3 Pelaku Perampok Kantor Pegadaian di Kapas Krampung, Dibekuk

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 11 Feb 2024 20:54 WIB

3 Pelaku Perampok Kantor Pegadaian di Kapas Krampung, Dibekuk

i

Pelaku perampok saat ditangkap tim Satreskrim Polrestabes Surabaya, dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Perampokan yang terjadi di kantor Pegadaian KSP Karunia Sejahtera Pratama di Jalan Kapas Krampung Surabaya, pada Kamis (8/2/2024) dinihari atau malam Isra' Miraj akhirnya ditangkap tim Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Tak butuh lama, atau dalam 1x24 jam, ketiga pelaku perampokan itu ditangkap di rumahnya masing-masing. Penangkapan perampok ini berkat identifikasi dari CCTV kantor pegadaian dan beberapa saksi.

Baca Juga: Edarkan Pil Koplo, Arek Simo Gunung Dibui

"Pelaku ditangkap tim Unit Resmob Polrestabes Surabaya dibantu tim Satreskrim Polsek Tambaksari, Kamis malamnya, setelah kejadian perkara," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, saat dikonfirmasi, Minggu (11/2/2024) sore kemarin.

Dari penjelasan AKBP Hendro, ketiga pelaku yakni OS, UAD dan AP, memiliki peran berbeda dalam perampokan kantor Pegadaian KSP Karuna Sejahtera Pratama. Bertiga ini beraksi mengendarai mobil dan pelaku inisial OS sebagai sopir.

"Dari aksinya 2 pelaku berperan sebagai penjarah, 1 pelaku OS (sopir) mengawasi di luar kantor KSP Gadai," jelasnya.

Sementara penangkapan tiga perampok ini, Hendro menyebut, ketiganya ditangkap berada di rumahnya masing-masing, AUD di Bendul Merisi, OS dan AP diamankan di Pendukuhan Simokerto.

"Terhadap tiga pelaku, sudah dilakukan penahanan di rumah tahanan (rutan) Polrestabes Surabaya," pungkasnya.

Namun, AKBP Hendro tak menjelaskan bagaimana proses penangkapan dan motif dibalik perampokan tersebut. Semua akan disampaikan setelah gelar perkara. “Selebihnya akan kami sampaikan dirilis,” imbuhnya.

Hanya saja, Satreskrim Polrestabes Surabaya sempat mengunggah video proses penangkapan di akun instagram @satreskrim_polrestabessby yang dilihat Surabaya Pagi, Minggu (11/2/2024).

Video berdurasi 1 menit itu menggambarkan bagaimana petugas gabungan dari Unit Resmob dan Satreskrim Polrestabes Surabaya serta Satreskrim Polsek Tambaksari membekuk para pelaku di rumahnya masing-masing.

Hingga di akhir video, terlihat kendaraan yang dipakai para pelaku untuk merampok, yakni mobil jenis MPV warna silver merek Daihatsu plat W 1915 WO, turut diamankan polisi. Sedangkan, tiga pelaku yang tak tampak wajahnya, sudah diborgol.

 

Pegawai Disekap dan Disiksa

Baca Juga: Geruduk Demo Polrestabes, Kejari dan Pemkot Surabaya

Sedangkan, dalam pemeriksaan TKP dan juga korban, lanjut Hendro, ada 2 pegawai Aisyah dan Farah menjadi sasaran kekerasan. Ditodong pisau, dan kepala dibentur - benturkan di tembok kantor KSP.

Hendro menjelaskan bahwa pada saat perampokan itu terjadi pada Rabu (7/2/2024) pukul 21.00 WIB ada 2 orang pegawai pegadaian yang hendak menutup gerai.

Kedua korban adalah Aisah Salasari dan Faradilla Rista Elsiono. Saat gerai hendak ditutup itulah salah satu perampok berpura-pura hendak menggadaikan barang.

"Kemudian salah satu pelaku mendorong meja ke arah korban pertama (Aisah Salasari), selanjutnya pelaku lainnya menodongkan pisau pada leher korban," ujar Hendro, Jumat (9/2/2024).

Dari dalam gerai itu korban Faradilla yang mengetahui rekannya dalam bahaya hendak menolong. Tapi pelaku pertama menjambak rambutnya lalu membenturkan kepalanya ke tembok.

"Saat korban Faradilla hendak menolong korban Aisah pelaku pertama menjambak rambut dan memukulkan kepala korban ke tembok," lanjut Hendro.

Dari kejadian itu, para perampok berhasil beberapa barang berharga dari kantor pegadaian diantaranya berhasil 1 unit laptop merek Asus 441UA dan 2 ponsel merek Oppo Reno 10 5g dan Vivo Y21A.

Baca Juga: 3 Remaja Jadi Tersangka Pembunuhan Lansia di Jember

Sementara, dari pengakuan korban yakni Aisah Salasari, mengaku tak asing dengan wajah perampok yang menyatroni kantornya pada Kamis dinihari kemarin.

Aisah menyebut salah satu pelaku perampokan yang menodongkan pisau ke lehernya seperti salah satu customer di kantor pegadaian tempatnya bekerja.

"Saya tidak asing dengan salah salah satu perampok yang menodongkan pisau, pria setengah tua itu. Sepertinya salah satau customer kami di sini," katanya, di lokasi kejadian, kemarin.

Masih dari pengakuan Aisah, komplotan perampok tersebut setelah beraksi meninggalkan sebuah barang bukti, yaitu berupa pisau yang digunakan menodong salah satu pegawai dan satu sandal jepit sebagian.

"Setelah mereka mengambil barang rampasan disini, mereka langsung kabur meninggalkan kami berdua. Tapi pisau dan satu sandal ketinggalan di kantor kami," lanjut Aisah.

Menurut Aisah, pisau yang ditinggal perampok digunakan untuk menodong dirinya bersama temannya, Faradilla. "Pisau yang ditinggalkan itu jenis pisau dapur. Tapi gak tau kenapa kok pelaku sengaja meninggalkan barang tersebut," kata Aisah. ham/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU