Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Mendorong Pemkot Segera Atasi Eceng Gondok Sebelum Menumpuk

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Karang Taruna setempat saat meninjau sungai Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, yang menjadi lautan eceng gondok, Minggu (22/10). 
Karang Taruna setempat saat meninjau sungai Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, yang menjadi lautan eceng gondok, Minggu (22/10). 

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Lautan eceng gondok memadati beberapa sungai di Surabaya, seperti yang tampak sungai Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya ini. Tanaman gulma liar yang menjadi musuh utama untuk kelancaran saluran air di kota Pahlawan ini. 

Melihat pemandangan tersebut Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung turun meninjau beberapa wilayah dan lokasi sungai, Laila mendapati saluran air di Surabaya saat ini terus ditumbuhi tanaman liar tersebut. Salah satunya yang paling mencolok ditemukan di Sungai Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo. 

Maka dari itu Laila Mufidah menyerukan dengan tegas bahwa Kota Surabaya tak boleh kalah melawan eceng gondok. Upaya melawan eceng gondok ini harus makin digalakkan. 

"Harus segera diambil langkah taktis. Mengeruk dan mengangkuti eceng gondok di seluruh saluran air. Tidak perlu menunggu saluran tertutup penuh seperti di Kalisari," ungkap Laila Mufidah Laila, Minggu (22/10). 

Tidak saja mengganggu fungsi sungai sebagai saluran air. Kelancaran air menjadi terganggu eceng gondok. Selain itu keberadaan eceng gondok itu juga mengganggu estetika sungai. Eceng gondok liar ini sudah menutupi hampir semua permukaan sungai di Kalisari Damen. 

Laila mendapat laporan warga kalau saluran air sungai di Kalisari penuh dengan eceng gondok. Pimpinan DPRD ini pun mengecek langsung ke lokasi. Ditemukan sungai tersebut seakan berubah menjadi lautan eceng gondok. Semua permukaan di sepanjang sungai tersebut berubah menjadi hamparan gulma. 

Saking parahnya, bahkan dari kejauhan sungai itu tidak tampak seperti saluran air. Pyur seluruh permukaan air berubah menjadi eceng gondok. Politisi perempuan PKB itu menyebut bahwa kondisi ini karena tanaman gulma itu terlalu lama dibiarkan. Tidak segera dibersihkan. 

Akibatnya eceng gondok yang sifat tumbuhnya cepat di permukaan air itu makin tumbuh menggila. Apalagi kalau air tenang, tanaman liar ini makin subur. "Kami berharap memang eceng gondok ini dikeruk secara berkala. Rutin. Jangan dikeruk menunggu menumpuk. Ini sudah menumpuk lho," kata Laila. 

Politisi Perempuan PKB ini mendesak kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga melakukan langkah taktis. Tidak bisa ditunda karena akan makin sulit diangkut kalau sudah masif dan meluas. Saat sudah begini, hanya alat berat yang bisa mengangkut eceng gondok tersebut. 

Dengan  kondisi permukaan sungai yang berubah menjadi lautan eceng gondok sangat mencemaskan warga di sekitar sungai Kalisari Damen. 

Hal itu diungkap warga kepada Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah , warga meminta agar saluran sungai itu dinormalkan agar aliran sungai tidak terhambat. Apalagi sebentar lagi musim hujan. 

Warga Kalisari meminta agar saluran sungai yang dekat perkampungan mereka segera dibersihkan dari tumbuh liar dan masifnya eceng gondok. "Warga takut saat hujan nanti air meluap. Sudah sekitar dua bulan eceng gondok dibiarkan seperti ini," kata Sobary Zuhad, warga Kalisari. 

Sobary yang Ketua Karang Taruna Kalisari Damen berharap Dinas terkait untuk mengeruk dan mengangkut eceng gondok. Agar warga di sepanjang Sungai Kalisari Damen menjadi tenang. Kalau tidak dikeruk, dipastikan luapan sungai akan mengancam. 

"Harapan warga di sini agar eceng gondok bisa segera dibersihkan agar tidak banjir. Kalau sampai meluap dan menggenangi rumah, penyakit-penyakit lain bisa datang. Semoga bisa dibersihkan. Kalau warga jelas tidak sanggup karena sudah banyak sekali," kata Sobary. Alq

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…