Stok Beras di Trenggalek Aman hingga Lebaran

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 29 Feb 2024 19:35 WIB

Stok Beras di Trenggalek Aman hingga Lebaran

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Stok beras di Gudang Bulog Karangsoko, kabupaten Trenggalek aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2024, Kamis (29/2/2024).

Kepala Gudang Bulog Karangsoko, Defri Harianto menjelaskan saat ini stok beras di Gudang Bulog Karangsoko mencapai 670 ton dengan kualitas medium.

Baca Juga: Stabilkan Harga, Pemkot Batu Salurkan 91,29 Ton Beras CPP

"Ada beras bantuan pangan dan SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan)," kata Defri, Kamis (29/2/2024).

Untuk beras bantuan pangan yang dialokasikan untuk masyarakat kabupaten Trenggalek mencapai 836.240 kilogram atau lebih kurang 836 ton.

"Ini sudah mulai dikirim ke desa-desa sejak tanggal 26 Februari 2024 lalu. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima 10 kilogram beras per bulannya," ucap Defri, Kamis (29/2/2024).

Sedangkan stok beras SPHP sangat dinamis, Bulog akan menyesuaikan kebutuhan pasar baik permintaan maupun harga, termasuk berkoordinasi dengan Satgas Pangan kabupaten Trenggalek.

Defri mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dengan ketersediaan beras di kabupaten Trenggalek, apalagi dalam waktu dekat beras impor dari luar negeri juga akan datang.

Baca Juga: Kasus DBD di Trenggalek Meningkat Tajam

"Dalam minggu-minggu ini akan datang beras dari LN (luar negeri) sebanyak 500 ton," jelas Defri.

Sementara itu, seorang konsumen beras di kabupaten Trenggalek, Parmi mengeluhkan dengan tingginya harga beras di pasaran.

Saat ini di kabupaten Trenggalek beras dengan kualitas medium dijual dengan harga Rp 15.500 perkilogram.

"Belum pernah sampai di harga setinggi ini," kata Parmi.

Baca Juga: Truk Terperosok ke Jurang, 3 Orang Luka-luka

Parmi yang mempunyai lahan sawah sebenarnya tidak terlalu khawatir dengan naiknya harga beras, karena ia masih bisa mengonsumsi hasil panennya sendiri.

Namun menjelang datangnya Bulan Ramadan, biasanya konsumsi beras meningkat belum lagi beriringan dengan datangnya musim hajatan.

"Khawatirnya harus beli sebelum masa panen datang," ucap Parmi. Tr-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU