Isu Prediksi Pengamat: PDIP Bakal Tarik 7 Kadernya di Kabinet Jokowi, Begini Jawaban Megawati

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Isu perang dingin, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). SP/ JKT
Isu perang dingin, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Beredar kabar, dalam waktu dekat ini, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri diprediksi bakal menarik kadernya berjumlah 7 menteri dari kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. Ubed mengatakan sikap Jokowi yang kian mempertegas sudah tak menjadi bagian PDIP merupakan salah satu penyebab menteri dari PDIP akan ditarik.

Apalagi Jokowi telah mengajak Partai Demokrat bergabung dalam bagian koalisi dan menjadikan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.

"Kalau sudah pada titik itu, Megawati akan bersikap," kata Ubed, Minggu (25/02/2024).

Berikut daftar 7 menteri yang diprediksi bakal ditarik Megawati dari kabinet Jokowi, diantaranya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri PAN-RB Azwar Anas. Menteri PPPA Bintang Puspayoga dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Menurut Ubed, jika nantinya PDIP menarik kadernya dari kabinet maka hal itu akan menjadi semacam hukuman moral dari Megawati kepada Jokowi yang telah berseberangan

"Berpotensi Megawati akan semacam memberikan hukuman etik dan hukuman politik pada Jokowi," kata Ubed.

Namun, nyatanya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta agar semua menteri yang berasal dari partai banteng tetap bertahan di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

Menurut Megawati, jika dirinya menginstruksikan agar menteri-menteri PDI-P mundur, yang dirugikan adalah bangsa dan negara. 

"Tapi yang jadi persoalan, yang seperti tadi saya katakan, kalau semua hanya saya suruh mundur saja, yang rugi siapa? Bangsa dan negara," kata Megawati.

Mantan Presiden ke-5 itu juga menyebut, tugas menteri harus diselesaikan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Ia tidak ingin penyelenggaraan pemilu mempengaruhi kinerja para menteri. 

"Yang namanya pemilu ini bukannya sebuah akhir. Ini hanya sebuah proses yang sudah dikatakan oleh dari tata negara bahwa sekarang ini presiden itu sampai tingkat menteri dan lain sebagainya, terutama di eksekutif, itu sudah ada jangka waktu yang harus diselesaikan. Ya sudah (tetap bekerja)," kata Megawati. 

Megawati juga menjawab isu yang menyebutkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini bertemu dirinya untuk menyampaikan rencana mundur dari kabinet.  

Ketum PDIP itu menyebut, rencana untuk mundur harus dipertimbangkan dengan matang,  terlebih untuk Menteri Keuangan. Lantaran dirinya tidak ingin, menteri tersebut hanya memikirkan keuntungan pribadi jika hendak mengundurkan diri.

"Apalagi yang namanya Menteri Keuangan, dia itu istilahnya kan, tadi yang saya dapat masukan, yang dihitung itu buntungnya lho, jangan untungnya. Kalau kita itu nanti salah, what will be happen to Indonesia (apa yang akan terjadi kepada Indonesia)?" tuturnya. 

Sementara itu, diketahui, terkait isu mengenai mundurnya sejumlah menteri berhembus sejak beberapa waktu lalu. Desas-desus ini kian menguat setelah calon wakil presiden (cawapres) yang diusung oleh PDI-P, Mahfud MD, mundur sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Kini Menko Polhukam sudah digantikan Hadi Tjahjanto, sedangkan untuk menggantikan Hadi yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dijabat oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Agus Harimurti Yudhoyono yang sebelumnya telah dilantik pada Rabu, 21 Februari 2024 di Istana Negara. jk-06/dsy

Berita Terbaru

Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Kejari Madiun Ingatkan Kades: Dana BKK Desa Bukan Uang yang Bisa Dikelola Semau Sendiri

Jumat, 16 Okt 2026 11:19 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:19 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun mengingatkan kepala desa agar tidak sembarangan mengelola Bantuan Keuangan Khusus (BKK) D…

Dukung Kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov, Bank Jatim Salurkan CSR kepada Dinsos Jawa Timur

Dukung Kegiatan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov, Bank Jatim Salurkan CSR kepada Dinsos Jawa Timur

Jumat, 16 Okt 2026 10:31 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:31 WIB

SurabayaPagi, Sumenep - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut mendukung penyelenggaraan Puncak Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa…

Hak Jawab PT Bank Artha Graha International Tbk 

Hak Jawab PT Bank Artha Graha International Tbk 

Jumat, 16 Okt 2026 10:12 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:12 WIB

Surabaya, 16 Oktober 2026  Nomor : 17/B/TANGGAPAN –SMS/X/2026  Kepada YTH : Sdr. Hamdan Zoelva, SH,MH  Kuasa Hukum PT Bank Artha Graha International Tbk …

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Jumat, 16 Okt 2026 08:05 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JAKARTA : Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi kategori…

Kurangnya Sarana dan Prasarana Pendidikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Pemetaan Sekolah

Kurangnya Sarana dan Prasarana Pendidikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Pemetaan Sekolah

Jumat, 16 Okt 2026 08:00 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:00 WIB

Surabaya Pagi.com-Surabaya -  Kurang fasilitas kebutuhan sarana dan prasarana Pendidikan menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai. Ia …

IHSG Hari Ini Anjlok 1,3% ke 5.863

IHSG Hari Ini Anjlok 1,3% ke 5.863

Jumat, 16 Okt 2026 07:59 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 07:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan saham Kamis, (15/10/2026). Namun, tekanan IHSG hari ini berkurang jelang…