SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat PT Pertamina menjalankan program pemberdayaan di Dusun Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Adapun kegiatan ini Pertamina bertujuan untuk menciptakan masyarakat berdaya mandiri untuk masa depan.
Masyarakat papring sendiri sebelumnya hanya membuat anyaman bambu dalam bentuk biasa dan langsung dijual. Dalam memetakan permasalahan dari para pengrajin di dusun ini, Pertamina memberikan pelatihan kepada pengrajin agar dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif. Produk-produk lain yang akhirnya dapat dibuat oleh pengrajin adalah tas serta kostum karnaval.
"Pertamina mampu mengubah masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif dengan memanfaatkan bambu menjadi nilai ekonomis," ungkap Tamam Fauzi, Ketua Pokdarwis Jajang Arum Papring.
Program lain yang dijalani Pertamina juga adalah pengeboran sumur agar masyarakat Dusun Papring tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
Tamam Fauzi menjelaskan situasi sebelum adanya sumur bor dari Pertamina, di mana warga harus pergi ke sungai yang berada di hutan dengan jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Hal ini seringkali mengakibatkan konflik antarwarga saat musim hujan karena persediaan air berkurang.
"Adanya sumur bor dari Pertamina, kita bisa setiap hari menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan memasak dan mandi," jelas Tamam.
Bersama masyarakat Papring Banyuwangi, Pertamina telah menciptakan model pembangunan berkelanjutan yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Mereka berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan komunitas lokal di seluruh Indonesia dalam upaya menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.
"Semoga program yang diberikan Pertamina bisa berkelanjutan dan terus memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat sekitar dan desa-desa pelosok di Indonesia," tambah Tamam. bw-01/Acl
Editor : Redaksi