Terima Gratifikasi Rp 58,9 M, Pejabat BC Pinjam Rekening Bank Sekuritinya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono saat menghadiri sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Tipikor Jakarta, Jumat (1/3/2024).
Ekspresi mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono saat menghadiri sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Tipikor Jakarta, Jumat (1/3/2024).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada ada saja, trik Mantan Kepala Bea-Cukai (BC) Makassar Andhi Pramono (AP) mengelola gratifikasi dengan total Rp 58,9 miliar. Gratifikasi yang diterima Andhi dalam bentuk mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura itu, juga memakai rekening bank milik cleaning service hingga sekuriti.

Menurut Jaksa KPK uang sebanyak itu diterima dalam tiga mata uang yang berbeda. Ada USD 264.500 atau sekitar Rp 3,8 miliar, dan SGD 409 ribu atau sekitar Rp 4,8 miliar.

Mantan Kepala Bea-Cukai Makassar, Andhi Pramono, mengakui memakai rekening bank milik cleaning service hingga sekuriti untuk transaksi. Dalam persidangan saat Andhi di PN Tipikor Jakarta, Jumat (1/3/2024), jaksa menanyakan penerimaan setor tunai Rp 160 juta dari cleaning service bernama Taufik Hidayat pada 2020. Andhi mengatakan Taufik merupakan petugas cleaning service di kantor Bea-Cukai Jakarta.

"Pada tanggal 28 Desember 2020 ketika Saudara bertugas di Kanwil BC Jakarta?" tanya jaksa dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jumat (1/3/2024).

"2020 betul, saya di Jakarta Ibu," jawab Andhi.

"Iya, Kepala Bidang Kepabeanan, itu ada setor tunai masuk ke rekening bank Andhi Pramono dari Taufik Hidayat, cleaning service, jumlahnya Rp 160 juta. Apa penjelasan Saudara terhadap penerimaan ini?" tanya jaksa.

"Taufik Hidayat adalah salah satu cleaning service yang ada di Kantor Bea-Cukai Jakarta. Saya minta tolong untuk menyetorkan uang itu," jawab Andhi.

 

Jaksa Tanya Sumber Mang

Jaksa menanyakan sumber uang tersebut. Andhi mengatakan uang itu dari seorang pengusaha bernama Sia Leng Salem, yang bekerja sama dengannya.

"Dari Pak Salem," jawab Andhi.

Andhi juga mengaku menggunakan rekening sekuriti bernama Yanto Andar. Jaksa menyebut ada transaksi setor tunai Rp 814.500.000 ke Yanto Andar pada 2021 hingga 2022.

"Kemudian, tanggal 6 Desember 2021 sampai dengan tanggal 15 Juli 2022, ketika Saudara menjadi Kepala KPPBC Makassar, itu ada penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 814.500.000, itu setor tunai ke rekening atas nama Yanto Andar, yang melakukan setornya itu Pak Yanto Andar, sekuriti. Bagaimana penjelasan Saudara terhadap penerimaan ini?" tanya jaksa.

"Yanto Andar ini rekening baru yang saya minta dari teman saya, Bu, sebagai penutupan usaha saya dengan Pak Salem, jadi rekening ini saya sampaikan kepada Pak Salem untuk menerima sisa-sisa usaha yang ada di Singapura. Jadi sama Pak Salem, semua sisa-sisanya dikirim ke sini," jawab Andhi.

 

Terdakwa di Makasar

Andhi mengatakan saat itu Yanto berada di Jakarta sementara dirinya berada di Makassar. Dia mengatakan uang yang dikirim ke rekening Yanto Andar itu diterimanya dari Sia Leng Salem.

"Di sini tanggal 6 Desember Rp 100 juta, kalau Yanto Andar dia ada di mana lokasinya?" tanya jaksa.

"Yanto Andar ada di Jakarta, Bu," jawab Andhi.

"Saudara waktu itu di Makassar, ya?" tanya jaksa.

"Ada di Makassar, betul," jawab Andhi.

"Ini ada 6 Desember Rp 100 juta, 7 Desember Rp 127.500.000, 17 Desember 2021 itu Rp 100 juta, 24 Maret, itu keterangan Saudara ini dari Sia Leng Salem tetap?" tanya jaksa.

"Iya, karena tahun 2018 itu Pak Salem sudah sakit, terus mau nutup kerja sama saya dengan Pak Salem, mulailah saya banyak nerima uang, baik dari dolar maupun rupiah tadi, Bu, 2018, 2019, 2020, 2021 terakhir. Sisanya mereka minta satu rekening lagi untuk nutup sisa-sisa yang ada di tahun 2021, 2022," jawab Andhi.

Mantan Kepala Bea-Cukai Makassar Andhi Pramono (AP) didakwa menerima gratifikasi dengan total Rp 58,9 miliar. Gratifikasi itu diterima Andhi dalam bentuk mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.

Uang itu diterima dengan tiga mata uang yang berbeda. Uang itu terdiri atas Rp 50,2 miliar, USD 264.500 atau sekitar Rp 3,8 miliar, dan SGD 409 ribu atau sekitar Rp 4,8 miliar. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Perkuat Pangan Keluarga, Pemkot Surabaya Libatkan 231 RW Biasakan Tanam Cabai

Perkuat Pangan Keluarga, Pemkot Surabaya Libatkan 231 RW Biasakan Tanam Cabai

Minggu, 01 Nov 2026 11:41 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bentuk penguatan terhadap pangan keluarga, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 231 rukun warga (RW) di kota…

Atasi Antrean, Pemkab Ponorogo Perluasan Layanan KTP-el di 4 Kecamatan

Atasi Antrean, Pemkab Ponorogo Perluasan Layanan KTP-el di 4 Kecamatan

Minggu, 01 Nov 2026 11:34 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya dalam mengatasi antrean di kantor Dispendukcapil dan mal pelayanan publik (MPP) yang mencapai 400 hingga 500 orang…

Dukung Normalisasi dan Pemasangan U-ditch, Pemkot Bongkar 35 PKL di Atas Saluran Air

Dukung Normalisasi dan Pemasangan U-ditch, Pemkot Bongkar 35 PKL di Atas Saluran Air

Minggu, 01 Nov 2026 11:27 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendukung normalisasi saluran dan pemasangan U-ditch, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 35 bangunan…

Perkuat Daya Tarik Wisata, Pemkot Malang Siapkan Penataan Sisi Utara Kayutangan Heritage

Perkuat Daya Tarik Wisata, Pemkot Malang Siapkan Penataan Sisi Utara Kayutangan Heritage

Minggu, 01 Nov 2026 11:16 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai bagian langkah meningkatkan daya tarik di mata wisatawan sekaligus pengembangan kawasan wisata setempat, Pemerintah Kota…

Pemkot Surabaya Tegaskan Larangan Pungutan Perpisahan SD-SMP Negeri

Pemkot Surabaya Tegaskan Larangan Pungutan Perpisahan SD-SMP Negeri

Minggu, 01 Nov 2026 11:07 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan larangan pungutan yang membebani orang tua murid dalam penyelenggaraan kegiatan…

Tiga Talenta Jatim Tembus Singa Cup 2026, Liga Surabaya Jadi Batu Loncatan

Tiga Talenta Jatim Tembus Singa Cup 2026, Liga Surabaya Jadi Batu Loncatan

Minggu, 01 Nov 2026 11:05 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kompetisi sepak bola usia dini kembali membuktikan perannya sebagai ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda. Dari lapangan lokal di …