9 ribu Lebih ODHIV ditemukan di Jatim, Kadinkes: Bisa dicegah dan Diobati, Akhiri HIV-AIDS di 2030

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berharap bumi majapahit mampu targetkan eliminasi HIV-AIDS 2030 mendatang. SP/AINI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berharap bumi majapahit mampu targetkan eliminasi HIV-AIDS 2030 mendatang. SP/AINI

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam rangkaian Hari Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Sedunia, Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) memaparkan jumlah Orang dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV) menjelang akhir tahun 2023 ini.

Kadinkes Provinsi Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono mengatakan, berdasarkan Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA), per 23 November 2023, tercatat ada ribuan warga Jatim yang ODHIV.

"Estimasi ODHIV di Jawa Timur Tahun 2023 sebanyak 65.238 orang. Sedangkan ODHIV yang berhasil ditemukan mulai Tahun 1989 sampai dengan Tahun 2023 sebanyak 97.431 orang," kata Erwin, Selasa (5/12/2023).

Sedangkan penemuan ODHIV baru dalam rentang Januari sampai November 2023 sebesar 9.409 orang. Jumlah penemuan tersebut melebihi dari estimasi ODHIV di Jawa Timur Tahun 2023.

Kendati demikian, Erwin menyebutkan kalau saat ini pemerintah sudah mengalokasikan anggaran tertentu untuk membantu pengobatan penyakit HIV dengan Anti Retroviral (ARV).

Ia menjelaskan bahwa dengan ARV menjanjikan kesembuhan. Dalam enam bulan pertama. Meskipun demikian, konsumsi ARV tetap diperlukan sepanjang hidup untuk menjaga imunitas.

"Terapi HIV dengan ARV ini sangat menjanjikan, karena target pemerintah sendiri dalam 6 bulan pertama, 95 persen virusnya sudah harus tidak terdeteksi. Jika sudah tidak terdeteksi, maka diharapkan kekebalan tubuhnya akan bangkit dengan sendirinya," ungkap Erwin.

"Kalau kekebalan bangkit, maka diharapkan pasien HIV akan kembali pulih normal seperti biasa dari sisi imunitasnya, namun tetap harus mengonsumsi ARV," sambungnya.

Namun, Menurut Erwin, jangan dibayangkan sepanjang hidup harus minum obat, tetapi hanya cukup meluangkan waktu 5 menit setiap harinya untuk mengonsumsi ARV. Imunitas ODHIV bisa terjaga dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

"Jadi, pemenangnya adalah siapa yang mau berobat," tegas Erwin.

Sementara itu, menurutnya penularan HIV sendiri sebenarnya cukup sulit. Karena hanya dua kemungkinan resiko tertular, yakni melalui menggunakan narkoba suntik dan melakukan seks bebas.

"Selama masyarakat tidak menggunakan narkoba suntik bersama-sama dengan yang lain atau tidak melakukan hubungan seks berisiko, kemungkinan besar tidak akan tertular," terangnya.

Pada peringatan Hari AIDS tahun ini,  memfokuskan pada pendekatan yang lebih holistik. Dimana, Erwin menggarisbawahi pentingnya layanan kesehatan yang mencakup skrining HIV, hepatitis B, dan sifilis untuk ibu hamil guna mewujudkan generasi yang lebih sehat.

Dr. Erwin juga menyoroti perlunya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV dalam berbagai sektor masyarakat. Eliminasi HIV pada tahun 2030 menjadi target, dengan strategi "STOP HIV-AIDS": Suluh (edukasi), Temukan (skrining), Obati (pengobatan), dan Pertahankan (perawatan sepanjang hidup).

Harapannya, pemahaman yang lebih objektif tentang HIV akan membantu mengubah pandangan masyarakat

"Kita mengharapkan pemahaman masyarakat yang jauh lebih objektif, tidak dipengaruhi oleh informasi-informasi yang bias atau tidak bisa dipertanggungjawabkan," tutur pria yang baru saja dianugerahi gelas profesor, guru besar dari Universitas Airlangga (Unair) tersebut

Tak hanya itu, kedepan juga ada kolaborasi dari berbagai pihak akan membawa Indonesia menuju eliminasi HIV-AIDS pada tahun 2030.

"Semoga peringatan Hari AIDS kali ini membawa paradigma baru bagi masyarakat untuk percaya diri menghadapi eliminasi HIV dengan target tahun 2030, tentunya dengan strategi dan cara yang terbaik," papar Erwin.

"Dan nantinya diharapkan kami bisa bermitra dengan teman komunitas dalam membantu untuk menjadi pendamping minum obat. Dengan kolaborasi dan bergerak bersama semua pihak, maka bisa wujudkan mimpi kita eliminasi HIV-AIDS tahun 2030," pungkasnya. Ain

Berita Terbaru

Ning Ita Dorong Pencari Kerja Manfaatkan Pelatihan untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi

Ning Ita Dorong Pencari Kerja Manfaatkan Pelatihan untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi

Senin, 31 Agu 2026 16:23 WIB

Senin, 31 Agu 2026 16:23 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan kerja berbasis ko…

Stok Darah Golongan A dan AB Kian Menipis, PMI Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Donor Darah

Stok Darah Golongan A dan AB Kian Menipis, PMI Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Donor Darah

Senin, 31 Agu 2026 16:16 WIB

Senin, 31 Agu 2026 16:16 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Ketersediaan stok darah di Unit Pelayanan Darah (UPD) PMI Kota Mojokerto untuk golongan darah A dan AB kian …

Polsek Garum Edukasi Siswa/siswi SDN Diberi Anti Bullying dan Bijak Gunakan HP

Polsek Garum Edukasi Siswa/siswi SDN Diberi Anti Bullying dan Bijak Gunakan HP

Senin, 31 Agu 2026 15:55 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Polsek Garum lakukan kegiatan pembinaan dan edukasi kepada pelajar melalui program Police Goes to School. Kali in Polsek …

Petani di Mojokerto Pilih Beralih Tanam Jagung Imbas Pasokan Air Terbatas

Petani di Mojokerto Pilih Beralih Tanam Jagung Imbas Pasokan Air Terbatas

Senin, 31 Agu 2026 15:48 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pasca pasokan air mulai terbatas di musim kemarau ini, membuat sejumlah petani di wilayah Mojokerto, Kecamatan Trimurjo,…

Pemkot Surabaya Hadirkan Taman Prestasi, Wujudkan Rekreasi Murah dan Edukatif Anak

Pemkot Surabaya Hadirkan Taman Prestasi, Wujudkan Rekreasi Murah dan Edukatif Anak

Senin, 31 Agu 2026 15:42 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mewujudkan ruang publik ramah anak dan berorientasi pada keluarga, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan Taman…

Rumput Stadion Ponorogo Rusak Usai Konser Jos Jis, Persepon Desak EO Tanggung Jawab, Kabid PoRA Bungkam

Rumput Stadion Ponorogo Rusak Usai Konser Jos Jis, Persepon Desak EO Tanggung Jawab, Kabid PoRA Bungkam

Senin, 31 Agu 2026 15:39 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Rumput Stadion Batoro Katong, Ponorogo, mengalami kerusakan setelah digunakan sebagai lokasi konser Jos Jis Fest, Minggu…