Cabai Rawit Merah Mulai Langka, Harga Ikut Menggila Sentuh Rp 80.000/Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi para pedagang cabai rawit di sekitar Tanjungbarat, Jagakarsa, Jakarta. SP/ JKT
Ilustrasi para pedagang cabai rawit di sekitar Tanjungbarat, Jagakarsa, Jakarta. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Komoditas cabai rawit merah yang mulai langka membuat harganya pun kian menggila melonjak. Bahkan tak hanya konsumen, namun mahalnya harga cabai merah pun berpengaruh pada pedagang.

Salah satunya, Ambar, seorang pedagang sayur di Jagakarsa, Jakarta Selatan mengaku cabai rawit sejak Minggu (19/11/2023) petang harganya naik lagi. Selain harga naik, jumlahnya pun sangat sedikit sehingga belanja kulaknya pun dibatasi.

Menurutnya, harga cabai rawit merah dan cabai keriting merah kembali naik jadi menyentuh Rp 80.000/kg. Sementara cabai rawit hijau dijual Rp 70.000/kg dan cabai keriting hijau Rp 65.000/kg.

"Cabai rawit gak turun-turun dari harga normalnya Rp 45 ribuan/kg. Sudah mahal susah dapatnya," kata Ambar.

Sementara pedagang sayur lainnya, di sekitar Tanjungbarat, Jagakarsa, Udin menyebut kalau barangnya semakin langka harga cabai rawit merah sulit untuk turun.

"Mungkin saja harganya besok mau naik lagi," ujarnya, Senin (20/11/2023).

Selain pedagang, para pemilik warung tegal (warteg) juga mengeluhkan kenaikan cabai rawit yang melonjak-lonjak. Salah satunya, Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni yang juga pusing memikirkan harga cabai.

Pasalnya sebagian besar jenis makanan jualan di warteg menggunakan cabai sebagai bumbu penyedap. Bahkan, para anggota Kowantara harus menyiasati agar masakan warteg tidak terlalu tergantung pada cabai.

"Yang jelas, harga cabai sangat berpengaruh terhadap biaya produksi. Karenanya, sekarang bikin masakannya yang tidak tergantung pada cabai," ujar Mukroni.

Meski menyajikan menu pedas, jelasnya, pengusaha warteg bahan-bahan tradisional sebagai alternatif.

"Rempah-rempah alternatif yang dapat menggantikan rasa pedas dari cabe. Misalnya, lada, bumbu-bumbu lain atau jahe yang dapat memberikan rasa dan aroma yang lezat pada makanan," kata Mikroni.

Menanggapi pedasnya harga cabai rawit tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan kenaikan harga tersebut sebagai siklus musiman. Menurutnya, Ia menyebut yang terpenting, harga beras tidak mengalami kenaikan lagi meskipun belum turun secara drastis.

"Kalau yang naik tinggi memang cabai tapi ini kan musiman, kalau musimnya seperti ini pasti. Tapi yang paling penting kita akan berusaha keras di beras karena itu makanan pokok kita, sampai saat ini belum bisa turun secara drastis tapi paling tidak sudah tidak naik," katanya. jk-06/dsy

Berita Terbaru

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Sumur Mengering saat Kemarau, Puluhan Desa di Trenggalek Krisis Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Setelah debit sumur warga terus menurun saat musim kemarau panjang, kini sedikitnya 50 desa di 12 kecamatan di Kabupaten…

Siap Dibuka 28 September, Tiket Online Kawasan Taman Kawah Ijen Sudah Bisa Dipesan

Siap Dibuka 28 September, Tiket Online Kawasan Taman Kawah Ijen Sudah Bisa Dipesan

Minggu, 27 Sep 2026 14:35 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti penanganan darurat kebakaran dan evaluasi keselamatan kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi telah…

Tertibkan Sampah Visual, Pemkot Batu Bakal Siapkan 8 Ruang Kreatif Seniman

Tertibkan Sampah Visual, Pemkot Batu Bakal Siapkan 8 Ruang Kreatif Seniman

Minggu, 27 Sep 2026 14:21 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti permasalahan sampah di Kota Batu tidak melulu berupa limbah fisik yang berserakan di jalanan mulai dari baliho dan…

Masuki Masa Tanam Ketiga, Ngawi Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Masuki Masa Tanam Ketiga, Ngawi Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Minggu, 27 Sep 2026 14:14 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Guna memenuhi kebutuhan petani, terutama menjelang masa tanam ketiga tahun ini, Kabupaten Ngawi mendapat tambahan alokasi pupuk…

Revitalisasi Kebun Satwa Mini, Pemkab Tulungagung Alokasikan Rp350 Juta

Revitalisasi Kebun Satwa Mini, Pemkab Tulungagung Alokasikan Rp350 Juta

Minggu, 27 Sep 2026 13:40 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 13:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebelum akhir tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bakal segara merevitalisasi kebun satwa mini yang ada di…

Percepat Pembangunan Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Pilih Skema Penlok Bertahap

Percepat Pembangunan Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Pilih Skema Penlok Bertahap

Minggu, 27 Sep 2026 13:39 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 13:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembebasan lahan pembangunan Flyover Gedangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo…