Rekanan di Lamongan Mulai Minta Pencairan Bayar Tunda Segera Dibayar

author Muhajirrin

- Pewarta

Senin, 19 Feb 2024 18:51 WIB

Rekanan di Lamongan Mulai Minta Pencairan Bayar Tunda Segera Dibayar

i

Jalan Pahlawan Lamongan kota saat dibangun beberapa bulan lalu.SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Para rekanan di Lamongan mulai menagih janji, atas penundaan pembayaran pelaksanaan proyek tahun 2023 yang hingga saat ini sebagian besar masih belum dicairkan oleh Pemkab Lamongan.

Karuan saja, pencarian yang tertunda hingga saat ini tidak sedikit para rekanan harus menanggung beban berat, karena sebagian besar rekanan menanggung hutang dari salah satu bank pemerintah, yang harus setiap bulan menyiapkan bunga karena keterlambatan melunasinya.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk, Layanan Publik Lamongan Mulai Beroperasi

"Sudah jatuh ketimpa tangga, begitu peribahasa yang pas disematkan ke para rekanan di Lamongan yang masih menunggu pencairan yang belum jelas sampai kapan situasi ini dirasakan rekanan," ujar salah satu rekanan yang enggan namanya disebutkan kepada surabayapagi.com, Senin, (19/2/2024).

Disebutkan olehnya, sejumlah persyaratan untuk pencairan semua sudah dipenuhi oleh rekanan, sehingga sewajarnya sekarang ini para rekanan sudah menagih janji Pemkab Lamongan. "Kami tagih janji ini, karena sudah waktunya Pemkab membayar penundaan bayar ini, agar kami segera juga menyiapkan untuk kembali ikut tender proyek 2024," ungkapnya.

Pihaknya juga meminta kepada pemkab Lamongan, untuk tidak pilih kasih dalam pencairan sejumlah proyek tunda bayar ini. "Kalau dirasa perlengkapan pencairan sudah terpenuhi segera untuk dicairkan, jangan memandang rekanan ini orangnya siapa, masak gara-gara bukan orang dekat bupati atau adik bupati hak kami tidak dicairkan, kan naif sekali dan tidak adil ini namanya," tegasnya.

Baca Juga: Warga Lamongan Selatan Kini Bisa Nikmati SPAM Mojolagres

Di Lamongan sendiri, seperti informasi yang diterima surabayapagi.com untuk pembangunan jalan mantab Lamongan (Jamula) menyebutkan, pada tahun 2023 lalu, ada 22 ruas jalan yang dibangun dengan nilai Rp 40,3 miliar.

Diantaranya, peningkatan jalan Kiringan-Dibee, Jalan Nguwok-Tlakan, Sarirejo -Jatirembe, Guci-Tracal, Sidokumpul-Tunjungmekar, Tunjungmekar-Sambopinggir, Deket-Suko, Sukodadi-Sumberwudi.

Selanjutnya peningkatan jalan Turi-Pucangkro, Warukulon-Lebakadi, Beru-Tambakboyo, Plembon-Sugio, dan peningkatan Jalan  Sunan Giri Lamongan Kota, Kranji -Payaman, serta peningkatan jalan Mojorejo-Medalem.

Baca Juga: Lembaga Sosial Terus Diberdayakan Untuk Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

Pemeliharaan berkala di jalan Bandungsari-Sugihrejo, Baturono-Karanglangit, Baturono-Kembangbahu, Kawistolegi-Tracal, Keber-Mangkujajar, Pamotan-Sumberdadi, dan pemeliharaan berkala jalan Sukodadi-Plembon.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Sujarwo, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai pencairan atas 22 ruas jalan yang sempat tertunda belum dijawab.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Khusnul Yaqin, saat dihubungi terpisah mengaku kalau proses pencairan terus dilakukan, dengan tetap mempertimbangkan keuangan daerah. "Proses pencarian tetap kami lakukan, dan pada akhir Februari ini ada lagi pencairan untuk sejumlah proyek yang tunda bayar," jelasnya. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU