Kilas Balik Masa Kecil Dihadapan 390 Mahasiswa, Gubernur Jatim: Kelas 2 SD Sudah Ikut Nandur di Sawah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Gubernur Khofifah mengisi materi kelas inspirasi yang diikuti 390 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.SP/AINI
 Gubernur Khofifah mengisi materi kelas inspirasi yang diikuti 390 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.SP/AINI

i

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Mahasiswa merdeka dari 95 perguruan tinggi di Indonesia bertandang ke halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk mengikuti Program Kelas Inspirasi Kegiatan Modul Nusantara Mahasiswa Inbound atau Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) semester gasal 2023/2024, yang digelar pada Senin malam, (16/10/2023).

Secara khusus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi pembekalan kepada 390 mahasiswa.

Hasil pantuan Surabaya Pagi di lokasi, para mahasiswa tersebut mengenakan baju adat dari daerah asal mereka.

Sebelum acara dimulai, di halaman gedung Grahadi mereka menikmati hidangan makanan khas Jawa Timur.

Adapun demikian, dalam kelas inspirasi tersebut Khofifah menghimbau kepada generasi emas tersebut tentang pentingnya menjaga dan memperkuat persatuan Bangsa.

Bahwasama persatuan merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi Indonesia saat ini, yang mana harus terus dibangun melalui persaudaraan sebaik dan semaksimal mungkin.

"Maka bersyukurlah atas adanya program ini, karena memperkenalkan berbagai budaya, memperkenalkan berbagai  tradisi, kearifan, keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan bahwa negara ini dibangun dari sebuah perjuangan penuh pengorbanan cukup panjang.

Yang mana satunya oleh Kerajaan Majapahit dengan Sumpah Palapa yang diikrarkan  Patih Gajah Mada. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa ikut menjaga persatuan tersebut.

"Ketika kalian bertemu dalam sebuah forum yang luar biasa, bagaimana sesungguhnya bisa menghargai para pejuang dan pahlawan bangsa," jelas Khofifah.

"Kita tidak mungkin menjadi seperti sekarang tanpa ada tahapan perjuangan para pahlawan yang begitu banyak memberikan pengorbanan untuk negeri ini," sambungnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak para mahasiswa meneladni motto yang tertera dalam lambang kebanggaan Provinsi Jawa Timur, yakni 'Jer Basuki Mawa Beya'.

Yang mana itu merupakan sebuah pepatah yang bermakna bahwa setiap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup berawal dari pengorbanan, kerja keras dan upaya yang diperjuangkan bersama untuk meraihnya.

"Siapa yang ingin bahagia hidupnya, maka dia harus kerja keras. Siapa yang ingin sukses hidupnya, dia harus kerja keras. Siapa yang ingin mencapai cita-citanya, dia harus kerja keras" kata gubernur yang mempunyai hobi mendaki gunung.

"Jadi jangan mengharapkan hadiah turun dari langit tiba-tiba kemudian skill-nya melejit, profesionalismenya tumbuh, etos kerjanya menguat. Tidak ada itu," imbuhnya.

Lantas kemudian, Khofifah juga kilas balik dengan menceritakan pengalamannya ketika meneladani dan membawa semangat 'Jer Basuki Mawa Beya' sejak kecil hingga sukses menjadi tokoh yang berpengaruh di Indonesia.

Gubernur perempuan pertama itu di Jatim itu ia mengaku bahwa saat dibangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) sudah ikut menanam di sawah milik keluarganya sampai mampu membeli buku bahkan emas 2 gram.

"Saya ingat sekali, waktu kelas 2 SD sudah ikut orang tua nandur di sawah," terang Khofifah.

Kemudian pada kelas 3 SD, ia menjadi bendahara kelompok barzanji di tempat kelahirannya di Wonocolo, Surabaya. Dari sana ia belajar berbagi dan gotong royong. 

Selanjutnya, saat memasuki kelas 4 SD, Khofifah punya  keinginan masuk Ka'bah. Ia kemudian mengingat perkataan gurunya saat itu bahwa yang masuk Ka'bah harus menjadi pejabat.

"Jadi pada saat itu memang doa saya ingin jadi pejabat tujuannya sederhana seperti yang disampaikan guru saya yaitu ingin masuk Ka'bah. Sesederhana itu," ingat Khofifah sembari tertawa kecil mengingat hal itu.

Ia pun merasa doa tersebut mulai terjawab saat usia 26-27 tahun, karena tawaran menjadi anggota DPRD - DPR RI mulai mengalir.

Namun pada saat itu, perasaan saya masih belum mantap  karena memikirkan pertanggungjawaban di hari akhir kelak. Tidak berhenti disitu, ia pun bertanya kepada salah satu gurunya bagaimana menjadi anggota DPR RI sekaligus menjelaskan tujuannya ingin menjadi wakil rakyat.

"Guru saya mengatakan ada yang namanya ijtihad artinya bekerja dengan sungguh-sungguh, maka ijtihad lah kamu. Kalau kamu merasa bahwa ijtihadmu benar, sudah dapat pahala," ungkap Khofifah.

Berawal dari situ, ia pun membulatkan tekad berkecimpung di panggung politik. Mulai menjadi anggota dan pimpinan di fraksi dan komisi tingkat DPR RI, menjadi Menteri era Presiden Abdurrahman Wahid dan Joko Widodo, hingga menjadi Gubernur Jawa Timur.

Kiprah Khofifah tersebut tidak lepas dari aktifnya dirinya selama di kampus. Maka dari itu, ia mengajak kepada para mahasiswa untuk ikut dan mau berorganisasi selama kuliah melengkapi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

"Saya ingin mengajak kepada anak-anak sekalian, bahwa setiap pertemuan ataunl interaksi  akan memberikan nilai tambah. Manfaatkan waktu untuk berorganisasi dan berinteraksi internal maupun eksternal saat kuliah. Hal itu sangat bermanfaat untuk masa depan kalian," pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Mohammad Nasih yang turut hadir dalam kesempatan tersebut  mengajak para mahasiswa bisa mengambil hikmah, inspirasi dan pembelajaran dari pengalaman hidup Khofifah.

"Hari ini kita mendapatkan guru yang sangat luar biasa untuk kita dapatkan hikmahnya, inspirasinya dari beliau (Khofifah). Tidak hanya menjadi inspirasi namun sekaligus tempat pembelajaran," kata Nasih.

"Pengalaman-pengalaman perjalanan dari beliau (Khofifah) menurut saya penting untuk menginspirasi adik-adik semuanya dalam melihat masa depan untuk diri sendiri dan bangsa," pungkasnya.

Sebagai informasi, selain dihadiri dari jajaran petinggi Universitas Airlangga (Unair), acara tersebut juga ada beberapa kepala OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.ain/ana

Berita Terbaru

Menkeu Tegaskan untuk Bayar Utang

Menkeu Tegaskan untuk Bayar Utang

Kamis, 13 Agu 2026 08:12 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:12 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara terkait total utang pemerintah yang tercatat lebih dari Rp 10.000 triliun per…

Ronaldo, Nikahi Pegawai Toko Ritel Gucci di Madrid

Ronaldo, Nikahi Pegawai Toko Ritel Gucci di Madrid

Kamis, 13 Agu 2026 08:09 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesepakbola Christiano Ronaldo resmi menikahi kekasihnya Georgina Rodriguez setelah menjalin hubungan sejak 2016. Mereka mengumumkan…

Polda Jatim Temukan Arisan Online Fiktif Capai Rp 71 miliar

Polda Jatim Temukan Arisan Online Fiktif Capai Rp 71 miliar

Kamis, 13 Agu 2026 08:03 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktorat Siber Polda Jawa Timur membongkar kasus dugaan arisan online fiktif dengan perputaran uang mencapai Rp 71 miliar. Ada 140 orang…

PACAR RAKA JATIM TIO, MASIH NGUMPET

PACAR RAKA JATIM TIO, MASIH NGUMPET

Kamis, 13 Agu 2026 08:00 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Disbudpar Jatim bersama Dewan Juri Raka Raki Jatim dan Disporapar Kota Surabaya menggelar rapat pembahasan pelanggaran kode etik Raka Wakil…

Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

Kamis, 13 Agu 2026 07:57 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan data terbaru Global Passport Index per Juli 2026, Warga Negara Indonesia (WNI) mengantongi akses bebas visa ke 89 negara di…

Wakaf Produktif Masjid Istiqlal dikelola Manajer Investasi

Wakaf Produktif Masjid Istiqlal dikelola Manajer Investasi

Kamis, 13 Agu 2026 07:54 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku masih membahas pengelolaan wakaf produktif Masjid Istiqlal. OJK mendorong pengelolaan dana umat di…