KPK Diminta Periksa Aliran Uang Raffi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

NCW Penggiat Anti Korupsi, Duga Suami Nagita ini Terlibat Pencucian Uang

Sultan Andara ini Anggap Fitnah

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Artis pemilik RANS Entertainment, Raffi Ahmad sedang diguncang berita tak sedap. Raffi Ahmad diduga terlibat pencucian uang pertama kali muncul dari akun @nasionalcorruption. Akun ini menduga ayah dua anak itu menerima uang ratusan miliaran rupiah yang berasal dari terduga korupsi.

"Kami telah menerima beberapa dugaan tindakan pencucian uang yang dilakukan oleh saudara Raffi Ahmad dengan nilai yang fantastis," kata Hanifa dalam podcast Nasional Corruption Watch (NCW), semalam.

"Diduga ada ratusan rekening yang dimiliki oleh saudara Raffi Ahmad dan merupakan kantong semar untuk mengelola uang-uang haram," lanjutnya.

DPP Nasional Corruption Watch (NCW) menuding Raffi, memiliki rekening kantong semar tempat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) para koruptor.

"Kami sudah menerima beberapa dugaan tindakan pencucian uang, TPPU yang diduga dilakukan oleh saudara Raffi Ahmad, nilainya fantastis," kata Ketua DPP NCW Hanifa Sutrisna, dikutip dari kanal Youtube Nasional Corruption Watch, Kamis semalam (1/2).

"Ada ratusan rekening yang diduga dimiliki saudara Raffi Ahmad merupakan kantong semar untuk mengelola uang-uang haram yang dimiliki oleh para terduga korupsi, bahkan sudah terdakwa korupsi," tambah Hanifa.

 

Periksa Aliran Uang Raffi

Menurut Hanifa, uang-uang haram tersebut diduga dimiliki oleh para terduga korupsi bahkan ada yang telah menjadi terdakwa korupsi dan masuk ke rekening Raffi Ahmad.

Atas adanya dugaan TPPU tersebut, Hanifa meminta pada KPK, Kejaksaan Agung, Bareskrim Mabes Polri untuk memeriksa aliran uang Raffi Ahmad.

Selain itu Hanifa juga meminta untuk memeriksa aliran transaksi uang yang masuk ke Rans yang merupakan salah satu perusahaan Raffi.

“Karena ini adanya dugaan pencucian uang dan penerimaan gratifikasi oleh pejabat-pejabat negara yang menitipkan kekayaan atau dana pada pemilik Rans tersebut,” ungkapnya.

“Jelas dikatakan beberapa waktu lalu bahwa adanya aliran uang ke saudara Raffi,” terang Hanifa di podcast Nasional Corruption Watch dengan judul “Ketika Bansos dijadikan bahan bancakan Pilpres dan Pileg”.

 

Seorang Jenderal Titipkan Uangnya

Tidak hanya itu, Hanifa juga menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi jika adanya seorang Jenderal yang menitipkan uangnya sekian miliar rupiah kepada terduga tindak pidana pencucian uang atau TPPU Raffi.

“Saat ini Jenderal tersebut inginkan dananya dikembalikan namun tidak diberikan dan dia meminta hal tersebut disampaikan,” katanya.

Hanifa juga meminta kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk membuka seterang-terangnya tindakan pidana pencucian uang yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang tiba-tiba memiliki kekayaan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah yang tidak jelas asalnya.

“Kami yakin saudara Ivan Yustiavandana yang merupakan ketua PPATK telah mengetahui itu,” tegas Hanifa.

 

Tiba-tiba Hartanya Triliunan

Hanifa mengingatkan jangan sampai kasus ini berlarut-larut dan menguap seperti kasus-kasus lainnya.

Hanifa juga meminta kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk membuka seterang-terangnya tindakan pidana

pencucian uang yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang tiba-tiba memiliki kekayaan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah.

Dugaan ini muncul setelah Hanifa Sutrisna selaku Ketua Umum DPP National Corruption Watch (NCW) bicara  soal tudingan itu di akun TikTok  @nasionalcorruption. Sayang, video tersebut kini sudah menghilang.

 

Raffi Ahmad Mengaku Kaget

Mengenai tudingan itu, Raffi Ahmad kaget. Ia memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut. Raffi Ahmad menduga tudingan itu muncul juga karena dirinya aktif meramaikan tahun politik di Pemilu 2024.

"Aku kaget dibilang ada pencucian uang. Sama sekali nggak ada. Percaya nggak percaya cek aja! Gedung aja ada cicilan nih," ucap Raffi Ahmad ditemui di kantor RANS, BSD, Tangerang Selatan, Kamis (1/2/2024) malam.

"Mungkin sekarang tahun politik. Aku bukan politikus cuma aku dukung salah satu paslon jadi ada yang suka dan tidak suka," curiga Raffi Ahmad.

Belakangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sangat terbuka menunjukkan dukungannya terhadap salah satu capres dan cawapres. Pasangan ini kerap hadir dalam kegiatan pasangan calon (paslon) capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

 

Bantah Terlibat Pencucian Uang

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pernah datang langsung dalam acara Debat Pilpres.

Raffi Ahmad ikut bersama Prabowo Subianto ke Lampung dalam rangka kampanye dan melakukan live di akun Instagramnya. Dia juga mencuri perhatian saat bermain bola di Maluku Tengah bareng Gibran Rakabuming Raka.

Raffi Ahmad menegaskan gurita bisnis yang dia bangun saat ini adalah hasil kerja kerasnya di dunia entertainment sejak usia 13 tahun. Dia membantah tegas terlibat pencucian uang.

"Intinya aku jelaskan itu tidak benar. Aku berkarier sejak usia 13 tahun, aku kerja keras pagi, siang, sore, malam, jadi jangan percaya sama itu. Sebenarnya saya tidak mau jawab isu ini, cuma aku merasa fitnah ini sudah keterlaluan sekali, banyak klien yang nanya juga," ungkapnya memberikan pesan untuk tak mudah percaya dengan isu seperti itu.

"Ya buat yang memberikan narasi seperti ini tolonglah jangan menyudutkan sampai merugikan. Cuma Allah tidak tidur, apa pun itu yang benar akan diberikan jalan terbaik," sambung Raffi Ahmad.

“Berita-berita seperti itu pasti tidak benar adanya. Jadi jangan percaya dengan hal-hal yang seperti itu. Dan aku juga tidak patah semangat meskipun dijatuhin, difitnah apapun, enggak apa apa, ini membuat aku lebih semangat lagi untuk terus berkarya,” ujar Raffi dalam wawancara dengan wartawan, dikutip dari akun Instagram undercover.id, Kamis malam (1/2). n dna/jk/erc/rmc

Berita Terbaru

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto menunjukkan capaian positif di awal tahun 2026. Hingga kuartal pertama, PMI…

Tak Dukung Digitalisasi Parkir, Dishub Catat 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Tak Dukung Digitalisasi Parkir, Dishub Catat 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Senin, 06 Apr 2026 15:24 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah menuju era digitalisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) gencar melakukan…