Mendag Dorong Konsumsi Beras SPHP, Warga: Rasanya Kurang Enak, ‘Anyep’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Paket beras SPHP ukuran 5 kilogram yang dikirim ke pasar-pasar. Lilik Dharmawan/ MI Foto
Paket beras SPHP ukuran 5 kilogram yang dikirim ke pasar-pasar. Lilik Dharmawan/ MI Foto

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Harga beras yang melonjak di pasaran membuat warga kini beralih mengkonsumsi beras program Stabilitas Pangan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelontorkan Bulog. Beralihnya pembelian beras murah tersebut sebagai antisipasi langkah mengatasi mahalnya harga beras premium saat ini.

Namun, meski harganya murah dan kebersihannya terjaga, banyak masyarakat menilai jika dari segi kualitas maupun rasa beras jenis ini masih kategori medium.

"Dari segi kebersihannya oke, fisik berasnya pun gede. Tetapi dari segi rasa nasinya kurang enak, [anyep] dibandingkan yang premium ya. Tetapi karena langka di ritel, ya sementara konsumsi yang ada," beber Ardiani (35 tahun), salah satu warga yang mengkonsumsi SPHP, Kamis (22/02/2024).

Sementara itu, Suminar (53) yang juga menggunakan beras SPHP Bulog, kini menyiasati dengan mencampur beras yang kualitasnya lebih bagus. Namun demikian, ia mengaku terbantu dengan adanya beras SPHP Bulog tersebut.

"Harganya karena murah tentu membantu sekali di saat harga beras yang kualitasnya tinggi di pasar tinggi. Makanya, biar rasanya juga enak dicampur dengan beras yang kualitasnya lebih tinggi biar rasanya lebih pulen dan enak," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kembali mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang diproduksi Bulog. 

Menurutnya, beras SPHP memiliki kualitas yang bagus dan tidak kalah dengan beras premium, karena keterbatasan stok karena masa  panennya bergeser sebagai dampak El  Nino.

“Sekarang ada beras Bulog yaitu SPHP, beras SPHP sekarang menjadi alternatif, karena semua berharap pada SPHP,” ujar Zulkifli.

"Kalau beras premium dinilai mahal, masyarakat bisa membeli beras Bulog yang disubsidi yang kualitasnya juga tidak kalah. Bulog membanjiri beras SPHP di pasar-pasar dan ritel modern,” kata Zulhas beberapa waktu lalu.

Ia juga menegaskan Pemerintah menjaga stabilitas harga beras secara nasional dengan terus menggelontorkan beras SPHP Bulog bersubsidi dijual kira-kira Rp 10.900 atau Rp 11.000 per kilogram. Sebab, harga  beras premium yang banyak dikonsumsi masyarakat masih bergerak naik. 

Jika sebelumnya beras program SPHP digelontorkan sebanyak 100 ribu ton per bulan, kini telah meningkat menjadi 250 ribu ton tiap bulan. Kendati demikian, ia memastikan ketersediaan stok beras menjelang bulan puasa dan Lebaran juga aman, lantaran stok beras Bulog 1,4 juta ton akan masuk lagi 2 juta ton. jk-02/dsy

Berita Terbaru

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya tidak hanya menghadirkan batik di ruang pamer. Yayasan Batik Indonesia (YBI) b…

KUR Jember Dibongkar: Warga Difoto di Kandang Kambing, SH Jadi Tersangka Kelima

KUR Jember Dibongkar: Warga Difoto di Kandang Kambing, SH Jadi Tersangka Kelima

Jumat, 18 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang J…