Pertumbuhan Ekonomi RI Ditargetkan Rp1.650 Triliun di Tahun 2024, Jokowi: Bukan Hal yang Gampang

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 07 Des 2023 13:42 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Ditargetkan Rp1.650 Triliun di Tahun 2024, Jokowi: Bukan Hal yang Gampang

i

Presiden Joko Widodo (Jokowi). SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menjelang tahun 2024, pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditargetkan di angka 5,1 persen hingga 5,7 persen, sehingga pemerintah membutuhkan realisasi investasi sebesar Rp1.650 triliun. Namun, realisasi investasi tersebut bukanlah hal yang gampang dengan situasi dunia saat ini yang tidak mendukung. 

"Bukan hal yang gampang dengan situasi dunia sekarang yang tidak mendukung, tetapi saya meyakini kerja keras kita semuanya akan bisa menyelesaikan target investasi yang kita buat ini Rp1.650 triliun," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (07/12/2023).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menekankan kembali soal pentingnya investasi di Indonesia. Ia menyebut bahwa semua negara membutuhkan investasi, sebab hal itu merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di sebuah negara.

"Saya ingin mengulang lagi bahwa semua negara saat ini butuh yg namanya investasi karena kunci pertumbuhan ekonomi sebuah negara saat ini sangat sulit sekali menaikkan konsumsi masyarakat bukan hal yang gampang menaikkan ekspor bukan hal yang gampang. Naik sedikit saja sangat sulit," kata Jokowi.

Pergerakan investasi Jokowi menyebut adanya pergerakan investasi di dalam negeri bisa membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dan juga mendatangkan penerimaan negara dan daerah.

"Tapi yang dikejar-kejar semua negara saat ini adalah hanya satu, investasi. Dan kita juga sama kita ingin buka kesempatan kerja yang selebar-lebarnya bagi rakyat kita. Oleh sebab itu sekali lagi investasi harus terus tumbuh, karena juga investasi akan mendatangkan penerimaan negara, mendatangkan penerimaan negara dan juga penerimaan daerah," tegasnya.

Selain membuka kesempatan kerja, Kepala Negara itu bilang, investasi juga mendatangkan penerimaan negara. Diantaranya mulai dari pajak badan pajak penghasilan perorangan, pajak penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Banyak yang bertanya, pak investasi itu selain kesempatan kerja apa sih? Penerimaan negara. Karena PPh badan pasti kita dapat, PPh karyawan pasti kita dapat, bea ekspor, PNBP, kalau kita ikut masuk saham, berarti juga dapat dividen setiap tahunnya," jelasnya.

"Sering saya tekankan bahwa, investor itu didorong untuk bekerja sama berpartner dengan pengusaha-pengusaha nasional. Yang kedua berpartner dengan pengusaha-pengusaha daerah, seberapapun sahamnya, tapi pengusaha daerah ada, pengusaha nasional ada," pungkasnya. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

Tag :

BERITA TERBARU