Pastikan Kelistrikan Aman dari Gangguan Benda Asing, PLN UIT JBM Hadirkan Sistem Transmisi Andal

author Arlana Chandra Wijaya

- Pewarta

Selasa, 12 Mar 2024 11:58 WIB

Pastikan Kelistrikan Aman dari Gangguan Benda Asing, PLN UIT JBM Hadirkan Sistem Transmisi Andal

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN terus berkomitmen dalam penyediaan listrik andal yang terus dilakukan dari berbagai lini. 

Dari sisi transmisi, PLN juga memastikan sistem kelistrikan aman dan andal yang salah satunya juga pengamanan dari jangkauan benda asing. 

Baca Juga: Hari Pertama Idul Fitri, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Nasional Tetap Andal

Dalam hal ini, PLN juga sigap menangani faktor benda asing yang berpotensi menimbulkan resiko penyebab terjadinya gangguan aliran listrik di Gardu Induk (GI) atau jaringan tower transmisi.

PLN terus memantau berbagai macam gangguan seperti layang-layang, ranting pohon, gangguan karena binatang, atau row yang mendekati jarak bebas SUTT/SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi/Ekstra Tinggi).

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Amiruddin menerangkan bahwa pemantauan GI dan jaringan tower dilakukan secara rutin. 

“Menghindari faktor benda asing yang bisa muncul kapan saja, petugas melakukan pemantauan secara rutin setiap hari. Hal ini untuk memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi aman, fungsi peralatan tidak terkena faktor benda asing, untuk memastikan kelistrikan aman mengawali bulan Ramadhan esok hari," ungkap Amiruddin.

Amiruddin menyebut pekerjaan pemantauan benda asing dilakukan di seluruh lokasi wilayah kerja dengan menerjunkan Team PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Malang pada minggu (10/3/2024) kemarin.

Team PDKB juga berhasil membersihkan sarang burung yang berpotensi menjadi penyebab terganggu nya sistem kelistrikan di beberapa titik MTU GI Kebonagung 150KV & 70Kv. 

"Sarang burung juga bisa memancing hewan lainya seperti ular masuk ke area GI untuk memangsa burung yang bersarang. Pembersihan dilakukan menggunakan Hotstick sehingga tidak perlu dilakukan pemadaman listrik lebih dulu. Untuk menghindari ular ini pun, antisipasi yang dilakukan yaitu memasang disekeliling dengan kain jala sehingga ular akan terbelit disitu," terang Amiruddin menjelaskan.

Baca Juga: Pastikan Kebutuhan Listrik Jelang Idul Fitri Aman, PLN UIT JBM Jaga Sistem Transmisi di Segala lini

Amiruddin menambahkan, selain pemantauan dari benda asing, PLN juga gencar menyampaikan sosialisasi jarak aman dengan tower transmisi. 

“Petugas di lapangan secara proaktif menyampaikan ke masyarakat jika dalam pantauan terdapat aktivitas warga yang mendekati jarak aman dengan jaringan tower. Adanya temuan hasil inspeksi yaitu pembangunan gudang beras yang letaknya tepat berada di bawah jaringan SUTT 150 kV Probolinggo-Kraksaan menggunakan peralatan crane dengan jangkauan cukup tinggi dan rentan melampaui jarak aman (ROW) dari jaringan listrik," tuturnya.

Amiruddin mengungkapkan dari temuan aktivitas yang mendekati jarak bebas jaringan tower transmisi, PLN segera menginformasikan hal tersebut kepada warga. 

“Tim dari UPT Probolinggo mendatangi dan memberi edukasi kembali kepada pemilik dan pekerja gudang beras terhadap jarak aman aktivitas yang bisa dilakukan dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika bekerja terlalu dekat dengan jaringan listrik," ujarnya.

Baca Juga: Inspeksi SPKLU Jalur Mudik, Dirut PLN Pastikan 1.299 Unit Se-Indonesia Siaga Layani Pengguna Mobil Listrik

PLN juga terus berupaya mengamankan aktifitas warga yang dekat dengan jaringan tower transmisi. 

"PLN juga memberikan saran untuk menambahkan grounding pada struktur rangka bangunan guna menjaga terjadinya potensi kecelakaan ketenagalistrikan pada bangunan tersebut," papar Amiruddin. 

PLN mengajak warga untuk ikut bersama menjaga sistem kelistrikan andal.

“PLN tetap berkomitmen memastikan sistem kelistrikan andal dengan pemantauan secara real time dan memastikan fungsi peralatan optimal, dari sisi aktivitas warga kami mengajak masyarakat juga ikut berpartisipasi menjaga kelistrikan dengan bijak bermain layang-layang tidak dekat dengan jaringan listrik, penggunaan mulsa untuk petani yang berpotensi mengenai jaringan jika terbawa angin, memerhatikan jarak aman dalam beraktivitas atau mendirikan bangunan di bawah jaringan transmisi. Semuanya kita lakukan agar selama Ramadhan ini sistem kelistrikan aman sehingga ibadah dapat dijalani dengan nyaman," pungkas Amiruddin. Byb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU