Ganjar-Mahfud, Capres-cawapres Semi Pemerintah Jokowi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya pantau tren Elektabilitas capres Ganjar-Mahfud, cenderung terus turun. Bahkan disalip capres Anies Baswedan-Cak Imin. Indikasi apa? Elektabilitasnya kayaknya terseok seok.

Sebagai jurnalis yang mengikuti dari luar parpol pendukung, capres Ganjar-Mahfud, saya serap isu-isu yang dipakai datar-datar saja. Ada kesan gamang. Bahkan cenderung seperti memerankan capres-cawapres semi pemerintah.

Beda dengan capres Anies Baswedan-Cak Imin. Keduanya sejak awal sudah greng soroti program Jokowi dengan isu-isu perubahan.

Menurut akal sehat seorang wartawan, capres Anies Baswedan-Cak Imin, cerdas mengelola isu. Ibarat barang jualan, isu itu digelindingkan terus untuk menghentak pemilih muda yang dikenal suka perubahan . Bahasa jurnalistiknya isu isu itu di running.

 

***

 

Saya mencatat cawapres Muhaimin Iskandar, misalnya merasa optimistis Anies Baswedan, bisa mengendalikan isu-isu penting. Termasuk akan menyampaikan tema debat terakhir lebih baik ketimbang debat ketiga. kepada masyarakat

Dengan demikian, penyampaian tema itu akan mendapatkan tanggapan dari bangsa.

Cak Imin, menyebut tema-tema yang disampaikan Anies akan menjadi bagian dari agenda bersama pembangunan bangsa.

Nah, saya menilai penjelasan Cak Imin ada cara meramu strategi agar dapat memperoleh dampak elektoral.

Berbeda dengan pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Meski mengusung misi Kedaulatan NKRI dengan Sistem Pertahanan 5.0. Juga berjanji akan memodernisasi pertahanan Sakti, tapi menurut saya masih tahap kritis tapi belum membuat capres Prabowo, dredek atau tersentak.

Padahal gagasan yang ditawarkan Ganjar-Mahfud aktual yaitu mengusung transformasi pertahanan berdasarkan doktrin Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata). Gagasannya ini untuk membentuk kekuatan pertahanan Indonesia yang berdaya gentar dan dilengkapi alutsista Sakti.

Gagasan baik tapi disampaikan datar oleh Ganjar maupun Mahfud, apakah mudah memperoleh simpati pemilih?

Saya berpikir dalam konteks pemilu, debat juga bisa jadi basis yang sangat mempengaruhi dampak elektoral seorang capres. Saya menyebut isu isu yang dilemparkan Ganjar memang cerdas, tapi tidak menimbulkan polemik di publik.

Kesan saya, nanajemen isu Ganjar-Mahfud, seperti tidak diolah untuk menarik pemilih muda. Apakah tim Ganjar lalai kelola riset kualitatif dan kuantitatif mainkan isu pojokan posisi Prabowo dan Jokowi, seperti Anies dan Cak Imin? Walahualam.

Catatan jurnalistik saya, sepertinya Ganjar gamang memunculkan strategi perubahan isu (Issue Change Strategy Options) yang menurunkan reputasi Prabowo dan Jokowi.

 

***

 

Saya timbang timbang posisi Menkopolhukam yang bertugas memantau perkembangan politik terkini, dilematis jadi cawapres kader PDIP.

Apalagi, Mahfud juga pernah nyaris menjadi cawapres Joko Widodo ketika mencalonkan diri pada Pilpres 2019. Namun kala itu, Ma'ruf Amin lah yang akhirnya didapuk mendampingi Jokowi. Meski gagal menjadi wakil presiden Jokowi, Mahfud ditunjuk menjadi Menkopolhukam.

Setelah itu Mahfud dilantik menjadi Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (2017–2018) dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (2018).

Posisi Mahfud ini tak ubahnya penyelenggara negara yang "diswastakan". Ini karena posisinya, sebagai menko bidang politik. Mahfud harus tahu semua kekuatan politik dan semua fenomena politik. Bahasa gaulnya, jaga keseimbangan.

Terpilihnya sebagai cawapres Ganjar, karena Megawati Sukarnoputri mengenal, Mahfud MD adalah sosok yang disebutnya "tidak asing" bagi Ketum PDIP. Ini karena ia pernah bersama-sama menahkhodai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Apalagi, Megawati menyebut Mahfud sebagai "sosok intelektual yang mumpuni". Ditambah, Mahfud memiliki pengalaman yang lengkap di legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Secara khusus, Megawati menilai Mahfud merupakan "pendekar hukum" dan "pembela wong cilik". Megawati lalu memuji Mahfud sebagai "jujur, bernyali."

"Beliau bisa menjadi wasit yang baik di tengah persaingan politik dan bisnis yang sering dirasakan tidak adil," kata Megawati.

Malahan, Mahfud akan ditugaskan untuk melakukan reformasi sistem hukum nasional agar tampil "wajah keadilan sejati."

Saat deklarasi, Ganjar dan Mahfud, berjanji akan melanjutkan upaya cita-cita menuju Indonesia emas, yakni Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil dan beradab pada 2045.

Ini program pemerintahan Jokowi. Saya catat, peran Mahfud pernah sebagai tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Menurut akal sehat saya, Ganjar Mahfud, tak ubahnya Capres-cawapres Semi Pemerintah Jokowi. Mahfud dekat dengan Prabowo dan Jokowi. Ini yang membuat ia gamang mengkritik Jokowi. Saya ibaratkan Ganjar-Mahfud, capres subsidi.

Ya terkesan ada pemberian "subsidi' dari pemerintahan Jokowi. Ini untuk menjawab kekhawatiran publik seolah pilpres 2024 tidak demokratis. ([email protected]).

Berita Terbaru

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…