SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Emak-emak asal Sidoarjo yang sempat viral bernama Masriah lantaran menyiram tinja di rumah tetangganya, kini tak kapok-kapok dan malah berulah lagi. Kali ini dia diduga halangi renovasi rumah Wiwik Winarti.
Tidak hanya itu, sebelumnya Masriah juga dianggap tidak beriktikad ingin damai saat Bupati Sidoarjo berupaya memediasi dirinya dengan Wiwik di Balai Desa Jogosatru, Sukodono.
Bahkan salah satu tetangganya, Lilik Samroatul, warga Desa Jogosatru memandang sikap Masriah sudah sangat keterlaluan. Tidak mencerminkan perubahan ke arah yang lebih baik.
"Padahal pernah dipenjara di Lapas, kenapa masih berbuat kurang baik ke tetangganya sendiri? Wis angel tenan wong iki," kata Lilik.
Dia juga menyoroti upaya Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali yang menyempatkan diri memediasi Masriah dengan Wiwik pada Selasa (15/08/2023). Tapi Masriah malah tidak hadir.
"Dengan etika seperti itu warga desa saat ini malah tidak empati terhadap Masriah. Padahal yang datang itu bupati, yang mau membantu menyelesaikan perselisihan mereka. Malah kabur, kan aneh," tandas Lilik, Minggu (27/08/2023).
Hal tersebut dilakukannya setelah Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor membantu renovasi rumah Wiwik Winarti, tetangga Masriah yang jadi korban penyiraman air kencing dan tinja.
Mengetahui bantuan itu, Masriah diduga sengaja menyemen permanen 2 batu besar di depan pagar rumahnya. Padahal jalan di depan rumah Masriah itu satu-satunya akses lebar untuk mobil bisa masuk.
Akibatnya, pikap pembawa material untuk renovasi rumah Wiwik tidak bisa lewat. Para pekerja bangunan itu terpaksa membawa material itu dengan gerobak.
Kerabat Masriah bernama Suwarsih (59) mengaku dirinya tahu sendiri proses pemasangan batu itu. Dia bilang, Masriah menyuruh seseorang menyemen 2 buah batu itu.
Namun, dua batu besar yang disemen itu justru menjadi senjata makan tuan bagi Masriah. Kedua batu besar itu justru membuat mobil Masriah kesulitan masuk ke garasi rumah.
Tidak hanya itu, Suwarsih mengaku dia sendiri mendengar suara gaduh saat mobil Masriah mau masuk ke dalam garasi rumahnya. Saat dia keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi, ternyata bodi mobil Masriah membentur batu besar itu.
"Saya nggak tahu posisi mobil Masriah tadinya kayak gimana. Kemarin itu mobil Masriah saat mau masuk rumah, bodinya nabrak batu itu. Ya akhirnya 2 batu itu dibongkar," kata Suwarsih.
Kini, kedua batu yang ditempatkan di depan rumah Masriah secara permanen sudah dipinggirkan. Sebelumnya, 2 batu besar itu disemen permanen menjorok ke jalan gang padahal tidak ada fungsinya. sda-01/dsy
Editor : Desy Ayu