Baru Rampung Dikerjakan, Proyek Tanggul Gude BBWS Brantas Rp 59 Miliar di Jombang Rontok

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 08 Jan 2024 19:04 WIB

Baru Rampung Dikerjakan, Proyek Tanggul Gude BBWS Brantas Rp 59 Miliar di Jombang Rontok

i

Pekerja nampak melakukan perbaikan tanggul Gude milik BBWS Brantas yang ambrol di Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Jombang, Senin (8/1/2024) pagi. SP/Sarep

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Belum genap tiga bulan, proyek perbaikan tanggul atau plengsengan sekunder Gude milik BBWS yang menelan anggaran Rp 59,6 miliar ambrol dibeberapa titik.

Salah satunya di Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Jombang. Nampak, bagian precast lining yang dipasang di plengsengan sungai rontok.

Baca Juga: Pelajar SD Nyaris Buta Terkena Lemparan Kayu di Jombang, Orang Tua: Ganti Rugi Tak Sepadan!

Menurut, salah seorang warga Prasetyo. Kerusakan pada precast lining yang dipasang di tanggul sungai Dusun Gabus, Desa Tunggorono terjadi kurang lebih seminggu lalu.

"Baru selesai dibangun, belum ada tiga bulan. Tapi sudah rontok (ambrol) plengsengannya," kata pria berusia 38 tahun ini kepada media, Senin (8/1/2024).

Diungkapkannya, di Gabus ada dua titik kerusakan plengsengan sepanjang kurang lebih 5 meter dan satunya 4 meter.

Ia menyebut, bangunan itu memang baru rampung dikerjakan sekitar November atau Desember 2023 lalu. Pembangunannya, dilakukan untuk menggantikan plengsengan lama yang berupa pasangan batu kali. “Dulunya pakai batu kali, tapi sudah banyak yang bolong, terus diganti pakai yang kayak panel cor itu,” tambahnya.

Namun, dalam sepekan setelah hujan deras, debit air Sekunder Gude meninggi. Bangunan yang baru jadi itu diterjang arus sungai hingga amblas.

“Kalau dilihat memang seperti cuma ditempel saja, jadinya wajar kalau rusak, ini sudah dua kalau dibiarkan bisa lebih parah itu pasti,” tandas Prasetyo.

Selain di Gabus, Tunggorono kerusakan juga terpantau di perbatasan Desa Brambang dan Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek. Precast lining yang dibangun belum lama ini, juga rontok.

Baca Juga: Satu TPS di Jombang Gelar Pemilihan Ulang, Ini Penyebabnya

Faktor Debit Air, Sudah Lakukan Perbaikan

Sementara itu, kontraktor pelaksana PT Tiara Multi Teknik, Hanif Jatmiko mengatakan jika kerusakan plengsengan pada proyek bernilai miliaran itu dikarenakan faktor tingginya debit air.

"Untuk plesengan yang ambrol, itu dikarenakan adanya banjir akibat hujan yang tinggi," ungkapnya, Senin (8/1/2024) petang.

Selain itu menurutnya, ada rembesan air dari saluran terseier di samping saluran besar itu yang masuk ke tanggul hingga menyebol bagian lining yang dipasang.

Baca Juga: Masuki Musim Tanam, Beragam Pesanan Alat Pertanian Meningkat 30 Persen

"Untuk perbaikan kita pasang pipa untuk jalur rembesan dari saluran," tegas Hanif.

Terkait kerusakan itu, pihaknya juga menyebut sudah mulai melakukan perbaikan. Hal itu, juga seperti yang terpantau di titik kerusakan tanggul Dusun Gabus, Desa Tunggorono Senin (8/1/2024). Nampak sejumlah pekerja mulai melakukan perbaikan.

Diketahui, proyek pembangunan precat lining di Sekunder Gude bagian dari Proyek ini, bernama Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Siman Kab. Kediri dan Kab. Jombang (Tahap 5) Paket 2 milik Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Brantas BBWS Brantas, Kementrian PUPR.

Menyedot anggaran APBN sebesar Rp 59.625.000.000. Di Jombang, proyek itu masuk di beberapa saluran, termasuk Sekunder Gude Ploso yang dibangun precat lining sepanjang 4-5 kilometer, Terlihat di LPSE Kementrian PUPR RI, Pelaksana proyek itu, adalah PT Tiara Multi Teknik, yang beralamat di Jalan Ketintang Baru Selatan VII No.10 Surabaya. Sarep

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU