Penggagasnya Ingin Satukan Pendukung Kubu Paslon 01 dan Paslon 03 untuk Kalahkan Paslon 02
TKN Anggap Gerakan Salam 4 Jari tak Berpengaruh dengan Elektabilitas Prabowo-Gibran
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Gerakan Salam 4 Jari alias Four Fingers yang dibarengi ajakan kepada masyarakat untuk tidak golput dengan cara mencoblos paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin atau paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Bahkan, sampai Selasa (30/1/2024) gerakan 'Salam 4 Jari' yang diunggah oleh akun media sosial X @gitaputrid ini sudah diakses sebanyak 1,3 juta kali dengan retweet sebanyak 13.217 kali dan disukai 25.977 kali. Ajakan tersebut bertujuan demi mencegah Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024.
"Kita sadar bahwa untuk mengalahkan paslon no. 2 diperlukan solidaritas rakyat yang lebih besar dari sekadar gabungan paslon no.1 (Anies-Muhaimin & No.3 (Ganjar-Mahfud),” tulis akun yang diungguh Surabaya Pagi, Selasa (30/1/2024).
Pantauan Surabaya Pagi gerakan Salam 4 Jari ini berawal dari unggahan akun instagram @johnmuhammad_. Dalam foto pertama, terdapat gambar berupa lambang 4 jari dengan kalimat “FOUR FINGERS, Ekspresi Pilihan Bukan Prabowo-Gibran”. Foto tersebut dibubuhi tagar #SatuTigaTambahKita, #HadangPemiluCurang, #SelamatkanDemokrasi.
Akun ini menulis bahwa tujuan akhir dari Salam 4 Jari adalah menyatukan para pendukung kubu paslon 01 dan paslon 03 agar dapat mengalahkan paslon 02.
Satu Putaran Ancaman Riil
Akun ini menjelaskan bahwa pemilu satu putaran menjadi ancaman yang sangat riil. Sebab, ia percaya bahwa sistem pemilu sudah “condong ke 02 atau pro-pemerintah”.
John Muhammad, aktivis yang memelopori gerakan Salam 4 Jari, mengatakan tujuan di balik gerakan itu adalah mengarahkan para pemilih mengambang yang belum menentukan pilihan agar memilih paslon 01 atau 03 dalam Pilpres 2024.
Gerakan ini tidak ada atas permintaan dari paslon 1 atau 3. Ini murni kegelisahan kami, dan sejak awal posisi kami sudah begitu," kata John Muhammad saat dihubungi Selasa siang (30/1).
Cium Aroma Kecurangan Intimidasi
Dewan Penasihat TPN Ganjar-Ganjar Mahfud, Yenny Wahid mengaku adanya chemistry antara pendukung 01 dan 03 dalam perjuangan demokrasi pemilu 2024.
"Tapi secara alami pendukung 3 paslon ini punya titik-titik persamaan, sama-sama berjuang bagi demokrasi, sama-sama gelisah," ujar Yenny saat ditemui di GBK, Jakarta Pusat, Senin (29/1).
Ia menegaskan jika kubu Ganjar-Mahfud dan Kubu Anies-Muhaimin sama-sama mencium aroma kecurangan dan intimidasi dalam pemilu kali ini. "Kita khawatir kalau ada upaya-upaya intimidasi dan yang jelas bahwa para pendukung 01 dan 03 sama-sama menginginkan agar pemilu ini betul-betul bisa dilaksanakan jujur, adil, terbuka, tidak ada kecurangan, tidak ada intimidasi," ujar Yenny.
Tak Ingin 02 Menang
Media sosial X dan Instagram belakangan ini diramaikan dengan munculnya gerakan Salam 4 Jari menjelang Pemilu 2024. Gerakan ini diklaim sebagai ekspresi bukan untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo-Gibran.
Ia berharap gerakan itu dapat mengurangi potensi terjadinya pilpres satu putaran, seperti yang diharapkan kubu Prabowo-Gibran.
“Saya mewakili kelompok orang yang tidak menginginkan 02 menang. Jadi, perlu ada koalisinya. Mengapa empat jari? Karena 01 ditambah 03. Tapi empat jari juga punya makna, kita membela demokrasi,” kata John Muhammad, Presidium Nasional Partai Hijau Indonesia, penggagasnya.
John membeberkan sejumlah alasannya memutuskan untuk berkampanye gerakan salam 4 jari. Pertama, gerakan itu meyakini paslon nomor urut 2 tidak layak dipilih.
Kedua, masyarakat sipil menurutnya menyadari untuk mengalahkan paslon nomor urut 2 diperlukan solidaritas rakyat yang lebih besar dari sekadar gabungan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.
Ingin Paslon 2 Kalah
Ketiga, John sadar semakin besarnya potensi untuk memaksakan kemenangan satu putaran bagi paslon nomor urut 2. Keempat, ia juga menyoroti banyaknya invisible hands yang tak menghendaki terbentuknya koalisi antara paslon 1 dan 3 apabila Pilpres 2024 terjadi dalam dua putaran.
"Dan yang saya tangkap dari gerakan ini, ada kesadaran bahasa kami itu lebih ingin paslon 2 kalah ketimbang misalnya siapa yang menang antara paslon 1 dan 3," kata dia.
John juga menjelaskan makna simbol salam 4 jari. Pertama, 4 jari menunjukkan gabungan paslon 1 dan 3.
Paslon 2 Tak Layak Dipilih
Gerakan salam 4 jari pun terpantau diikuti oleh sejumlah warganet yang ikut mengunggah Twibbon foto mereka disandingkan dengan lambang 4 jari yang dibubuhi keterangan 'Satu tiga tambah kita' dan disertai tagar #BukanPrabowoGibran
“Kami yakin bahwa paslon Nomor 2 (Prabowo-Gibran) tak layak dipilih dan harus dihindari. Kami sadar bahwa untuk mengalahkan paslon Nomor 2 diperlukan solidaritas rakyat yang lebih besar dari sekadar gabungan paslon Nomor 2 (Anies-Muhaimin) & Nomor 3 (Ganjar Mahfud),” bunyi alasan yang tertera dalam unggahan Instagram.
Reaksi TKN Prabowo
Terpisah, Direktur juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Viva Yoga Mauladi, mengatakan gerakan Salam 4 Jari tidak akan berpengaruh secara signifikan pada elektabilitas Prabowo-Gibran.
Juga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menilai gerakan itu dibuat oleh pihak-pihak yang gelisah. "Kalau saya lihatnya begini ya, politik ini kan saya kan pernah ikut berkompetisi juga ketika dulu waktu saya menjadi ketua umum, ciri-ciri kalau orang mau kalah, itu selalu hati gelisah membuat deadlock, macam-macam, membuat forumnya tidak berjalan. Itu kalau ada pemilihan, pilpres atau pilkada," kata Bahlil di Senayan JCC, Jakarta
Ekspresi Pilihan Bukan Prabowo
John Muhammad, pencetus gerakan Salam 4 Jari nyatakan sebagai Ekspresi Pilihan Bukan Prabowo-Gibran.
Ia juga pernah menjabat sebagai Deputy Director dari Public Virtue, sebuah lembaga demokrasi dan aktivisme kewargaan yang ia dirikan bersama Usman Hamid, AE Priyono, Andar Nubowo dan Edwin Partogi.
Incar Pemilih “Galau”
John mengatakan yang terpenting adalah menganjurkan para pemilih yang masih “galau” dan belum menentukan pilihan agar tidak memilih paslon nomor urut 02.
Dengan begitu, katanya, masih ada harapan paslon 01 dan 03 akan memiliki elektabilitas yang cukup untuk membuat Pilpres 2024 menjadi dua putaran.
“Kemenangan dalam satu putaran, ini yang tentunya tidak kami harapkan. Karena kami berharap ada pertarungan putaran kedua, supaya napasnya lebih panjang, terus kemudian supaya juga koalisi opisisi bisa terjadi,” ungkapnya.
Berdasarkan Pasal 416 Ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, syarat pemilu satu putaran adalah paslon memperoleh suara lebih dari 50�ri total suara Presiden dan Wakil Presiden dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham