Miris, Ribuan Warga Blitar Idap Gangguan Jiwa di Usia Produktif: Mayoritas Pria

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi orang gangguan jiwa yang berkeliaran di jalanan. SP/ BLT
Ilustrasi orang gangguan jiwa yang berkeliaran di jalanan. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebanyak ribuan warga di Kabupaten Blitar dilaporkan banyak yang mengalami gangguan jiwa. Mirisnya, para penderita gangguan jiwa tersebut mayoritas adalah pria dan masih berada di usia produktif.

“Dari data ini terlihat pria usia produktif mendominasi penderita gangguan jiwa. Karenanya, keluarga harus menjadi yang terdepan mendampingi selama proses terapi pengobatannya. Karena gangguan jiwa ini bukan aib. Namun jika dibiarkan akan membahayakan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelas Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami.

Menurutnya, penderita gangguan jiwa terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Kasus tersebut mengalami peningkatan drastis sejak saat pandemi Covid-19 dan berlangsung hingga sekarang.

Seperti yang terlihat pada data yang dimiliki RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar menyebut sejak Januari hingga Oktober 2023, sedikitnya ada 5.057 pasien penderita gangguan jiwa yang berobat ke poliklinik jiwa. 

“Itu hanya angka yang tampak dari yang sudah ditangani ya. Saya menilai masih banyak masyarakat di luar sana yang menderita gangguan jiwa namun mereka abaikan. Jadi tidak mendapatkan penanganan dini,” jelasnya, Jumat (10/11/2023).

Diketahui, tercatat di 2020 sebanyak 2.430 pasien gangguan jiwa, 2021 sebanyak 2.638 pasien. Kemudian naik hampir dua kali lipat di 2022 menjadi 4202 pasien, dan makin tinggi tercatat sampai Oktober 2023 ini sebanyak 5.057 pasien.

“Rentang usia yang berpotensi depresi itu antara 15 sampai 39 tahun. Namun dari rentang usia itu, penderita gangguan jiwa terbanyak didominasi pria di usia produktif. Yakni di rentang usia 24 sampai 44 tahun,” ungkapnya.

Para penderita gangguan jiwa yang datang ke klinik jiwa RSUD Ngudi Waluyo ini rata-rata adalah mereka yang dengan terbuka menjalani konseling psikologis. Kemudian berlanjut ke terapi pengobatan oleh psikiater karena terdeteksi hal patologis tidak normal yang menjadi kewenangan dokter jiwa.

Minimnya literasi masyarakat terkait gangguan jiwa, membuat banyak orang yang terlambat mendapatkan penanganan medis. Hingga berakibat gangguan jiwa makin serius dari indikasi awal depresi hingga menjadi schizophrenia dan paranoid.

“Kita sering mengabaikan, susah tidur, malas makan, malas mandi, pengen tidur terus itu gejala awal gangguan jiwa. Jika kita abaikan, akan meningkat sampai pada schizophrenia atau paranoid,” tutupnya.

Meski angka penderita gangguan jiwa meningkat namun hal itu bukan lah yang menjadi perhatian utama. Yang lebih penting yakni kesadaran warga tentang pentingnya pemeriksaan kejiwaan bagi setiap orang yang merasa mengalami gejala awal gangguan jiwa. Sehingga proses pengobatan dan penyembuhan bisa dilakukan lebih cepat. blt-01/dsy

Berita Terbaru

Tutup Diklatda, Blegur : AMPG Ujung Tombak Golkar Jatim Gaet Gen Z di Pemilu 2029

Tutup Diklatda, Blegur : AMPG Ujung Tombak Golkar Jatim Gaet Gen Z di Pemilu 2029

Minggu, 06 Sep 2026 19:10 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 19:10 WIB

SURABAYAPAGi.COM, Surabaya – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) diminta menjadi ujung tombak Partai Golkar dalam menjangkau pemilih muda, khususnya Generasi Z d…

Parade Kebangsaan, Gambaran Keharmonisan Antar Etnis di Lamongan

Parade Kebangsaan, Gambaran Keharmonisan Antar Etnis di Lamongan

Minggu, 06 Sep 2026 18:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai penutup dari serangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Lamongan, pada Sabtu (5/9/2026) di Alun-alun Kota Lamongan …

Gebyar Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Balongdowo, Dua Unit Hadiah Sepeda Listrik Disponsori oleh UD Rahmat Jaya

Gebyar Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Balongdowo, Dua Unit Hadiah Sepeda Listrik Disponsori oleh UD Rahmat Jaya

Minggu, 06 Sep 2026 17:52 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Kepala Desa Balongdowo, Moch. Yatim, S.A.P., memberangkatkan ribuan peserta Gebyar Jalan Sehat peringatan HUT RI ke-81, Minggu p…

Muslimat NU Sidoarjo Perkuat Trauma Healing Korban KDRT Lewat Pendekatan Makan Bergizi Gratis

Muslimat NU Sidoarjo Perkuat Trauma Healing Korban KDRT Lewat Pendekatan Makan Bergizi Gratis

Minggu, 06 Sep 2026 17:45 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perundungan, serta kekerasan terhadap ibu dan anak di Kabupaten Sidoarjo …

Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Desak Bupati Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesantren

Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Desak Bupati Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesantren

Minggu, 06 Sep 2026 16:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Jelang memperingati hari santri, desakan agar bupati segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup), tentang Penyelenggaraan…

Pastikan Stok Beras Aman, Bulog dan Dinas Terkait Sidak ke Pasar

Pastikan Stok Beras Aman, Bulog dan Dinas Terkait Sidak ke Pasar

Minggu, 06 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras di tengah isu kenaikan harga pangan, Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama…