Menilik Dugaan Penyimpangan Pembangunan Puskesmas di Jombang dan Akal-akalan Pemenang Lelang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembangunan gedung Puskesmas Miagan.
Pembangunan gedung Puskesmas Miagan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Penerapan digitalisasi pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, melalui sistem lelang elektronik atau e-procurement dijanjikan mampu menekan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Selain itu, seluruh proses pengadaan dilakukan dengan mekanisme transparan dan akuntabel berbasis sistem.

Digitalisasi ini juga diharapkan dapat mengeliminasi sistem lelang yang memakan waktu lama dan rentan terjadi suap maupun akal-akalan menentukan pemenang lelang. Namun, pada kenyataannya selalu ada "jalan" bagi para pelaku untuk mengakali sistem tersebut.

Menurut salah seorang kontraktor yang enggan disebutkan namanya, meski menggunakan sistem lelang elektronik atau e-procurement tetap bisa diakali jika oknum aparat pemerintah melakukan persekongkolan dengan pengusaha pemilik CV.

Modusnya, oknum pemerintah dan penyedia barang atau jasa, bersepakat untuk bersama-sama mengakali sistem lelang elektronik yang sudah ditetapkan. Salah satunya dengan cara menentukan pemenang lelang, meskipun penyedia barang atau jasa itu tidak memenuhi syarat.

Seperti proyek pembangunan gedung Puskesmas Miagan, Kecamatan Mojoagung dan Puskesmas Perak yang terancam molor satu bulan jelang berakhirnya kontrak.

Padahal proyek pembangunan Puskesmas Miagan, Kecamatan Mojoagung yang menelan anggaran Rp 5,4 miliar dari APBD Kabupaten Jombang tahun 2023, harus sudah selesai pada tanggal 8 November 2023.

Akan tetapi, pengerjaannya diduga bukan dikerjakan oleh CV Sugio Langgeng sebagai pemenang lelang. Tetapi disinyalir digarap oleh pihak ketiga. Sementara pembangunan Puskesmas Perak harus selesai pada 28 November 2023. Pembangunan Puskesmas Perak diketahui menelan anggaran dari APBD 2023 sebesar Rp 4,2 miliar lebih. "Dari awal lelang, panitia itu (diduga) sudah tahu, dan diduga ada persekongkolan. Mereka (pemenang lelang) proyek pembangunan Puskesmas diduga tidak ada modal saat mengikuti lelang, panitia juga diduga sudah tahu itu sedari awal. Mau gak molor gimana pengerjaannya, baik yang Perak atau Mojoagung, wong ndak punya modal," kata dia, Sabtu (21/10/2023).

Ia pun menuding jika panitia lelang lebih memilih penyedia barang dan jasa yang bersekongkol sebagai pemenang lelang, meski berada diurutkan ketiga atau keempat penawar.

"Untuk urusan syarat lelang, penyedia barang dan jasa biasanya meminta dukungan, dari toko material atau pabrik yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek Puskesmas. Dengan syarat nanti ambil barangnya disitu. Itu pun hanya dibuat formalitas untuk kelengkapan lelang. Panitia juga sudah tau itu," kata dia menjelaskan sambil terkekeh.

Terkait, dugaan pengerjaan proyek puskesmas dipihak ketigakan. Menurutnya, semua urusan administrasi diawal memang pihak CV pemenang lelang yang membubuhkan tanda tangan.

"Karena, nama direktur CV pemenang lelang yang tertera. Misalkan pemenang lelang proyek pembangunan gedung Puskesmas Miagan, yang tanda tangan ya direktur CV Sugio Langgeng. Kalau dirubah, itu namanya pemalsuan identitas bro. Urusan yang mengerjakan pihak ketiga atau sub kontraktor siapa saja bisa diatur, yang penting sudah tanda tangan kontrak," tandasnya.

Pria berperawakan gemuk ini, bisa memastikan jika pengerjaan dua proyek pembangunan gedung Puskesmas itu bakal molor dari tanggal yang ditentukan. "Dari awal sudah kelihatan telat pengerjaannya," tegasnya memungkasi. Dugaan pengerjaan Puskesmas Miagan dipihak ketigakan dibenarkan salah seorang pekerja pembangunan berinisial M.

"Ini dipihak ketigakan, Kontraktornya kalau gak salah Haji RM rumahnya Surabaya," ungkapnya. Menurutnya, ada salah satu orang kepercayaan kontraktor yang biasa di lapangan untuk mengawasi proyek pembangunan gedung Puskesmas Miagan.

"Pak RF itu orang kepercayaan Haji RM, untuk mengawasi proyek disini (Puskesmas Miagan)," tegas M.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Syaiful Anwar menampik jika pengerjaan pembangunan gedung Puskesmas Miagan dipihak ketigakan kontraktor pemenang lelang."Kemarin saya konfirmasi ke PPK-nya, jadi yang dimaksud pihak ketiga itu bukan pembangunan "dijual" oleh pemenang lelang ke pihak lain.

Tapi, pembangunan tetap menjadi tanggung jawab CV Sugio Langgeng sebagai pemenang lelang, namun yang di lapangan itu mandor (berinisial M). Jadi bukan CV Sugio Langgeng menjual proyek yang dimenanginya ke mandor tersebut," katanya.

Namun, jika memang benar pelaksanaan pembangunan Puskesmas Miagan dipihak ketigakan, dijelaskan Syaiful cukup sulit untuk membuktikan kebenaran itu. Ini lantaran, yang tanda tangan kontrak dari pihak CV Sugio Langgeng. "Jika benar (dipihak ketigakan) itu sulit untuk dibuktikan. Kenapa, karena pas saya tanya, yang datang pas tanda tangan kontrak Direkturnya CV Sugio Langgeng langsung," ungkapnya. "Coba nanti kita cek lagi, untuk mengecek kebenarannya," pungkas Syaiful.sarep

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…