Gerakan Global Boikot Sukses Besar, Perekonomian dan Agresi Israel Mulai 'Amburadul'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi boikot produk Israel membuahkan hasil. SP/ SBY
Aksi boikot produk Israel membuahkan hasil. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aksi boikot produk yang mendukung Israel sebagai kepedulian dunia kepada warga Gaza kian membuahkan hasil. Mereka yang memboikot produk Israel dikenal dengan gerakan global BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi).

Sebelumnya sempat dipertanyakan apakah gerakan tersebut berpengaruh terhadap agresi Israel zionis yang terus menerus menyerang Palestina di Gaza. Namun, nyatanya jelas ekonomi mereka ‘amburadul’ (ambruk secara tiba-tiba) gegara dunia kompak tak membeli produk-produk yang masuk dalam list boikot.

Dengan kematian warga sipil Palestina yang mencapai puluhan ribu di 2023 ini sejak serangan milisi Hamas pada 7 Oktober lalu, maka bisa dipastikan bahwa Israel semakin buntung. Apalagi aksi boikot ini secara global dilakukan secara masif di penjuru dunia.

Hal tersebut juga terbukti, dari adanya beberapa brand yang diduga terafiliasi dengan Israel memang sepi pengunjung. Salah satunya di Indonesia, publik kebanyakan teguh memblok membeli di sana.

Melansir Al Jazeera dikutip Minggu (19/11/2023), ada dugaan laporan nilai kerugian terbaru yang diderita negeri Yahudi. Merujuk pada laporan Al Jazeera pada 2018 lalu saja mengungkapkan bahwa gerakan boikot berpotensi menimbulkan kerugian hingga US$ 11,5 miliar atau sekitar Rp 180,48 triliun (asumsi kurs Rp15.694/US$) per tahun bagi Israel.

Meski otoritas Israel mengancam bahwa gerakan boikot ini malah juga akan merugikan Palestina, publik sepertinya masih akan terus kompak melakukan hal ini.

Bahkan, organisasi non-profit berbasis di Washington, AS) Brookings Institution, mengatakan gerakan BDS tidak akan secara drastis mempengaruhi perekonomian Israel. Kemungkinan hanya sekitar 40 persen ekspor Israel. 

Hal tersebut lantaran barang "intermediet" atau produk tersembunyi yang digunakan dalam proses produksi barang di tempat lain, seperti semikonduktor. Sementara, kurang-lebih 50�ri ekspor Israel adalah barang 'diferensiasi' atau barang yang tidak dapat digantikan, macam chip komputer.

Dikutip dari data Bank Dunia, bahwa ekspor barang-barang "intermediet" mengalami penurunan tajam dari 2014 hingga 2016 sehingga menimbulkan kerugian sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 94,16 triliun. 

Sebagai perbandingan di tahun 2018, 2016, dan 2014 itu, maka 2023 ini bisa dipastikan memang ekonomi Israel cukup kena pengaruh dari aksi dunia. sb-02/dsy

Berita Terbaru

Patroli Sahur di Panceng Gresik Ricuh, Dua Pemuda Terluka Disabet Senjata Tajam

Patroli Sahur di Panceng Gresik Ricuh, Dua Pemuda Terluka Disabet Senjata Tajam

Jumat, 27 Feb 2026 21:02 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 21:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Kegiatan patroli sahur yang dilakukan sejumlah remaja di wilayah Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berubah menjadi a…

Emplotee Voluntering, BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Bagikan Takjil Gratis

Emplotee Voluntering, BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Bagikan Takjil Gratis

Jumat, 27 Feb 2026 20:21 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 20:21 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Mojokerto menggelar kegiatan Employee Voluntering dengan membagikan takjil kepada…

Pengamat: Minim Gebrakan, Belum Terdengar Gaungnya di Publik

Pengamat: Minim Gebrakan, Belum Terdengar Gaungnya di Publik

Jumat, 27 Feb 2026 20:03 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur belum sepenuhnya diikuti dengan manuver politik yang t…

Kejagung Soroti Hilangnya Uang Pengganti Bos Pertamina

Kejagung Soroti Hilangnya Uang Pengganti Bos Pertamina

Jumat, 27 Feb 2026 19:06 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 19:06 WIB

Sebelum Pembacaan Putusan, Dirut PT Pertamina Sudah Menangis. Saat Masuk Ruang Sidang, bergema suara dukungan terhadapnya. “Tuhan Maha Baik,” Teriak Para Pen…

Ko Erwin Bede Narkoba Penyuap AKBP Didik, Pincang

Ko Erwin Bede Narkoba Penyuap AKBP Didik, Pincang

Jumat, 27 Feb 2026 19:04 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 19:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ko Erwin yang menjadi DPO dalam keterlibatan kasus narkoba yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dan…

Terulang Jual Beli Bayi, Bermodus Jasa Adopsi Anak

Terulang Jual Beli Bayi, Bermodus Jasa Adopsi Anak

Jumat, 27 Feb 2026 19:03 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 19:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Apresiasi Bareskrim Polri Bongkar perdagangan orang (TPPO). Kasus ini…