Kelompok Ekstremis Anti-Islam di Belanda Beraksi: Robek Al-Quran dan Hina Kaum Muslimin

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 25 Sep 2023 14:58 WIB

Kelompok Ekstremis Anti-Islam di Belanda Beraksi: Robek Al-Quran dan Hina Kaum Muslimin

i

Kelompok Ekstremis Anti-Islam di Belanda Beraksi: Robek Al-Quran dan Hina Kaum Muslimin. SP/ Reuters

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aksi penistaan Al-Quran kembali terjadi, kali ini dilakukan di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda. Penista tersebut dilakukannya di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda kembali terjadi.

Kali ini aksi tersebut dipimpin oleh Edwin Wagensveld, pemimpin Pegida (Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat), kelompok garis keras yang rasis, pada Sabtu, 23 September 2023.

Baca Juga: Santer Wacana Hak Angket Kecurangan Pilpres 2024, Jimly: Ini Cuma Gertak-gertak Politik Saja

Mengutip media Turki, Daily Sabah, Wagensveld merobek salinan Al-Quran di depan Kedubes Turki, Pakistan, dan Indonesia. Dia membuang sejumlah halaman Al Quran ke tanah dan menginjak-injaknya. Selain itu, dia juga menghina Islam dan kaum muslimin.

Dari video yang beredar, dalam aksi itu Wagensveld hanya didampingi dua rekannya. Namun, penjagaan polisi cukup ketat. Wagensveld mengucapkan terima kasih atas perlindungan polisi tersebut.

Diketahui, Alquran, kitab suci Muslim itu telah berulang kali dihinakan dan dinodai selama tindakan provokatif di Den Haag, Belanda. Sebelumnya, aksi perobekan Alquran dilakukan pada 18 Agustus, dan salinan Alquran yang telah dirobek diberikan kepada Duta Besar Turki Selçuk Ünal.

Baca Juga: Rela Jual 2 Mobil Demi Danai Kampanye, Dede Sunandar 'Siap Stres' Hanya Dapat 10 Suara

Edwin Wagensveld sudah berulang kali melakukan aksi seperti ini untuk mencari popularitas. Tahun ini, Edwin sudah melakukan aksi sejenis setidaknya pada Januari dan April. 

Aksinya memicu demonstrasi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sedangkan penistaan Al-Quran di depan KBRI juga terjadi pada Agustus 2023 oleh kelompok ekstremis lainnya, Danske Patriote. Lokasinya kala itu di depan KBRI di Denmark.

Baca Juga: Mendag Dorong Konsumsi Beras SPHP, Warga: Rasanya Kurang Enak, ‘Anyep’

Aksi Wagensveld terbaru di Belanda memicu kecaman dari organisasi OKI dan para anggota organisasi yang bermarkas di Jeddah, Arab Saudi itu.

"Sekretariat Jenderal OKI mengutuk keras tindakan provokatif penodaan kitab suci Al-Quran yang dilakukan pada tanggal 23 September 2023, di depan kedutaan besar beberapa negara anggota OKI di Den Haag, Belanda," demikian potongan pernyataan OKI, Senin (25/09/2023). sb-05/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU