP, STNK, BPKB, Nomor Mesin dan Nomor Rangka)

3. Melakukan persetujuan antara pihak pemilik sepeda motor dengan pihak bengkel mengenai biaya konversi

4. Pemohon mengisi surat pernyataan kesediaan konversi kendaraan bermotor

5. Bengkel mulai mengerjaan konversi sepeda motor milik pemohon

6. Bengkel mengajukan permohonan SUT dan SRUT secara online ke kemenhub

7. Kemenhub mengunggah SUT & SRUT yang telah diterbitkan

8. LVI melakukan verifikasi

9. Serah terima sepeda motor kepada pemilik yang telah dikonversi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, pihaknya menyambut baik program konversi motor listrik yang digaungkan oleh pemerintah. Sejak 2019 PLN juga telah serius dalam upayanya menyediakan infrastruktur kendaraan listrik di tanah air. 

"Masyarakat tak perlu khawatir untuk beralih ke Motor listrik, infrastrukturnya sudah kami siapkan. Mulai dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hingga platform digital seperti Electric Vehicle Digital System (EVDS)," papar Darmawan. 

Darmawan juga merinci jika biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih murah dibanding kendaraan BBM. Sepeda motor BBM dengan jarak tempuh 50 kilometer (km) menghabiskan 1 liter BBM, sedangkan sepeda motor listrik dengan jarak sama menghabiskan 1,5 kWh.

Maka, dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp 1.699,53 per kWh, hanya diperlukan sekitar Rp 2.500 untuk sepeda motor listrik. Sedangkan, motor BBM harus menghabiskan biaya sekitar Rp 13 ribu untuk menempuh jarak yang sama.

”Dengan begitu menggunakan motor listrik lebih hemat biaya 80 persen dari pada menggunakan sepeda motor BBM. Tak hanya hemat di sisi operasional, motor listrik juga lebih hemat biaya perawatan dan pajaknya lebih murah,” ungkap Darmawan. 

Begitu juga dalam kontribusi emisi karbon, kendaraan listrik jauh lebih ramah lingkungan. Secara ekuivalen, emisi karbon 1 liter BBM setara dengan 2,4 kilogram (kg) CO2e, sedangkan 1,5 kWh listrik emisinya hanya 1,5 kg CO2e.

“Dengan menggunakan kendaraan listrik maka kita sudah menjadi bagian dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan,” kata Darmawan.

Darmawan mengimbuhkan, listrik yang disediakan untuk mengisi daya kendaraan juga akan semakin bersih, menyusul mulai dibangunnya pembangkit yang berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Seiring dengan pembangkit PLN yang akan menuju ke EBT, maka ke depan kendaraan listrik emisinya akan nol," kata Darmawan. Byb

Tag :

Berita Terbaru

Operasional SPPG di Banyuwangi Tetap Berjalan Normal di Tengah Kritik MBG

Operasional SPPG di Banyuwangi Tetap Berjalan Normal di Tengah Kritik MBG

Selasa, 23 Jun 2026 12:39 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melihat fenomena panas kritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, layanan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan…

Di tinggal Antar Cucunya, Rumah Warga di Nangkan Blitar Terbakar Hebat

Di tinggal Antar Cucunya, Rumah Warga di Nangkan Blitar Terbakar Hebat

Selasa, 23 Jun 2026 12:33 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga lingkungan Nangkan Kel./ Kec.Wlingi Kab.Blitar kejutkan kepulan asap dari rumah Mbah Mukori 70, sehingga mengakibatkan rumah…

Tertibkan Bangunan Liar, Pemkot Surabaya Bakal Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran di Asemrowo

Tertibkan Bangunan Liar, Pemkot Surabaya Bakal Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran di Asemrowo

Selasa, 23 Jun 2026 12:19 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu langkah strategis dalam menertibkan sejumlah bangunan liar yang dibangun di lokasi Kota Pahlawan tersebut, kini…

Momentum Libur Sekolah, Disdik Surabaya Ajak Siswa Isi dengan Pengalaman Baru

Momentum Libur Sekolah, Disdik Surabaya Ajak Siswa Isi dengan Pengalaman Baru

Selasa, 23 Jun 2026 12:12 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyambut libur sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat  mengajak siswa untuk …

Upayakan PJU Hemat Energi, Dishub Tulungagung Lakukan Efisiensi Anggaran

Upayakan PJU Hemat Energi, Dishub Tulungagung Lakukan Efisiensi Anggaran

Selasa, 23 Jun 2026 12:06 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, melakukan berbagai upaya, salah…

Atasi Masalah Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Luncurkan Bulan Periksa Mata

Atasi Masalah Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Luncurkan Bulan Periksa Mata

Selasa, 23 Jun 2026 11:20 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mencegah kasus gangguan penglihatan di kalangan masyarakat setempat, terutama anak sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…