Pemkot Batu Terapkan Berbagai Program untuk Turunkan Stunting

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 07 Mar 2024 19:35 WIB

Pemkot Batu Terapkan Berbagai Program untuk Turunkan Stunting

SURABAYAPAGI.COM, Batu - Penanganan kasus stunting menjadi fokus utama Pemkot Batu di tahun 2024 ini. Untuk menurunkan angka stunting, ada beberapa terobosan yang dilakukan salah satunya dengan pemeriksaan balita stunting oleh dokter spesialis Anak.

Di tahun 2023 lalu stunting mengalami penurunan prevalensi  sebesar 6,17 persen dari 18,2 persen atau 1.932 menjadi 1.326 anak atau 12,03 persen. Tahun ini prevalensi balita stunting Kota Batu pada 2024 ditarget turun menjadi 10,9 persen.

Baca Juga: Libur Lebaran, Pemkot Batu Target 1 Juta Kunjungan Wisatawan

Untuk kembali menurunkan angka tersebut Pemkot Batu melakukan beragam cara yang melibatkan beragam instansi. Dengan adanya sinergi ini diharapkan bisa mempercepat balita mentas dari stunting.

Program unggulan penanganan stunting di antaranya, pos gizi stunting (pozting) di 24 desa/kelurahan, pendampingan keluarga balita stunting dengan kegiatan bapak bunda asuh (bbas), pemberian makanan tambahan (PMT). "PMT ini diberikan kepada bayi, balita, ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhan gizi," ucap Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja.

Program lainnya dengan pemeriksaan balita stunting yang dilakukan sendiri oleh dokter spesialis Anak.  pendampingan ibu hamil resiko tinggi di 24 desa/kelurahan dan menyasar balita gizi kurang serta pendampingan pada keluarga balita stunting dengan program Ananda Bergizi (Asuh dan Dampingi Balita Bermasalah Gizi).

Program pendampingan keluarga balita stunting ini melibatkan 66 stakeholder kepada 1.309 balita yang didampingi. Penjabat Wali Kota Batu Aries Agung Paewai pun kerap turun untuk melihat kondisi balita stunting.

Baca Juga: 2024, BKKBN Jatim Targetkan Angka Stunting Turun 14%

Pemerintah desa juga berperan dalam mendukung penyelenggaraan Posyandu di wilayah masing-masing setiap bulan. Desa juga menganggarkan pemberian PMT bagi balita stunting.

Bahkan ada kader stunting di masing-masing daerah untuk menjangkau dengan lebih mudah.

"Dengan upaya-upaya ini semoga target ini bisa tercapai," harap mantan Camat Bumiaji ini, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga: Pemkot Batu Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Jateng

Terpisah Penjabat Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menambahkan, dengan cara sering bertemu dengan balita stunting banyak diketahui terjadinya stunting, sekaligus memberikan edukasi tentang faktornya. Yakni sanitasi dan memberika edukasi tentang gizi yang tepat.

"Tentunya di setiap permasalahan akan muncul solusi yang tepat sanitasi dan pengetahuan tentang gizi  baik sangat dibutuhkan untuk memantau tumbuh kembang anak," kata Aries. Ml-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU