Usai Rekapitulasi Kecamatan, Muncul Tudingan Oknum Birokasi Lamongan Main-main

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses rekapitulasi tingkat Kecamatan dilakukan. Pesta demokrasi pemilu pencoblosan pada 14 Februari 2024 di Lamongan diciderai oleh oknum birokrasi yang menjadi timses salah satu caleg. SP/MUHAJIRIN
Proses rekapitulasi tingkat Kecamatan dilakukan. Pesta demokrasi pemilu pencoblosan pada 14 Februari 2024 di Lamongan diciderai oleh oknum birokrasi yang menjadi timses salah satu caleg. SP/MUHAJIRIN

i

Menangkan Caleg Titipan, Intimidasi Timses Hingga Hadang Caleg Berpotensi

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan -Baru beberapa hari rekapitulasi pemilu 2024 tingkat Kecamatan telah selesai dan disahkan, kini muncul tudingan ada oknum Birokrasi Lamongan tidak netral, bahkan tidak sedikit oknum birokrasi tersebut menjadi timses salah satu caleg meski tidak secara terang-terangan. Segala cara dilakukan, bahkan menghadang caleg berpotensi bagaimana tidak jadi, hanya gara-gara menjalankan memenuhi hasrat dan perintah atasan.

Hal itu disampaikan oleh salah satu kepala desa di Lamongan kepada surabayapagi.com, menanggapi hasil pemilu 2024 yang dianggap sudah merusak sendi-sendi demokrasi, tidak berjalan fair play dan lagi-lagi birokrasi yang semestinya harus netral malah ikut cawe-cawe dan terlibat langsung menjadi timses caleg.

"Ada instruksi yang mengarahkan pihak kecamatan hingga perangkat desa agar memenangkan salah satu caleg dari partai tertentu, ini merusak demokrasi dan masyarakat semakin dibodohkan," kata Kades yang namanya minta untuk tidak dipublikasikan pada Selasa, (27/2/2024).

Disebutkannya, bahkan dirinya ini juga mengaku telah mendapat perintah agar menggalang dukungan bagi caleg tersebut. Meski begitu, pihaknya tak menghiraukan perintah itu lantaran berlawanan dengan hati nuraninya.

"Saya sempat diminta untuk menggalang dukungan terhadap paketan caleg tertentu, katanya ini perintah atasan. Para Kades termasuk saya pernah dikumpulkan," ujarnya.

Ditambahkan oleh Kades ini, para pihak yang tak mengindahkan dan membocorkan perintah tersebut diancam akan dikucilkan dan dipersulit, sehingga banyak yang kemudian takut dan terpaksa menjalankan instruksi itu.

"Tak main-main mas, bahkan jajaran penting Pemkab Lamongan, dinas hingga kecamatan diperintah semua untuk jadi timses, mendata warga untuk memenangkan caleg dari partai kuning, kalau tidak mau diancam tak diberi proyek dan bantuan di kemudian hari olen pemerintah," bebernya.

Keterangan dari Kades itu juga dibenarkan oleh narasumber lain yang juga mengetahui perintah tersebut. Bahkan, beberapa ASN dan perangkat desa juga disuruh untuk membagikan amplop kepada warga yang sudah didata.

"Ini terjadi tidak hanya di kecamatan saya, tapi di seluruh kecamatan lain di Lamongan. Banyak kepala desa yang tidak netral dan disuruh jadi timses. PNS disuruh bagi-bagi amplop. Padahal calegnya ini tidak pernah turun langsung ke lapangan dan menyapa warga," pungkasnya.

Terpisah, Tony Wijaya Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan dikonfirmasi terkait ini, masih belum berhasil. Upaya untuk mengontak langsung melalui no handphone yang bersangkutan meski berdering masih belum diangkat. surabayapagi.com juga sudah mengirim konfirmasi via WhatsApp menunjukan diterima dan masuk tapi masih belum ada jawaban. jir

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…