Arogansi Protokoler Bupati Blitar Tuai Protes Wartawan se Blitar Raya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi sejumlah wartawan yang merupakan bentuk protes atas arogansinya Bupati Blitar. SP/Lestariono
Aksi sejumlah wartawan yang merupakan bentuk protes atas arogansinya Bupati Blitar. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Puluhan wartawan dari berbagai media pada Jumat (25/8) pagi  mendatangi Pendopo Ronggo Hadinegoro sekaligus rumah dinas Bupati Blitar Hj Rini Syarifah. Kedatangan para awak media itu sebagai bentuk protes atas arogansinya orang nomor satu di Pemkab Blitar bila dikonfirmasi atau wawancara kepada wartawan.

Dalam aksi tersebut, puluhan wartawan membawa poster poster berisi protes terhadap Bupati Blitar, sedang Bupati Blitar tidak ada di tempat, tapi para awak media ini tetap lakukan aksinya

Adapun beberapa poster orasi yang dibawa berbunyi “Kabupaten Blitar Darurat Kebebasan Pers”, “Bupati Elit Wawancara Sulit” dan “Bupati Jangan Takut Diwawancara Wartawan”.

Selain membentangkan poster, para kuli tinta juga memasang lakban hitam di mulut, sebagai simbol pembungkaman dan menghalangi tugas jurnalistik. Serta mengenakan pita merah putih, yang melambangkan bendera merah putih sebagai bentuk kemerdekaan dalam menyampaikan informasi.

Seperti yang disampaikan oleh Asip Hasani (media online Kompas.com), pria berkaca mata ini sangat sangat prihatin atas perilaku protokoler Mak Rini yang melarang dan membatasi bahkan menghalangi wawancara dengan bupati.

"Wartawan bukan kriminal, tapi kita diperlakukan seperti kriminal yang seakan akan mau menyakiti bupati,” ujar Asip berapi api.

Sikap yang berlebihan dari protokoler bupati ini, sebagai representasi Bupati Blitar bisa diartikan menghalangi kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Padahal jelas dalam bertugas, wartawan dilindungi oleh UU No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Sehingga tugas kita menyampaikan informasi yang aktual bukan hoax, tapi mengapa justru dihalangi,” ungkap Asip.

Perlu diketahui bahwa wawancara merupakan salah satu instrumen penting, dalam tugas wartawan untuk mendapatkan informasi dari narasumber yang valid termasuk bupati sebagai kepala daerah, sekaligus sebagai pemangku kebijakan, untuk membantu dan demi masyarakat, hak wartawan terampas karena pers ketika bekerja dan melakukan tugasnya dilandasi UU secara tegas.

 

Sementara dua wartawati yakni April dari Radio Patria dan Nana (Detik.com) juga lakukan orasi dengan  mengungkapkan testimoni ketika menjalankan tugas jurnalistik, dibatasi dan dilarang bertanya materi diluar acara ketika wawancara doorstop Bupati Blitar.

“Sudah mbak itu diluar konteks, selalu dibegitukan oleh Bupati ketika bertanya di luar tema acara,” ungkap April mengingat kata kata Mak Rini.

Sedang Irfan Anshori Ketua PWI Blitar (Antara foto) menyerahkan pernyataan sikap tegas para wartawan Blitar Raya kepada bupati Blitar yang diwakili Kepala Diskominfotik, Herman Widodo. Adapun isi pernyataan  berisikan 4 poin sikap wartawan yakni :

"Mengingatkan Bupati Blitar Rini Syarifah sebagai penanggungjawab APBD, untuk menghadapi konsekuensi politik dari kursi kepala daerah Kabupaten Blitar yang berhasil direbut melalui kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2019. Termasuk mendukung transparansi pengambilan kebijakan publik dengan tidak menutup diri dari kerja jurnalistik. Sekaligus Menghimbau kepada Bupati Blitar Rini Syarifah tidak melakukan pembiaran pada terjadinya pengekangan kebebasan pers di Kabupaten Blitar.

Menghimbau Bupati Blitar Rini Syarifah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang demokratis sebagaimana diamanatkan undang-undang otonomi dan pemerintahan daerah.

Menghimbau Bupati Blitar Rini Syarifah untuk menghormati profesi wartawan atau pun jurnalis dalam menjalankan tugas sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Dalam aksi ini Bupati Rini tidak bersedia menemui wartawan yang melakukan aksi, hanya diwakili oleh Kepala Diskominfo Herman Widodo dan Plt Kepala Kesbangpol Budi Hartawan.

Di hadapan wartawan usai menerima pernyataan sikap wartawan, Herman mengatakan akan meneruskan aspirasi dari wartawan kepada pimpinan (Bupati Blitar).

“Saya yakin Pemkab Blitar juga memahami terkait UU No 40/1999 tentang kebebasan pers, pimpinan juga tidak ada maksud menghalangi kemerdekaan mengemukakan pendapat dan hak dari masyarakat mendapatkan informasi publik,” kata Herman pria berbadan kurus tinggi ini. Les

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…