E-KTP Diganti IKD, DPR Ingatkan Keamanan Data

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Jokowi inginkan tidak ada lagi pencetakan E-KTP fisik. Ini digantikan ke identitas kependudukan digital (IKD) lewat ponsel. Padahal program E-KTP menelan anggaran proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun.

Mendagri saat itu, Gamawan Fauzi menyebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk), e-KTP berlaku seumur hidup, dan pengurusannya tidak dipungut biaya alias gratis.

Kartu Tanda Penduduk elektronik (disingkat e-KTP atau KTP-el) ini dinyatakan Kartu Tanda Penduduk yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi. Program KTP-el diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, tahun 2009, era SBY.

 

KTP Sakti Ganjar-Mahfud

Kini muncul program KTP Sakti. Program ini dicanangkan paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud. Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim tak masalah dengan kebijakan tersebut. Dia menilai yang terpenting bukan kartunya melainkan NIK.

"Intinya nggak masalah karena kan sebenarnya dari KTP itu yang penting bukan kartunya, yang penting NIK-nya, Nomor Induk Kependudukan," kata Chico Hakim, kepada wartawan, Rabu (3/1/2024).

 

Soal Keamanan Data

Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PAN, Guspardi Gaus mengingatkan soal keamanan data. Apalagi, lanjut dia, kerap terjadi serangan dari hacker.

"Kalau diserang hacker (lalu) hilang. Semua harus ada backup, safety juga harus dipikirkan," kata anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus saat dihubungi, Jumat (29/12/2023).

Guspardi mempertanyakan soal keamanan data kependudukan setelah menjadi IKD. Jangan sampai, ada oknum atau pihak yang menyalahgunakan data kependudukan.

"Termasuk keamanannya bagaimana? Perlu ada safety, jangan sampai ada penyalahgunaan pihak manapun. Itu kan rahasia identitas pribadi warga," katanya.

 

Kebocoran 204 Juta Data

Dia mengungkit soal dugaan kebocoran 204 juta data pemilih pada Pemilu. Dia mengatakan jangan sampai ada data kependudukan yang diperjualbelikan oleh pihak tertentu. "204 juta yang dibilang itu kan dijual, dihack, dimacam-macam. Dan jumlah itu pun hampir bersamaan dengan jumlah data pemilih," katanya.

Menurut Guspardi, IKD tak serta merta menghapus KTP cetak. Menurutnya, antara KTP cetak dangan IKD bisa saling membackup data.

"Mungkin IKD itu sebagai backup saja. Jadi apakah digitalisasi dimanfaatkan itu bagaiamna? Jangan orientasi kepada proyek anggaran. Jadi perbaikan penyempurnaan data kependudukan," katanya.

"Targetnya ke depan dari Pak Presiden tak ada lagi cetak-cetak KTP semua cukup pakai IKD yang nanti akan bisa dibawa di HP masing-masing. Bagi masyarakat yang belum punya HP tetap KTP cetak bisa digunakan," kata Azwar Anas, Menteri PAN-RB, Rabu (3/1).

 

Permintaan Jokowi

Layanan lain yang akan difokuskan dalam SPBE adalah platform pertukaran data. Azwar mengatakan selama ini kementerian dan lembaga sudah memiliki data lengkap, tapi belum optimal pemanfaatannya.

Dia mengatakan Jokowi juga meminta agar layanan pembayaran digital dimaksimalkan. Azwar menilai hampir semua kementerian sudah menggunakan layanan tersebut.

"Kemudian pelayanan publik portal satu data, tadi Pak Presiden meminta portal layanan tak lagi sektoral per kementerian tapi berdasarkan kebutuhan. Misalnya contoh di Estonia langsung bagaimana cara melahirkan, bagaimana saya menikah, bagaimana asuransi saya. Jadi langsung ke urusan masing-masing, tidak lagi ke sektoral. Ini nanti akan dilakukan rapat kabinet paripurna oleh Bapak Presiden," ucapnya .

 

Identitas Kependudukan Digital

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengakui tengah berusaha untuk mengganti e-KTP dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).Hal itu tengah diupayakan pemerintah dan dilakukan secara bertahap dengan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan IKD tak akan serta-merta menggantikan KTP elektronik. Dia mengatakan saat ini, KTP dan IKD saling melengkapi.

"Setahu saya selama IKD tetap jalan terus, karena kan kita nggak bisa langsung selesai semua. Kita tentu sangat toleran ya," kata Tito kepada wartawan di Media Center Indonesia Maju, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).

 

Penerapan IKD Belum Rampung

Tito menerangkan bahwa saat ini proses penerapan IKD masih belum rampung dan terus berjalan. Di saat yang bersamaan, menurut dia, pemerintah juga turut melakukan evaluasi.

"Ketika IKD-nya belum selesai semua, maka otomatis yang manual masih jalan, sambil kita akan evaluasi," jelas Tito. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Lapak Hewan Kurban Mulai Berjejer di Jalanan Surabaya hingga Gencar Promosi Online

Lapak Hewan Kurban Mulai Berjejer di Jalanan Surabaya hingga Gencar Promosi Online

Selasa, 19 Mei 2026 12:46 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul adha 2026, sejumlah lapak hewan kurban mulai dari sapi, kambing hingga domba berjejer di sepanjang Jalan…

Isu Transparansi BUMD Jatim Menguat, Audit PJU Diminta Segera Dilakukan

Isu Transparansi BUMD Jatim Menguat, Audit PJU Diminta Segera Dilakukan

Selasa, 19 Mei 2026 12:39 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah (Sekda) untuk merombak jajaran direksi sejumlah Badan Usaha Milik D…

Kegiatan Flushing 2 Bendungan, Warga di Blitar Bondong-bondong Cari Ikan Mabuk

Kegiatan Flushing 2 Bendungan, Warga di Blitar Bondong-bondong Cari Ikan Mabuk

Selasa, 19 Mei 2026 12:35 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Melihat fenomena flushing alias pladu bendungan di Blitar yang dimulai oleh Perum Jasa Tirta I di Bendungan Wlingi dan Lodoyo…

Maraknya Aktivitas Pemilahan Liar di TPS Surabaya Imbas Lonjakan Harga Plastik

Maraknya Aktivitas Pemilahan Liar di TPS Surabaya Imbas Lonjakan Harga Plastik

Selasa, 19 Mei 2026 12:14 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Imbas lonjakan harga plastik yang masih mahal mengakibatkan maraknya aktivitas pemilahan liar di sejumlah Tempat Penampungan…

Polres Blitar Kota Gelar Launcing Program KOPLINGMAS BABINKAMTIBMAS dan Pemberian Penghargaan Anggota

Polres Blitar Kota Gelar Launcing Program KOPLINGMAS BABINKAMTIBMAS dan Pemberian Penghargaan Anggota

Selasa, 19 Mei 2026 12:05 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 12:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K. pagi ini  memimpin  kegiatan Apel pemberian penghargaan sekaligus l…

Pemkab Sidoarjo Butuh Rp400 Miliar untuk Pembebasan Lahan Flyover Gedangan

Pemkab Sidoarjo Butuh Rp400 Miliar untuk Pembebasan Lahan Flyover Gedangan

Selasa, 19 Mei 2026 11:50 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan layang atau flyover Gedangan di Kecamatan Gedangan, Pemerintah…